7 BUMN Sepakati Pelaksanaan Program Makmur

Iwan Supriyatna

Kamis, 13 Januari 2022 | 13:50 WIB
7 BUMN Sepakati Pelaksanaan Program Makmur
7 BUMN Sepakati Pelaksanaan Program Makmur. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Pelaksanaan program Makmur semakin luas dan kuat usai mendapat dukungan dari banyak BUMN, setidaknya ada tujuh perusahaan pelat merah yang mendukung program yang diluncurkan pada Agustus 2021.

Dukungan tujuh BUMN dalam rangka pelaksanaan program Makmur ini tertuang dalam nota kesepahaman tentang pelaksanaan program Makmur yang ditandatangani antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara III (PTPN), Perusahaan Umum (Perum) Kehutanan Negara Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasa Indonesia, dan PT Asuransi Kredit Indonesia.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa seluruh BUMN yang terlibat harus benar-benar menjadi ekosistem yang demi melaksanakan program Makmur sesuai dengan tujuannya. Pasalnya, program yang memiliki makna Mari Kita Majukan Usaha Rakyat ini, dikatakan Erick merupakan program yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan penghasilan petani.

"Saya minta seluruh direksi BUMN yang hadir harus menjadi ekosistem itu karena kita sudah mempunyai produk yang bagus yaitu program Makmur, yang tadi dilaporkan targetnya 50.000 (hektar)," kata Erick usai menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman Pelaksanaan Program Makmur di acara Launching Holding Pangan, Rabu (12/1).

Sementara Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengatakan bahwa program Makmur merupakan ekosistem yang menghubungkan petani dengan project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, agro input, off taker, dan pemerintah daerah.

"Sesuai arahan Pak Menteri, pada hari ini, alhamdulillah kita melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BUMN untuk sama-sama mensukseskan Program Makmur ke depan. Kami yakin melalui kerjasama ini, semua komponen kesuksesan Makmur, baik itu permodalan, akses agro input, kawalan teknologi, sampai permasalahan offtaker dan asuransi dapat terselesaikan," kata Bakir.

Realisasi pelaksanaan program Makmur sampai dengan Desember 2021 sudah dilaksanakan di atas lahan seluas 71.612 hektar dari yang ditarget seluas 50.000 hektar, dengan petani yang terlibat sebanyak 50.054 orang. Adapun komoditi yang sudah dilaksanakan adalah padi, sawit, tebu, jagung, hortikultura, dan perkebunan rakyat. Sementara target pelaksanaan program Makmur di tahun 2022, akan dilaksanakan di atas lahan seluas 250 ribu hektar

Dari sisi produktivitas, untuk komoditi jagung dan padi mengalami peningkatan masing-masing 34,91 persen dan 33,71 persen. Sementara dari sisi penghasilan pun sama mengalami peningkatan menjadi 48,07 persen untuk komoditi jagung, dan 44,92 persen untuk komoditi padi.

Dapat diketahui tujuan nota kesepahaman ini adalah dalam rangka menjajaki rencana kerjasama dalam bidang penyaluran pendanaan pertanian dan perkebunan dan juga asuransinya, yang meliputi implementasi Program Makmur di areal pertanian atau perkebunan di wilayah kerja RNI, PTPN III, PERHUTANI dan/atau anak perusahaannya dalam rangka meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

baca juga

Adapun ruang lingkup dari nota kesepahaman ini dengan rincian sebagai berikut, Aktivitas On Farm yang meliputi analisis tanah, rekomendasi pemupukan, penyediaan pupuk non subsidi, penyediaan benih dan pestisida, penerapan teknologi & mekanisasi pertanian, pendampingan agronomis dan budidaya. Selanjutnya, Aktivitas Off Farm yang meliputi penyediaan modal kerja/KUR, penyediaan asuransi, penyediaan offtaker, penyediaan pelatihan dan workshop teknis budidaya pertanian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erick Thohir: Game Lokal Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Erick Thohir: Game Lokal Harus Jadi Tuan di Negeri Sendiri

Tekno | Rabu, 12 Januari 2022 | 18:54 WIB

Bukan dari China-AS, Menteri BUMN Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri

Bukan dari China-AS, Menteri BUMN Erick Thohir: Indonesia Harus Punya Roadmap Pangan Sendiri

Bisnis | Rabu, 12 Januari 2022 | 14:58 WIB

Resmikan Holding Pangan, Erick Thohir Singgung Teknologi Indonesia Masih Tertinggal dibanding Negara Tetangga

Resmikan Holding Pangan, Erick Thohir Singgung Teknologi Indonesia Masih Tertinggal dibanding Negara Tetangga

Bisnis | Rabu, 12 Januari 2022 | 14:07 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×