Pemerintah Dorong UMKM Melek Digital Agar Akuntabel

Iwan Supriyatna

Senin, 29 November 2021 | 08:47 WIB
Pemerintah Dorong UMKM Melek Digital Agar Akuntabel
Ilustrasi UMKM. (Freepik)

Suara.com - Kementerian Koperasi dan UKM mendorong agar usaha mikro, kecil dan menengah segera melek digital agar bertumbuh pasca pandemi melalui bisnis yang akuntabel, sehingga memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan.

Deputi Bidang Usaha Mikro, Kementerian Koperasi & UKM Eddy Satriya mengatakan digitalisasi sebenarnya telah jauh lebih memudahkan pelaku UMKM baik dalam membantu mengenalkan produk, menaikkan omzet hingga membantu mencatat dan membuat laporan keuangan.

“Mungkin untuk mengenalkan produk dan menaikkan omzet, sudah digital ya. Saya ingin menyorot pentingnya aplikasi pencatatan keuangan digital seperti BukuKas dalam mendorong perkembangan UMKM dan menjadikan mereka lebih berdaya. Selain untuk meningkatkan skala bisnis, pendanaan dari perbankan juga bisa menyelamatkan pelaku UMKM saat adanya krisis yang mengganggu aktivitas usaha,” kata Eddy ditulis Senin (29/11/2021).

BukuKas merupakan aplikasi pencatatan keuangan usaha secara gratis yang telah dipercaya dan digunakan oleh lebih dari 6 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

“Pengguna, yang mayoritas merupakan UMKM, bisa mengunduh dan menggunakan aplikasi tersebut untuk membantu mengatur pencatatan, menganalisa penjualan, membuat tagihan, menjaga stok dan bahkan membuat laporan keuangan sederhana,” kata Tri Sukma Anreianno - Juru Bicara BukuKas.

Saat ini, data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) merekam sebanyak 23 juta pelaku UMKM di Indonesia tidak mendapat akses pendanaan dari perbankan. Adapun jumlah pelaku UMKM yang telah mendapat pendanaan dari bank baru mencapai 41 juta pelaku UMKM.

Survei dari SMESCO Indonesia pada 2020 menyebut sebanyak 35,6% pelaku UMKM di sektor pengolahan makanan mengalami penurunan omzet yang drastis saat pandemi. Penurunan ini juga ditemui pada pelaku UMKM di sektor lainnya. Dalam survei yang sama, 13,8% pelaku UMKM sektor kerajinan, 16% pelaku sektor fesyen dan 15% sektor lainnya seperti rumah makan, jasa, manufaktur, pertanian, warung kopi, juga alami penurunan omzet yang drastis saat dihantam pandemi COVID-19.

“UMKM harus lebih kuat. Terutama di bagian pencatatan arus kas masuk dan keluar. Itu akan menjadikan UMKM akuntabel. Dengan akuntabilitas yang bagus, kredibilitas akan meningkat. Selanjutnya, akan mempermudah akses ke perbankan,” tegas Eddy.

Tri Sukma Anreianno menambahkan, dengan semakin tersedianya aplikasi pencatatan keuangan yang mudah digunakan, maka harapannya akan semakin banyak pula UMKM yang go-digital yang mengoptimalkan teknologi untuk memudahkan operasional bisnis harian mereka.

baca juga

Data Kementerian Koperasi dan UMKM pada Oktober 2021 menyebutkan 99% UMKM telah terhubung dengan ekosistem digital selama pandemi, jumlah UMKM yang sudah memanfaatkan digital ekosistem ini mencapai 15,9 juta atau 24,9% dari total UMKM sebanyak 65 juta di Indonesia.

Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki mengatakan, UMKM akan lebih cepat melakukan pemulihan diiringi dengan digitalisasi, menurut data dari IDEA saat ini sebanyak 16,4 juta atau 25,6 persen UMKM telah terhubung ke ekosistem digital.

“Kami menyambut baik semakin banyaknya UMKM yang mulai go-digital, hal ini akan mendukung pemulihan ekonomi nasional kita semakin cepat terealisasi. Setelah UMKM bertransformasi digital, perjalanan mereka untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha tidak berhenti di situ, dibutuhkan pemahaman yang baik terhadap market serta pemanfaatan solusi digital yang tepat sasaran. Disamping itu, pelaku UMKM dan masyarakat juga harus lebih meningkatkan literasi keamanan digital dan meningkatkan kewaspadaan agar tetap aman dalam bertransaksi di platform digital, contohnya tidak membagikan data pribadi Anda seperti PIN dan OTP,” ujar Tri Sukma.

Chairman Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengimbau kepada pengguna aplikasi digital. “Perlu antisipasi risiko dari go-digital tersebut.”

Menurutnya, risiko tersebut ada ketika peretas mampu menggiring korban ke suatu situs phising dengan tujuan mencuri data-data pribadi. Dalam kasus ini, korban kebanyakan kesulitan membedakan situs sebenarnya dengan situs yang dibuat oleh hacker.

Ardi mengimbau, masyarakat harus bijak menggunakan aplikasi digital untuk aktivitas bisnisnya. Masyarakat harus mengecek keaslian situs dan apakah sudah banyak yang menggunakan dengan membaca testimoni pengguna sebelumnya.

“Ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan dan bisnis berjalan lancar,” tutup Ardi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinas Perdagangan Balikpapan Punya Target dan Fokus di 2022 Nanti

Dinas Perdagangan Balikpapan Punya Target dan Fokus di 2022 Nanti

Kaltim | Minggu, 28 November 2021 | 17:56 WIB

Gelaran Beranda Kreatif di Balai Kota Medan Pukau Pengunjung

Gelaran Beranda Kreatif di Balai Kota Medan Pukau Pengunjung

Sumut | Minggu, 28 November 2021 | 13:32 WIB

Trik Branding Produk di Medsos Kepada Pelaku UMKM

Trik Branding Produk di Medsos Kepada Pelaku UMKM

Sumut | Minggu, 28 November 2021 | 10:18 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×