Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Kembali Tutup 74 Anak dan Cucu Usaha BUMN, Erick Thohir: Harus Dibongkar dan Disetop

Agung Sandy Lesmana | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 01 Desember 2021 | 16:35 WIB
Kembali Tutup 74 Anak dan Cucu Usaha BUMN, Erick Thohir: Harus Dibongkar dan Disetop
Menteri BUMN Erick Thohir.[Instagram]

Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah menutup 74 anak dan cucu usaha BUMN. Hal ini dilakukan dalam rangka efisiensi, karena dinilainya jumlah anak dan cucu usaha saat ini terlalu banyak. 

"Anak dan cucu itu terlalu banyak karena itu kita sudah menutup 74 anak dan cucu perusahaan BUMN di Telkom sudah ada 13, Pertamina 26, dan di PTPN group itu 24," ujar Erick kepada wartawan, Rabu (1/12/2021). 

Namun demikian, Erick memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja dari karyawan dalam penutupan anak dan cucu usaha BUMN tersebut. Menurut dia, tenaga kerja akan terserap di induk perusahaannya. 

Hanya saja, mantan Bos Klub Inter Milan ini menuturkan, penutupan anak dan cucu usaha ini agar perusahaan induk bisa mengembangkan potensi bisnis yang selama ini diemban oleh anak dan cucu usaha.

"Jadi buat apa kita punya, kan kadang-kadang begini, holding-nya sehat tapi dibuatlah anak cucu yang menyedot daripada keuntungan dari pada holding-nya. Nah ini yang harus kita bongkar dan setop dan kurangi," ucap dia.

Erick melanjutkan, justru dengan menutup usaha dan membuat holding bisa membuat BUMN itu kuat dan bisa bersaing di pasar dalam negeri maupun global.

"Nah ini kan mesti makin efisien kita bersaing dan itu yang selalu saya bilang. Contoh di gruping daripada industri perbankan, ketika ada swasta asing tetap BUMN sebagai penyeimbang, bahkan bisa mengintervensi. Dan kita bisa buktikan di himbara ada BRI ada Mandiri ada bank syariah sekarang, ada juga Bank BNI segala Ini kita lakukan," tutur dia.

Dalam hal ini, Ketua Pelaksana KPCPEN ini menegaskan, tidak akan berhenti menutup anak dan cucu usaha BUMN. Sebab, tambahnya, masih banyak anak dan cucu usaha yang justru menggrogoti keuntungan induk usaha.

"Ini baru 74 kita akan terus. Ini tadi saya jabarkan yang diingat saya ya, itu di Telkom di Pertamina di PTPN. Pasti di banyak lainnya masih ada hal-hal yang tidak efisien, kita harus lakukan itu," pungkas Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buntut Ribut dengan Staf Khusus Menteri BUMN, PKS Minta Ahok Tak Banyak Bicara

Buntut Ribut dengan Staf Khusus Menteri BUMN, PKS Minta Ahok Tak Banyak Bicara

Sumbar | Rabu, 01 Desember 2021 | 09:15 WIB

Ramai-Ramai Sindir Ahok, PKS: Sama-Sama Ditegur Jokowi

Ramai-Ramai Sindir Ahok, PKS: Sama-Sama Ditegur Jokowi

Sumsel | Selasa, 30 November 2021 | 19:29 WIB

Ramai Kisruh Ahok dan Staf KemenBUMN, Politisi PKS: Harusnya Banyak Bekerja Bukan Bicara

Ramai Kisruh Ahok dan Staf KemenBUMN, Politisi PKS: Harusnya Banyak Bekerja Bukan Bicara

Bisnis | Selasa, 30 November 2021 | 14:30 WIB

PPP Blak-Blakan soal Opsi Capres yang Bakal Didukung, Nama Anggota Baru Banser Disebut

PPP Blak-Blakan soal Opsi Capres yang Bakal Didukung, Nama Anggota Baru Banser Disebut

News | Selasa, 30 November 2021 | 13:48 WIB

Terkini

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Menkeu Optimistis Pendapatan Negara Capai Target, Coretax Dinilai Sudah Menunjukkan Hasil

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 13:22 WIB

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Menkeu Purbaya Heran Rupiah Melemah Terus: Enggak Masuk Akal

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:32 WIB

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Luhut Sebut Bea dan Cukai Tak Diperlukan Lagi, Purbaya Beri Jawaban

Bisnis | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB