Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.318,500
LQ45 630,677
Srikehati 317,136
JII 401,976
USD/IDR 17.600

Start Up Ini Inovasi Hijaukan Lahan di Indonesia, Dengan Teknologi Blockchain

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 23 Desember 2021 | 15:27 WIB
Start Up Ini Inovasi Hijaukan Lahan di  Indonesia, Dengan Teknologi Blockchain
Start Up Ini Inovasi Hijaukan Lahan di Indonesia, Dengan Teknologi Blockchain.

Suara.com - Terobosan baru dari Perusahaan Start Up PT Green Gold Arthabuana yang melakukan gerakan menghijaukan lahan di Indonesia, dengan menggunakan teknologi blockchain.

Gerakan penghijauan ini akan di buka secara resmi ke pasar perdagangan aset crypto NUSAKU, melalui jaringan BEP20, Selasa malam pukul 21.21 Wib (21/12/2021).

Pembukaan Publik Sale ini di lakukan langsung melalui group komunitas telegram NUSAKU, dihadiri CEO NUSAKU
Yohanis Cianes Walean.

"NUSAKU token merupakan gebrakan dalam proses pencatatan digital data pohon, yang di gunakan untuk claim carbon credit," kata Yohanis.

Di harapkan melalui NUSAKU ini, akan memberikan pencatatan data yang valid sesuai dengan keterbukaan akses online 24 jam dalam technologi blockchain.

Menurutnya, NUSAKU akan mengeluarkan Sertifikat Digital sebagai bahan verifikasi basis data, dari berbagai sektor pencatatan baik offline dan online.

"Secara offline di lapangan melalui data dari para petani yang membuat bibit, menanam pohon, lokasi tanam. Melalui system' online ini ada di teknologi Blockchain yang melakukan pencatatan data dari pembelian aset digital crypto yang di lakukan para holder NUSAKU mengadopsi pohon, disebut dengan Oxygenerators," paparnya.

Yohanis menyebutkan, saat investasi di cryptocurrency para investor akan di kenakan tax fee, dari transaksi jual dan beli NUSAKU, dimana dana tersebut akan di gunakan untuk biaya Tree Adoption.

"NUSAKU akan menggebrak metode reboisasi di Indonesia, merupakan solusi efektif dalam melawan perubahan iklim dengan menggunakan technologi Blockchain," jelasnya.

Yohanis menyebutkan, melalui NUSAKU ini, akan mempermudah sektor pendanaan dari publik melalui perdagangan aset crypto currency.

"Sifat dari investasi itu akan selalu naik, sehingga semakin banyak orang yang bergabung sebagai Oxygenerators dan membeli NUSAKU, berarti secara otomatis telah ikut serta dalam gerakan penanaman pohon secara massive," paparnya.

Pelopor cryptocurrency adalah Bitcoin dan yang seperti kita tahu harga BTC dalam 10 tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat pesat, untuk itu diharapkan melalui NUSAKU para pedagang aset crypto dapat mengetahui potensi bisnis dari project ini.

Saat melakukan proses perdagangan aset crypto di market maka secara otomatis menyelamatkan lingkungan.

Melalui NUSAKU Token, PT Green Gold Arthabuana di harapkan bisa melakukan percepatan pendanaan dalam penanaman pohon di 22.000.000 lahan kosong Indonesia segera tercapai dalam waktu 10 th ke depan.

Saat ini NUSAKU bekerja sama dengan Koperasi Produsen Anugerah Bumi Hijau (KOPRABUH), yang memiliki 3.000.000 hektar lahan milik petani serta telah menanamkan 300.000.000 pohon sejak 2006, jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

31 Bidang Lahan Dikosongkan Untuk Pembangunan UIII di Depok

31 Bidang Lahan Dikosongkan Untuk Pembangunan UIII di Depok

Bogor | Kamis, 23 Desember 2021 | 09:14 WIB

Warga yang Masih Bertahan di Area Sirkuit Mandalika Diberi Waktu Sebulan Untuk Pindah

Warga yang Masih Bertahan di Area Sirkuit Mandalika Diberi Waktu Sebulan Untuk Pindah

Bali | Rabu, 22 Desember 2021 | 10:04 WIB

Diberi Waktu Sampai Akhir Desember, Warga di Dalam Sirkuit Mandalika Mulai Pindah

Diberi Waktu Sampai Akhir Desember, Warga di Dalam Sirkuit Mandalika Mulai Pindah

Bali | Rabu, 22 Desember 2021 | 08:15 WIB

Terkini

Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh

Beras Makin Mahal, Tapi Harga Cabai Rawit Merah Mendadak Jatuh

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:52 WIB

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Perang AS-Iran: 6 Juta Barel Lolos dari Selat Hormuz, Harga Minyak Turun

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:13 WIB

Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

Pengusaha Khawatir Pasar Ekspor Terganggu Imbas Pembentukan DSI, Begini Respons Danantara

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Level Rp17.652 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

IHSG Mulai Reborn, Menghijau di Awal Perdagangan Kamis

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:18 WIB

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Pasokan Kritis Akibat Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Kembali Melesat ke Level 105 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Hari Ini Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:48 WIB

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Literasi Keuangan Tertinggal dari Inklusi, Mahasiswa Rentan Terjebak Utang di Era Cashless

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:43 WIB

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

OJK Terbitkan Dua Aturan Baru Efek dan Manajer Investasi, Update Modal Minimal

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:37 WIB

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Kontraktor Tambang Andalan Perkuat Armada, Bidik Lonjakan Laba 31%

Bisnis | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:30 WIB