Pertanyakan Program KKP, DFW: Ungkap Ruwetnya Masalah Tambak Udang di indonesia

M Nurhadi

Rabu, 08 Desember 2021 | 14:21 WIB
Pertanyakan Program KKP, DFW: Ungkap Ruwetnya Masalah Tambak Udang di indonesia
Tambak Udang Vaname.

Suara.com - Masalah produksi diminta Destructive Fishing Watch (DFW) segera dibenahi agar Indonesia mampu mewujudkan produksi 2 juta ton pada tahun 2024 seperti ditargetkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Disampaikan oleh Koordinator Nasional DFW Indonesia Moh Abdi Suhufan, ada tiga masalah mendasar yang dihadapi dalam peningkatan produksi udang yaitu ketiadaan peta detil tambak, status lahan tambak, dan kondisi saluran air yang tidak berfungsi.

"Saat ini belum ada peta detail tambak di Indonesia untuk keperluan manajemen dan engineering di tingkat farm level," kata Abdi, Rabu (8/12/2021).

Ia menyebut, rencana KKP untuk melakukan revitalisasi tambak udang tradisional seluas 5.000 ha di seluruh Indonesia patut dipertanyakan perkembangannya.

Menurut dia, ada masalah lain seperti status dan kepemilikan lahan budidaya menjadi sensitif dan berkontribusi pada kegagalan program budidaya udang selama ini.

“Data kami di Sulawesi Tenggara, karena keterbatasan lahan hampir 50 persen kawasan tambak berada di kawasan lindung mangrove khususnya di Kabupaten Konawe Selatan, Bombana dan Muna Barat,” kata Abdi.

Menurutnya, target 2 juta ton pada 2024 akan tercapai bila ada perubahan dan reformasi program budidaya perikanan, serta jika intervensinya terbatas hanya penyediaan atau bantuan sarana dan prasarana seperti benih, pintu air dan genset.

Menurut peneliti DFW Indonesia, Subhan Usman, saat ini mayoritas kondisi saluran air masih buruk lantaran program irigasi tambak yang hampir tidak ada.

"Proyek rehabilitasi saluran yang ada selama ini lebih banyak mengeruk saluran tanpa ada perbaikan layout, padahal saluran air sangat vital dan mencapai 80% keberhasilan faktor produksi," kata Subhan.

baca juga

Akibatnya, banyak tambak mengalami pendangkalan, suplai air yang terbatas dan rawan terserang penyakit.

Selain faktor infrastruktur tambak, lanjutnya, saat ini sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang diperkenalkan kepada pembudidaya belum dilaksanakan secara serius dan disiplin.

“KKP perlu melakukan evaluasi terhadap sertifikasi CBIB agar betul-betul diterapkan bukan hanya prosedural administrasi dan persyaratan di atas kertas,” kata Subhan dikutip dari Antara.

Dikabarkan sebelumnya, Dirjen Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu optimis mencapai target produksi udang sebesar 2 juta ton pada 2024 dengan tiga langkah, yaitu evaluasi, revitalisasi, dan modeling.

Sosok yang akrab disapa Tebe, memaparkan langkah-langkah tersebut adalah dengan mengevaluasi lahan budi daya yang ada di seluruh Indonesia, yang sebesar 300.501 hektare dan terdiri atas lahan tambak tradisional, intensif, dan semi intensif.

Selanjutnya, KKP juga menyiapkan luas lahan modeling atau tambak percontohan yaitu sebesar 14.000 hektare yang terdiri lahan tambak tradisional menjadi tambak intensif 11.000 hektare dan pembukaan lahan baru sebesar 3.000 hektare.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Garuda Tawarkan Jasa Kargo untuk Komoditas Ekspor Unggulan Kepri

Garuda Tawarkan Jasa Kargo untuk Komoditas Ekspor Unggulan Kepri

Batam | Selasa, 07 Desember 2021 | 10:43 WIB

Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia dengan Skema Penugasan Khusus Ekspor

Tingkatkan Daya Saing Ekspor Indonesia dengan Skema Penugasan Khusus Ekspor

Bisnis | Selasa, 07 Desember 2021 | 07:56 WIB

Nilai Ekspor Sumut Meningkat hingga Oktober 2021

Nilai Ekspor Sumut Meningkat hingga Oktober 2021

Sumut | Sabtu, 04 Desember 2021 | 15:25 WIB

Negara Tirai Bambu Jadi Tujuan Utama Ekspor Benua Etam, Ini Buktinya

Negara Tirai Bambu Jadi Tujuan Utama Ekspor Benua Etam, Ini Buktinya

Kaltim | Jum'at, 03 Desember 2021 | 21:43 WIB

Enam Eksportir Sarang Burung Walet asal Indonesia Siap Gempur Pasar China

Enam Eksportir Sarang Burung Walet asal Indonesia Siap Gempur Pasar China

News | Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:18 WIB

Nilai Ekspor Sumut Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Nilai Ekspor Sumut Melonjak di Tengah Pandemi Covid-19

Sumut | Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:24 WIB

Terkini

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

5 Cara Membiasakan Anak Menjaga Kebersihan Tangan di Sekolah

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Kaya Buah, tapi Tak Selalu Terjangkau: Menggugat Sistem Pangan Indonesia

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:35 WIB

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Menengok Jejak Perpaduan Budaya dalam Musik Indonesia lewat Pameran Popularia

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

Menko PMK Sugiono Apresiasi Kinerja Satgas PRR dan Tekankan Mitigasi Perubahan Iklim

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Tantangan Media: Menangkap Nilai Pasar, Menjaga Demokrasi

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Indeks CFX10 Turun Tipis 0,17%, Aset Kripto Ethereum Anjlok

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:09 WIB

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Eric Bauza, Pengisi Suara Ikonik Bugs Bunny Meninggal Dunia

Entertainment | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:03 WIB

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Halmahera Hingga Batam Dilirik Bahlil Jadi Lokasi Pengembangan Pembangkit Listrik Nuklir

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×