alexametrics

Cadangan Devisa Naik, Rupiah Makin Galak Lawan Dolar AS

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Cadangan Devisa Naik, Rupiah Makin Galak Lawan Dolar AS
Ilustrasi lembar uang kertas rupiah. (Shutterstock)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot hari ini berakhir di zona hijau. Mengutip data Bloomberg rupiah ditutup menguat di level Rp 14.357 per dolar.

Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot hari ini berakhir di zona hijau. Mengutip data Bloomberg, Rabu (8/12/2021) rupiah ditutup menguat di level Rp 14.357 per dolar AS atau naik 21 poin (0,15 persen) dibanding sebelumnya Rp 14.378 per dolar AS.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi pasar terus memantau tentang perkembangan posisi cadangan devisa pada November 2021 yang mengalami peningkatan, setelah pada Oktober menurun.

"Bank Indonesia (BI)  mencatat, cadangan devisa pada bulan laporan sebesar USD 145,9 miliar atau naik tipis USD 0,4 miliar dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD 145,5 miliar," kata Ibrahim dalam analisanya.

Menurutnya, peningkatan posisi cadangan devisa pada November 2021 dipengaruhi oleh penerimaan pajak dan jasa sentra penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

Baca Juga: PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Rupiah Menguat

Sedangkan, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 8,3 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

"Ini pun berada di atas standard kecukupan internasional yang sekitar tiga bulan impor. Dan cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonmi dan sistem keuangan," paparnya.

Selain itu, survei konsumen Bank Indonesia (BI) pada November 2021 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi Indonesia masih terus menguat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 sebesar 118,5 atau lebih tinggi dari 113,4 pada Oktober 2021.

Penguatan IKK November 2021 terutama didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 99,2 yang meningkat dari 91,8 pada bulan sebelumnya.

"Di sisi lain, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau terus membaik dari bulan sebelumnya meski masih tertahan pada area pesimis. Hal ini tercermin dari Indeks Ekonomi Saat Ini (IKE) November 2021 sebesar 99,2 meningkat dari 91,8 pada bulan sebelumnya," katanya.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, BI Klaim Masih Stabil

Komentar