facebook

Diprediksi Bakal Pulih, Sektor Properti Bisa Jadi Pilihan Investasi Tahun 2022

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Diprediksi Bakal Pulih, Sektor Properti Bisa Jadi Pilihan Investasi Tahun 2022
Ilustrasi properti. (Sumber: inapex.co.id)

Konsultan Properti Colliers International Indonesia melihat bisnis sektor properti pada tahun 2022 bakal pulih.

Suara.com - Konsultan Properti Colliers International Indonesia melihat bisnis sektor properti pada tahun 2022 bakal pulih. Sehingga ini menjadi pilihan investasi pada tahun 2022 ini.

Senior Associate Director Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, beberapa indikator sektor properti yang mulai membaik terlihat dari pergerakan ekonomi makro pada akhir tahun selama 2021.

Selain itu, adanya wacana pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) yang akan diberikan juga kepada rumah inden (rumah belum jadi) menjadi peluang besar bagi pengembang maupun investor.

"Dampak dari insentif pajak ini sangat terasa bagi sektor residensial rumah tapak karena kebutuhan rumah tapak masih sangat besar," ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Jasindo Optimistis 2022 Asuransi Properti Meningkat

Sementara, CEO PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady percaya bahwa tahun 2022 akan terjadi percepatan pemulihan properti khususnya residensial rumah tapak sehingga sektor properti tetap menjadi primadona investasi saat ini.

"Investasi properti merupakan peluang bisnis yang menarik. Waktu yang tepat untuk berinvestasi ditentukan oleh ketepatan memanfaatkan peluang yang ada. Di masa pandemi seperti saat ini, biasanya orang tidak berani berinvestasi. Namun, sekarang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi dan membeli rumah," kata John.

Untuk mendukung peluang investasi bagi masyarakat, LPKR telah membuktikan dengan menyediakan produk properti sebagai tools of investment.

Di tengah-tengah pandemi Covid-19, LPKR justru meluncurkan Cendana Homes Series dengan harga terjangkau mulai dari Rp 560 juta. Hanya dalam kurun waktu dua tahun, unit tersebut telah mencapai harga jual diatas Rp 700 Juta.

"Saat berinvestasi yang tepat adalah sekarang. Membeli saat market sedang turun bukan pada saat market tinggi," kata John.

Baca Juga: Intensif Pajak Properti Diperpanjang, Pengembang Sayangkan Cuma 6 Bulan

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar