Masindo Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Terhadap Risiko

Iwan Supriyatna

Rabu, 15 Desember 2021 | 14:09 WIB
Masindo Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Terhadap Risiko
Webinar MASINDO mengusung tema “Membangun Masyarakat Sadar Risiko Bersama MASINDO di Era Pandemi”.

Suara.com - Minimnya kesadaran masyarakat Indonesia terhadap risiko di sekitarnya dan cara menanggulanginya mendorong terbentuknya Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO).

Perkumpulan ini terdiri dari individu dan organisasi yang memiliki persamaan pandangan dan visi untuk memasyarakatkan budaya sadar risiko. Melalui edukasi, advokasi, kajian, dan informasi berbasis bukti ilmiah, MASINDO berharap bisa mewujudkan visi tersebut.

Pada peluncuran daring via webinar yang digelar Rabu (15/12), MASINDO mengusung tema “Membangun Masyarakat Sadar Risiko Bersama MASINDO di Era Pandemi”. Peluncuran ini merupakan momentum bagi MASINDO untuk berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah, ahli kebijakan, kesehatan, dan lingkungan, serta masyarakat umum.

Melalui acara ini, MASINDO beserta para narasumber memperkenalkan ragam pengurangan risiko yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dalam webinar tersebut, terdapat sejumlah narasumber yang aktif mengampanyekan sadar risiko, yaitu Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia drg. Agus Suprapto, akademisi, peneliti kebijakan publik, serta figur publik yang juga merupakan penyanyi dan self-awareness enthusiast, Andien Aisyah.

drg. Agus selaku Keynote Speaker mengapresiasi kehadiran MASINDO dalam mendukung pemerintah meningkatkan kesadaran perilaku berisiko di tengah masyarakat, terutama di masa pandemi Covid-19. Faktor kesehatan menjadi landasan utama agar bisa bergerak maju dalam bidang ekonomi, sumber daya manusia, maupun industri.

Oleh sebab itu, kesadaran akan risiko kesehatan di segala aspek kehidupan, bahkan mulai berada dalam kandungan orangtuanya, menjadi sangat penting dalam membentuk manusia yang berkualitas.

“Saya bersyukur dengan situasi dan adanya framing baru sebuah kelompok yang bermain di tingkat kesadaran. Ini hal baru, jadi saya ucapkan selamat dan sukses karena MASINDO masuk ke soul [jiwa] bukan soal yang tampak saja tapi di bawah alam sadar. Ini pekerjaan yang luar biasa dan lebih laten dampaknya terhadap masa depan kita,” ujar drg. Agus pada webinar MASINDO.

Drg Agus menambahkan pemerintah sudah menjalankan program Gerakan Kesehatan Masyarakat (GERMAS) yang bertujuan memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat. Kehadiran MASINDO akan semakin memperkuat program GERMAS.

“Peran Kemenko PMK mengkolaborasikan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk mitra. Mitra seperti MASINDO bisa kami ajak berkolaborasi untuk memadukan dengan kementerian lain,” ucapnya.

baca juga

Dalam acara ini, MASINDO turut menghadirkan penyanyi dan self-awareness enthusiast, Andien Aisyah. Andien berpendapat kesadaran terhadap perilaku berisiko harus ditanamkan sejak dini demi menciptakan kehidupan yang berkualitas. Andien berkaca dari pengalamannya yang telah menjalankan pola hidup sehat sejak remaja.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas dibentuknya MASINDO. Dengan keberadaan MASINDO, kita bisa menyebarkan awareness lebih luas dan dalam lagi,” ujarnya.

Menurut Andien kesadaran yang rendah adalah pemicu utama masyarakat dapat terpapar risiko, baik dalam aspek kesehatan maupuk dampak terhadap lingkungan.

“Saya sangat mendukung gerakan MASINDO, karena saya percaya bahwa kesadaran atas risiko penting untuk diperhatikan. Dengan mempelajari perilaku berisiko di kehidupan kita, maka kita akan lebih aware dan dapat mulai menerapkan pola hidup sehat dan bertanggung jawab. Apalagi di era pandemi, sadar risiko menjadi semakin penting terutama untuk menekan penyebaran Covid-19,” kata Andien.

Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO), Dimas Syailendra Ranadireksa, menyatakan masyarakat sering bertindak tanpa memikirkan tentang risiko dan cara menanggulanginya.

“MASINDO mempunyai visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sadar dan peduli risiko untuk hidup lebih sehat secara jasmani dan rohani. Untuk merealisasikan visi tersebut, MASINDO akan membangun kesadaran mengenai risiko, dampak dan strategi menguranginya,” ujar Dimas.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan saat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang konsep pengurangan risiko atau bahaya (harm reduction) guna mengurangi risiko kesehatan, lingkungan, dan sosial terkait dengan kebiasaan tertentu melalui alternatif yang lebih baik, terutama jika berhenti total sulit dilakukan.

“Konsep ini telah banyak diadopsi dalam kebijakan pemerintah maupun kebiasaan masyarakat, seperti menggunakan sabuk pengaman dan helm saat berkendara, inovasi mobil listrik, substitusi kantong plastik sekali pakai, dan beralih ke produk tembakau alternatif dibandingkan dengan merokok. Selain itu, budaya sadar risiko dapat dimulai dari penerapan protokol kesehatan dan upaya lainnya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Dukungan Edukasi Konsep Pengurangan Bahaya

Dedek Prayudi, Direktur Eksekutif Center for Youth and Population Research (CYPR) turut menyatakan komitmennya dalam mendukung, bahkan berperan aktif dalam edukasi konsep pengurangan bahaya yang dilakukan MASINDO. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah kebiasaan merokok yang berpotensi mengancam negara dalam menikmati generasi emas 2045.

“Permasalahan rokok merupakan tantangan yang dapat dimitigasi dengan mengadopsi konsep pengurangan bahaya dalam kebijakan maupun melalui edukasi kepada masyarakat. Dengan menciptakan masyarakat yang sadar akan perilaku berisiko di sekitarnya, mereka diharapkan bisa menjadi solusi untuk berbagai masalah di bidang kesehatan, lingkungan, dan sosial,” kata Dedek.

Peneliti Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada, Satria Aji Imawan, menambahkan pengenalan terhadap produk tembakau alternatif, seperti snus, vape, dan produk tembakau yang dipanaskan, dapat menjadi bagian dari edukasi konsep pengurangan bahaya yang terkait dengan kebiasaan merokok. Produk tersebut dikembangkan dengan menerapkan konsep pengurangan bahaya sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif dalam membantu mereka yang sulit berhenti merokok.

“Produk tembakau alternatif dapat dimanfaatkan dalam menanggulangi persoalan prevalensi merokok. Hal ini perlu didukung oleh keterbukaan pemerintah, kajian ilmiah dari akademisi, dan perubahan perilaku masyarakat. Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi tentang sadar risiko yang merupakan misi utama dari MASINDO,” kata Satria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Disfungsi Ereksi, Apa Saja?

Mengenal Gejala dan Faktor Risiko Disfungsi Ereksi, Apa Saja?

Health | Selasa, 14 Desember 2021 | 21:30 WIB

Risiko Covid-19 Lebih Tinggi, Pasien Reumatik Inflamasi Autoimun Perlu Vaksinasi

Risiko Covid-19 Lebih Tinggi, Pasien Reumatik Inflamasi Autoimun Perlu Vaksinasi

Bekaci | Selasa, 14 Desember 2021 | 19:05 WIB

Sepanjang 2021 Penerbitan Surat Utang Lebih Rendah, Begini Data Kemenkeu

Sepanjang 2021 Penerbitan Surat Utang Lebih Rendah, Begini Data Kemenkeu

News | Senin, 13 Desember 2021 | 19:40 WIB

Terkini

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:02 WIB

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon

Jatim | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:16 WIB

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

3 Lip Balm Rp30 Ribuan yang Bagus Atasi Bibir Kering Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:05 WIB

×