Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial

Galih Prasetyo

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:01 WIB
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kedua kiri) bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin (ketiga kiri) bersiap mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz]
baca 10 detik
  • Analis politik Boni Hargens menyatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diangkat sebagai anggota kehormatan KSBSI.
  • Pengangkatan tersebut membuktikan keberhasilan konsep *society policing* yang mentransformasi Polri menjadi mitra kolaboratif masyarakat sipil.
  • Hubungan harmonis Polri dan buruh berdampak positif dalam menjaga stabilitas sosial-politik serta mendukung pemerintahan demokratis.

Suara.com - Analis politik dan hukum Boni Hargens menilai pengangkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai anggota kehormatan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) menjadi bukti keberhasilan Polri menjalankan konsep society policing.

Boni mengatakan pemberian status tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar penghargaan seremonial. Menurut dia, keputusan KSBSI mencerminkan hubungan yang semakin erat antara Polri dan kelompok masyarakat sipil, khususnya kalangan buruh.

“Pengangkatan ini bukan sekadar simbol, melainkan cerminan dari relasi yang telah terbangun secara struktural antara Polri dan elemen masyarakat sipil,” kata Boni.

boni menjelaskan, pengangkatan Kapolri sebagai anggota kehormatan KSBSI memiliki dua makna yang saling berkaitan. Pertama, keputusan tersebut menunjukkan apresiasi kelompok buruh terhadap kinerja Polri dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan masyarakat sipil.

Menurut mantan Dewan Pengawas LKBN ANTARA itu, kondisi tersebut menunjukkan perubahan posisi Polri dalam relasinya dengan masyarakat. Polisi dinilai tidak lagi hanya dipandang sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat.

Makna kedua berkaitan dengan keberhasilan agenda society policing. Konsep tersebut menekankan upaya kepolisian merangkul masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga keamanan, stabilitas sosial, dan ketertiban umum.

“Hal ini adalah pencapaian institusional yang menunjukkan transformasi paradigma kepolisian dari pendekatan represif menuju pendekatan kolaboratif,” ujar Boni.

Ia menilai hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat sipil dapat memberikan dampak terhadap stabilitas sosial-politik. Kondisi tersebut dinilai penting untuk menopang pemerintahan yang berjalan dalam kerangka demokrasi.

“Keberhasilan ini mencerminkan harmoni sosial yang berpotensi menopang stabilitas sosial-politik yang dibutuhkan negara dalam menjalankan pemerintahan yang demokratis,” katanya.

baca juga

Boni menilai penerapan society policing di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membawa perubahan terhadap paradigma kepolisian.

Menurut dia, Polri tidak hanya berfungsi sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga dapat berperan sebagai katalisator stabilitas sosial yang dibangun melalui kepercayaan publik.

Dengan pendekatan tersebut, Boni menilai berbagai bentuk gerakan sosial, termasuk aksi buruh dan demonstrasi sipil, semestinya dipandang sebagai bagian dari ekspresi kebebasan dalam sistem demokrasi.

“Polri bisa memastikan bahwa setiap gerakan sosial, termasuk aksi buruh dan demonstrasi sipil lainnya, dipahami sebagai ekspresi kebebasan dalam demokrasi, bukan ancaman terhadap pemerintahan,” ujarnya.

Menurut Boni, pendekatan tersebut menjadi penting dalam menjaga iklim politik tetap kondusif. Relasi yang baik antara aparat dan masyarakat juga dinilai dapat menjadi modal dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.

Boni juga mengaitkan keberhasilan society policing dengan stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia menilai pemerintah tidak perlu berlebihan mengkhawatirkan potensi gejolak sosial selama institusi kepolisian mampu menjaga kepercayaan dan hubungan konstruktif dengan masyarakat.

“Pemerintahan Prabowo-Gibran tidak perlu cemas dengan yang namanya social uprising karena Polri bisa diandalkan sebagai katalisator yang menjamin gerakan sosial macam apa pun hanyalah ekspresi kebebasan sipil dalam demokrasi, bukan gerakan makar atau upaya penggulingan pemerintahan,” kata Boni.

Akademisi yang pernah menempuh pendidikan di Jerman dan Amerika Serikat itu menilai kemampuan Polri mengelola hubungan dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

Polri Gandeng Garda Satya NKRI Jaga Kamtibmas dan Ketahanan Masyarakat

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:42 WIB

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK, Mahasiswa UIN Jakarta Cium Aroma Intervensi Politik

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Kapolri Amankan Pelaku Karhutla, Boni Hargens Sebut Poin Plus untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Amankan Pelaku Karhutla, Boni Hargens Sebut Poin Plus untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:10 WIB

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

Sikat Pembakar Hutan! Kapolri Pastikan Beberapa Pelaku Karhutla Sudah Diringkus

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Saat Desain "Menari" Seperti Awan: Mengintip Keseruan Jakarta Design Collabs 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:53 WIB

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:52 WIB

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

Fahd A Rafiq Hattrick Tersangka Korupsi, Golkar Kecewa dan Marah

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru

GIIAS Semarang 2026 Bidik Pasar Jateng, 19 Merek Siap Pamer Teknologi Baru

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 19:48 WIB

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 19:40 WIB

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

6 Cara Mengelola Gaji Rp3 Juta agar Bisa Nabung dan Investasi

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:39 WIB

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Media Korea Soroti Kesombongan Kim Gi-dong: Remehkan Persib Bandung Berujung Petaka

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 19:38 WIB

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Dorong Inovasi & Talenta: 22 Kampus se-Indonesia Siap Beradu Gagasan di Final Nasional PGTC 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Penyebab Antrean Biosolar Mengular di Lampung Dibidik: Polisi Sisir SPBU Ancam Cabut Izin

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bosnya Ditangkap KPK, Bisnis Summarecon Agung Terganggu?

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:33 WIB

×