Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Pertanyakan Program KKP, DFW: Ungkap Ruwetnya Masalah Tambak Udang di indonesia

M Nurhadi

Rabu, 08 Desember 2021 | 14:21 WIB
Pertanyakan Program KKP, DFW: Ungkap Ruwetnya Masalah Tambak Udang di indonesia
Tambak Udang Vaname.

Suara.com - Masalah produksi diminta Destructive Fishing Watch (DFW) segera dibenahi agar Indonesia mampu mewujudkan produksi 2 juta ton pada tahun 2024 seperti ditargetkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Disampaikan oleh Koordinator Nasional DFW Indonesia Moh Abdi Suhufan, ada tiga masalah mendasar yang dihadapi dalam peningkatan produksi udang yaitu ketiadaan peta detil tambak, status lahan tambak, dan kondisi saluran air yang tidak berfungsi.

"Saat ini belum ada peta detail tambak di Indonesia untuk keperluan manajemen dan engineering di tingkat farm level," kata Abdi, Rabu (8/12/2021).

Ia menyebut, rencana KKP untuk melakukan revitalisasi tambak udang tradisional seluas 5.000 ha di seluruh Indonesia patut dipertanyakan perkembangannya.

Menurut dia, ada masalah lain seperti status dan kepemilikan lahan budidaya menjadi sensitif dan berkontribusi pada kegagalan program budidaya udang selama ini.

“Data kami di Sulawesi Tenggara, karena keterbatasan lahan hampir 50 persen kawasan tambak berada di kawasan lindung mangrove khususnya di Kabupaten Konawe Selatan, Bombana dan Muna Barat,” kata Abdi.

Menurutnya, target 2 juta ton pada 2024 akan tercapai bila ada perubahan dan reformasi program budidaya perikanan, serta jika intervensinya terbatas hanya penyediaan atau bantuan sarana dan prasarana seperti benih, pintu air dan genset.

Menurut peneliti DFW Indonesia, Subhan Usman, saat ini mayoritas kondisi saluran air masih buruk lantaran program irigasi tambak yang hampir tidak ada.

"Proyek rehabilitasi saluran yang ada selama ini lebih banyak mengeruk saluran tanpa ada perbaikan layout, padahal saluran air sangat vital dan mencapai 80% keberhasilan faktor produksi," kata Subhan.

baca juga

Akibatnya, banyak tambak mengalami pendangkalan, suplai air yang terbatas dan rawan terserang penyakit.

Selain faktor infrastruktur tambak, lanjutnya, saat ini sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang diperkenalkan kepada pembudidaya belum dilaksanakan secara serius dan disiplin.

“KKP perlu melakukan evaluasi terhadap sertifikasi CBIB agar betul-betul diterapkan bukan hanya prosedural administrasi dan persyaratan di atas kertas,” kata Subhan dikutip dari Antara.

Dikabarkan sebelumnya, Dirjen Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu optimis mencapai target produksi udang sebesar 2 juta ton pada 2024 dengan tiga langkah, yaitu evaluasi, revitalisasi, dan modeling.

Sosok yang akrab disapa Tebe, memaparkan langkah-langkah tersebut adalah dengan mengevaluasi lahan budi daya yang ada di seluruh Indonesia, yang sebesar 300.501 hektare dan terdiri atas lahan tambak tradisional, intensif, dan semi intensif.

Selanjutnya, KKP juga menyiapkan luas lahan modeling atau tambak percontohan yaitu sebesar 14.000 hektare yang terdiri lahan tambak tradisional menjadi tambak intensif 11.000 hektare dan pembukaan lahan baru sebesar 3.000 hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Tawarkan Jasa Kargo untuk Komoditas Ekspor Unggulan Kepri

Garuda Tawarkan Jasa Kargo untuk Komoditas Ekspor Unggulan Kepri

Batam | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:43 WIB

Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia dengan Skema Penugasan Khusus Ekspor

Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia dengan Skema Penugasan Khusus Ekspor

Bisnis | Selasa, 07 Desember 2021 | 07:56 WIB

Nilai Ekspor Sumut Meningkat hingga Oktober 2021

Nilai Ekspor Sumut Meningkat hingga Oktober 2021

Sumut | Sabtu, 04 Desember 2021 | 15:25 WIB

Negara Tirai Bambu Jadi Tujuan Utama Ekspor Benua Etam, Ini Buktinya

Negara Tirai Bambu Jadi Tujuan Utama Ekspor Benua Etam, Ini Buktinya

Kaltim | Jum'at, 03 Desember 2021 | 21:43 WIB

Enam Eksportir Sarang Burung Walet asal Indonesia Siap Gempur Pasar China

Enam Eksportir Sarang Burung Walet asal Indonesia Siap Gempur Pasar China

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:18 WIB

Nilai Ekspor Sumut Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Nilai Ekspor Sumut Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Sumut | Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:24 WIB

Terkini

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik

17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!

Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Dugaan Penggelapan Rekrutmen BLUD RSUD Karanganyar, Polisi Telusuri Aliran Dana

Dugaan Penggelapan Rekrutmen BLUD RSUD Karanganyar, Polisi Telusuri Aliran Dana

Jawa Tengah | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:59 WIB

Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp

Apakah Smartwatch Bisa untuk WA? Ini 5 Merk yang Mendukung WhatsApp

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:56 WIB

Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?

Viral Sam Meychou Jadi Tahanan Tercantik di Kamboja, Siapa Dia dan Kena Kasus Apa?

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:53 WIB

Nikmati Cashback Rp45 Ribu di Marugame Udon Pakai QRIS BRImo

Nikmati Cashback Rp45 Ribu di Marugame Udon Pakai QRIS BRImo

Bri | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:52 WIB

Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor

Tanggulangi Kekeringan di Musim Kemarau, Kodim 0730/Gunungkidul Bangun 18 Titik Sumur Bor

Jogja | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua

Tragedi Tolikara, DPR Desak Pemerintah Jamin Nyawa Warga Sipil di Papua

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Persib Bandung vs Persija, Igor Tolic: Bukan Soal Bermain Indah, Tapi Menang!

Persib Bandung vs Persija, Igor Tolic: Bukan Soal Bermain Indah, Tapi Menang!

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:50 WIB

×