Lahirkan Entrepreneur Lewat Entrepreneurial Learing Model

Iwan Supriyatna

Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:58 WIB
Lahirkan Entrepreneur Lewat Entrepreneurial Learing Model
Dosen PresUniv, Rendika Nugraha.

Suara.com - Jika ingin menjadi negara maju, Indonesia perlu berupaya lebih keras untuk mendorong lahirnya lebih banyak lagi pengusaha baru. Upaya itu dapat diwujudkan dengan membangun ekosistem yang lebih kondusif bagi bertumbuhnya pengusaha pengusaha baru dan berkembangnya usaha-usaha.

Di antaranya, melalui kemudahan dalam mendirikan usaha, akses terhadap permodalan, akses pasar, termasuk pengembangan jejaring dan skema mentorship.

Kurang kondusifnya ekosistem kewirausahaan membuat jumlah pengusaha di Indonesia, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, baru mencapai 3,47% dari seluruh penduduknya.

Jumlah ini masih terlalu sedikit. Bandingkan dengan Singapura yang sudah mencapai 8,5%, atau Malaysia dan Thailand yang 4,5%.

Masih kurang kondusifnya ekosistem ini juga tercermin dari peringkat Global Entrepreneurship Index (GEI). Menurut data GEI tahun 2019, Indonesia masih menempati peringkat ke-75 dari 137 negara yang disurvei.

Dengan peringkat tersebut, posisi GEI Indonesia masih tertinggal dibanding beberapa negara tetangga di ASEAN. Misalnya, Singapura sudah menempati peringkat ke-27, Malaysia ke-43, Brunei Darussalam ke-48, Thailand ke-54, dan Vietnam ke-73.

GEI adalah indeks yang mengukur kualitas dan dinamika ekosistem entrepreneurship suatu negara. Indeks ini dipublikasikan oleh The Global Entrepreneurship and Development Institute (GEDI), institusi yang berkantor pusat di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

GEDI ini didirikan oleh para akademisi dalam bidang entrepreneurship dari George Mason University, AS, University ofg Pecs dari Hongaria, dan Imperial College London dan London School os Economic, keduanya dari United Kingdom.

Merujuk konsep GEI, salah satu institusi yang berperan penting dalam ekosistem kewirausahaan adalah perguruan tinggi. Di Indonesia, masih terlalu sedikit kampus yang mampu mencetak pengusaha-pengusaha baru.

baca juga

Sebagai perbandingan, mengutip data Financial Times (2015), sebanyak 46% lulusan program MBA Babson College di Amerika Serikat (AS) berani langsung membuka usaha sendiri setelah lulus kuliah.

Begitu pula sebanyak 34% lulusan Stanford University, AS, juga berani langsung berbisnis setamat kuliah.

Sementara, lulusan Harvard Business School yang langsung berbisnis mencapai 28%, dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) Sloan School of Management sebesar 26%.

Untuk mendorong lebih banyak lagi pengusaha yang datang dari lingkungan perguruan tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menggelar program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Program ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi negeri maupun swasta. President University (PresUniv) pun terlibat dalam program ini dengan melakukan beberapa kegiatan.

Salah satuanya adalah kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Senin-Kamis (20-23 Desember) lalu, Rendika Nugraha, dosen PresUniv yang mengelola PKM tersebut, memaparkan kegiatannya dalam seminar internasional tentang pengabdian masyarakat yang dilangsungkan secara hybrid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komitmen Beri Dampak Positif ke Masyarakat, Jababeka Raih 2 Penghargaan dari Pemprov Jabar

Komitmen Beri Dampak Positif ke Masyarakat, Jababeka Raih 2 Penghargaan dari Pemprov Jabar

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 14:41 WIB

Mengembangkan Smart Ecosystem 4.0 dengan Open Innovation

Mengembangkan Smart Ecosystem 4.0 dengan Open Innovation

Bisnis | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:56 WIB

Pemerintah Minta Bantuan Ketujuh Pihak Ini, Untuk Atasi Permasalahan Kemiskinan di Depok

Pemerintah Minta Bantuan Ketujuh Pihak Ini, Untuk Atasi Permasalahan Kemiskinan di Depok

Bogor | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:25 WIB

Terkini

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Pemain Timnas Indonesia Pernah Dipantau Como 1907, Tak Ada yang Lolos Standar Cesc Fabregas

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Jalan Pintas Penuhi Target PLTS 30 GW, Andalkan Kawasan Industri

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Harga Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup Jadi Standar Kemewahan yang Tak Masuk Akal

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

Profil Raja Harald V, Raja Eropa Paling Bersejarah Bawa Norwegia ke Era Modern

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Hair Dryer vs Air-Dry: Cara Mana yang Lebih Aman untuk Rambut?

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:08 WIB

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

Cerita Siswa MA Pejompongan Dianiaya Kelompok Ngaku Intel, Dipukul Pakai Besi di Depan Rumah

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Lebih Murah! Yamaha R2 Resmi Mengaspal, Usung Mesin DOHC: Intip Bedanya dengan R15

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:06 WIB

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Anak Penerima Pekerja Upah Masih Ditanggung JKN, Begini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

Polisi Disebut Berhasil Tangkal 'Angsa Hitam' di Demo 27 Agustus, Begini Analisanya

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:57 WIB

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Muktamar NU di Jombang Dorong Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:48 WIB

×