3 Jalur Penerapan MBKM di PresUniv

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 27 Desember 2021 | 10:19 WIB
3 Jalur Penerapan MBKM di PresUniv
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Suara.com - Segenap dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa President University (PresUniv) siap melaksanakan dan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Demikian kesimpulan hasil paparan mengenai survei tentang MBKM yang dilakukan oleh tim PresUniv.

Survei ini melibatkan tiga kategori responden, yakni dosen, tenaga kependidikan (tendik) dan mahasiswa. Paparan hasil survei tersebut disampaikan dalam sebuah seminar internasional tentang pengabdian masyarakat yang dilaksanakan secara hybrid pada 20-23 Desember 2021. Sebagian peserta dan pembicara hadir secara offline, dan sebagian lainnya mengikutinya secara online.

Dalam seminar tersebut, Haris Herdiansyah, S.Psi., M.Si., memaparkan penelitiannya yang bertopik MBMK sebagai Sumber Inovasi Model Pembelajaran untuk Membentuk Mahasiswa yang Berkarakter, Berkompetensi Unggul, dan Berwawasan Kebangsaan Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Penelitian yang dilakukan Haris bersama beberapa koleganya tersebut mendapat bantuan pendanaan dari Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Ditjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk tahun anggaran 2021.

Menurut Haris, penelitian yang mereka lakukan bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan MBKM di PresUniv berjalan dengan baik. Itu dilakukan dengan mengidentifikasi beberapa determinan keberhasilan. Ada tiga fokus kegiatan yang dilakukan PresUniv, yakni magang, Integrated Survival Experience (ISE), dan Statespersonship Project (StatesPro). Tiga kegiatan ini, menurut Haris, dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam keberhasilan program MBKM di PresUniv.

Pada bagian awal surveinya, Haris memaparkan bahwa mayoritas dosen (62,9%) sudah mengetahui tentang program MBKM. Hanya baru sebanyak 42% tendik dan 35% mahasiswa yang tahu tentang program ini.

Meski baru tahu sekilas tentang MBKM, baik dosen, tendik dan mahasiswa sudah mendapat informasi bahwa nilai Satuan Kredit Semester (SKS) untuk program ini terbilang tinggi. Ini diungkapkan oleh 98,1% dosen, 85,3% tendik dan 91,1% mahasiswa.

Menyangkut magang, ungkap Haris, ini sudah dilakukan PresUniv sejak tahun 2005.

“Sejak dulu kami sudah menjadikan magang sebagai bagian dari kegiatan perkuliahan dengan durasi minimal satu semester. Jadi, di PresUniv, magang merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dengan bimbingan dosen. Nilai SKS-nya pun terbilang besar, yakni mulai dengan 6 SKS, dan kini sudah menjadi 9 SKS. Kini dengan adanya program MBKM, nilai magang menjadi 40 SKS. Bagi kami itu tidak masalah, meski dalam penerapannya membutuhkan beberapa penyesuaian,” paparnya ditulis Senin (27/12/2021).

Itu sebabnya, merujuk hasil penelitian Haris dan koleganya, sebanyak 80,9% dosen sudah pernah menjadi dosen pembimbing magang, 61,9% dari mereka juga terlibat secara aktif dalam diskusi, rapat-rapat dan workshop yang terkait dengan program MBKM, serta 77% dosen akan mendorong mahasiswa untuk mengikuti program MBKM.

Sementara untuk kalangan tendik, sebanyak 53% di antara mereka menilai program MBKM bermanfaat bagi mahasiswa dan 66,7% akan merekomendasikan program ini ke mahasiswa.

Dari sisi mahasiswa, menurut hasil survei, sebanyak 69,1% sudah menyiapkan diri untuk mengikuti program MBKM. Lalu, 74,7% mahasiswa juga yakin program MBKM tidak akan membuat masa studi mereka menjadi lebih lama. Dan, 83,4% mahasiswa yakin bahwa program MBKM akan memberikan kompetensi tambahan bagi mereka.

Itu sebabnya hasil survei juga menunjukkan bahwa 74,39% mahasiswa sangat tertarik dengan program MBKM dan 72,26% akan merekomendasikan kepada teman-temannya untuk mengikuti program ini.

Oleh karena bersifat wajib, lanjut Haris, selama menjalani periode magang, mahasiswa tidak berada di kampus. Mereka bekerja sebagaimana layaknya pegawai perusahaan atau instansi pemerintah lainnya.

“Bahkan sekarang ini Biro Internship & Career Center (ICC), yang mengelola program magang di PresUniv sudah mengubah konsepnya. Jika sebelumnya magang adalah kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan mengenal dunia kerja, kini tidak lagi. Magang sudah menjadi jalur rekrutmen yang baru. Jadi, setelah magang, harapannya mahasiswa akan bisa langsung direkrut untuk bergabung menjadi karyawan dari perusahaaan tempat magangnya,” ungkap Haris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Perbedaan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris

4 Perbedaan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris

Your Say | Minggu, 26 Desember 2021 | 16:41 WIB

Krisis Keuangan Sekolah Swasta di Era Pandemi

Krisis Keuangan Sekolah Swasta di Era Pandemi

Your Say | Minggu, 26 Desember 2021 | 11:07 WIB

Teknologi Digital untuk Pendidikan

Teknologi Digital untuk Pendidikan

Press Release | Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:58 WIB

Terkini

Bea Cukai Periksa 82 Yacht di Ancol, Endus Pelanggaran Pajak Barang Mewah

Bea Cukai Periksa 82 Yacht di Ancol, Endus Pelanggaran Pajak Barang Mewah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:13 WIB

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial Bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Melayani Sepenuh Hati, Bank Mandiri Salurkan Program Sosial Bagi Lebih dari 114.000 Penerima Manfaat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11 WIB

Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir

Defisit APBN RI 6 Persen, Menkeu Bilang Belum Pernah Terjadi Sejak 20 Tahun Terakhir

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:50 WIB

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

PT KAI Akui Ketersediaan Tempat Duduk hingga 20 Maret Sudah Menipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:45 WIB

Bahlil Teken MoC Energi dengan Jepang, Ekonom Berikan Sejumlah Catatan

Bahlil Teken MoC Energi dengan Jepang, Ekonom Berikan Sejumlah Catatan

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:43 WIB

Pemerintah Bidik Lahan Sitaan KPK hingga Kejaksaan untuk Perumahan Rakyat

Pemerintah Bidik Lahan Sitaan KPK hingga Kejaksaan untuk Perumahan Rakyat

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:29 WIB

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Stok AS Hadang Reli Minyak Mentah Dunia

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:20 WIB

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis

Sempat Melonjak, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:09 WIB

Askrindo Berangkatkan 500 Pemudik ke 13 Rute Dengan Asuransi Gratis

Askrindo Berangkatkan 500 Pemudik ke 13 Rute Dengan Asuransi Gratis

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:07 WIB

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Armada Mobil Tangki Ditambah, Stok BBM Dijamin Tak Langka Selama Mudik

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:59 WIB