Usai Right Issue, SBAT Siap Genjot Produksi Benang

Iwan Supriyatna

Selasa, 21 Desember 2021 | 09:30 WIB
Usai Right Issue, SBAT Siap Genjot Produksi Benang
Ilustrasi benang. [Pable]

Suara.com - Setelah sukses melaksanakan penambahan modal melalui Right Issue sebanyak kurang lebih Rp 130 miliar, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) siap menggenjot produksi benangnya untuk menjadi produsen benang OE Recycle Terbesar di Indonesia.

“Kami sangat berterimakasih kepada para pemegang saham SBAT, yang telah mendukung dan mempercayakan kepada kami sehingga pelaksanaan penambahan modal berjalan dengan baik. Bagi kami hal ini merupakan langkah yang baik untuk memantapkan posisi kami dan juga tentunya bagi customer kami khususnya yang telah lama menanti adanya peningkatan produksi benang OE dari kami. Demi tercapainya visi dan misi perusahaan kami yakni sebagai pemain Open End (OE) terbesar dan terbaik di Indonesia, SBAT berencana dan akan terus berinovasi serta mencari cara untuk meningkatkan produksinya dengan salah satunya akan menggandeng produsen mesin benang OE asal Swiss untuk menambah kapasitas produksi kami sebesar 150 Bale/hari ditahun depan," kata Jefri Junaedi, selaku Direktur Utama SBAT ditulis Selasa (21/12/2021).

Tingginya permintaan benang OE yang nantinya akan diproduksi menjadi sarung tangan, canvas, dan handuk oleh pelanggan SBAT di Rusia, Korea, Bangladesh dan Negara lainnya membuat SBAT sering kewalahan menerima pesanan benang OE yang terus meningkat.

Kondisi ekonomi yang kian membaik pasca pandemi covid-19 di kawasan Asia Tenggara juga memberikan efek yang positif terhadap SBAT. Baru – baru ini, SBAT diminta untuk mengirimkan benang OE sebanyak 10 container per-bulan yang ditujukan untuk pasar ekspor di kawasan Thailand dan Philipina.

SBAT tak kunjung berhenti untuk mencari solusi agar bisa memenuhi permintaan pelanggan benang OE yang terus meningkat dari seluruh penjuru dunia. Selain melakukan penambahan modal melalui right issue ini, salah satu solusi atau strategi agar bisa mengakomodir permintaan yang terus melonjak ini, SBAT saat ini juga sedang melakukan penjajagan atau MOU dengan salah satu perusahaan produsen mesin benang OE asal Swiss, yang bernama Rieter.

Mesin Rieter ditargetkan sampai dan mulai beroperasi di SBAT pertengahan tahun 2022. Dengan adanya penambahan mesin dari right issue dan MOU dengan Rieter maka SBAT diyakini akan menjadi produsen benang OE terbaik dan terbesar di Indonesia, dengan pencapaian target produksi sebesar 2.500 ton per bulan.

Dengan adanya penambahan modal SBAT yang akan digunakan untuk menambah mesih produksi dan modal kerja SBAT serta ditambah dengan perluasan kerjasama dengan Rieter, akan menjadikan SBAT terus berkembang dan menjadi pabrik textile benang OE recycle yang ramah lingkungan terbesar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan Para Pakar, Olla Ramlan Bicara soal Teknik Tarik Benang untuk Hindari Penuaan

Di Depan Para Pakar, Olla Ramlan Bicara soal Teknik Tarik Benang untuk Hindari Penuaan

Press Release | Rabu, 15 Desember 2021 | 01:40 WIB

Fungsi Benang Sari dan Komponen Lainnya Pada Bunga

Fungsi Benang Sari dan Komponen Lainnya Pada Bunga

Jogja | Kamis, 02 Desember 2021 | 10:52 WIB

Asia Pacific Rayon Umumkan Target Keberlanjutan Hingga 2030

Asia Pacific Rayon Umumkan Target Keberlanjutan Hingga 2030

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 11:45 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:23 WIB

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:12 WIB

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:10 WIB

5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar

5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:06 WIB

×