Garuda Belum Mau Operasikan Pesawat Boeing 737 MAX 8, Fokus Restrukturisasi

Dwi Bowo Raharjo, Achmad Fauzi

Selasa, 28 Desember 2021 | 20:01 WIB
Garuda Belum Mau Operasikan Pesawat Boeing 737 MAX 8, Fokus Restrukturisasi
Garuda Indonesia

Suara.com - Maskapai Garuda Indonesia belum mau mengoperasikan pesawat Boeing 737 MAX 8 untuk penerbangan komersil, meski Kementerian Perhubungan telah memperbolehkan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya masih fokus dalam restrukturisasi utang yang tengah dihadapi maskapai. Saat ini, maskapai pelat merah ini hanya memiliki satu armada Boeing 737 MAX 8.

"Sementara masih seperti saat ini belum kita terbangkan. Kita kan sedang PKPU. Kita 1000 persen fokus restrukturisasi," ujar Irfan saat dihubungi, Selasa (28/12/2021).

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali mengizinkan pesawat Boeing 737 MAX 8 terbang mulai Senin (27/12) ini. Perizinan ini, sesuai dengan hasil surat Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub A4402/8/6/DRJU.DKPPU-2021.

Surat yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Perhubungan Novie Riyanto menyebut pencabutan ini setelah adanya perubahan desain dan evaluasi pada pesawat Boeing 737 MAX 8.

Untuk diketahui, larangan operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 telah berlangsung sejak 14 Maret 2019 lalu.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan pencabutan larangan beroperasi begi seluruh pesawat udara Boeing 737-8 (737 MAX), yang dioperasikan oleh operator penerbangan Indonesia di wilayah ruang udara Republik Indonesia dan berlaku sejak tanggal ditandatanganinya surat ini," tulis Novie dalam surat tersebut yang dikutip, Senin (27/12/2021).

Selain itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menerbitkan perintah kelaikudaraan DGCA AD No. 21-12-001 dengan Subject: Air Transport Association (ATA) of America Code 22, Auto flight; 27, Flight controls; and 31, Indicating/recording systems yang berlaku efektif untuk pesawat 737-8 (737 MAX).

Perintah itu wajib dipatuhi oleh operator penerbangan sebelum mengoperasikan kembali pesawat tersebut.

baca juga

"Operator Penerbangan wajib memenuhi ketentuan-ketentuan pengoperasian yang dipersyaratkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelum dapat beroperasi secara komersial," tulis Novie.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bandara Halim Direvitalisasi, Penerbangan Komersil Pindah ke Soetta

Bandara Halim Direvitalisasi, Penerbangan Komersil Pindah ke Soetta

Bisnis | Selasa, 28 Desember 2021 | 10:50 WIB

Kemenhub Lakukan Penegakan Hukum Kepada Truk ODOL Mulai Hari Ini

Kemenhub Lakukan Penegakan Hukum Kepada Truk ODOL Mulai Hari Ini

Otomotif | Selasa, 28 Desember 2021 | 09:41 WIB

Kemenhub: Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma Tunggu Perpres

Kemenhub: Revitalisasi Bandara Halim Perdanakusuma Tunggu Perpres

Lifestyle | Selasa, 28 Desember 2021 | 00:59 WIB

Kemenhub Izinkan Kembali Boeing 737 Max 8 Beroperasi Setelah Tiga Tahun Dikandangkan

Kemenhub Izinkan Kembali Boeing 737 Max 8 Beroperasi Setelah Tiga Tahun Dikandangkan

Banten | Selasa, 28 Desember 2021 | 07:55 WIB

Kemenhub Izinkan Kembali Pesawat Boeing 737 MAX 8 Beroperasi

Kemenhub Izinkan Kembali Pesawat Boeing 737 MAX 8 Beroperasi

News | Senin, 27 Desember 2021 | 19:25 WIB

Jalur Darat Jadi Favorit Masyarakat di Hari Libur Natal

Jalur Darat Jadi Favorit Masyarakat di Hari Libur Natal

News | Senin, 27 Desember 2021 | 18:22 WIB

Terkini

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Transjakarta Ubah Rute Imbas Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat

Transjakarta Ubah Rute Imbas Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:47 WIB

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

×