facebook

Ikut Stabilkan Harga, ID Food Bakal Jual Minyak Goreng Produksi PTPN III

Siswanto | Achmad Fauzi
Ikut Stabilkan Harga, ID Food Bakal Jual Minyak Goreng Produksi PTPN III
Ilustrasi minyak goreng. (Pixabay/DominicSchraudolf)

Saat ini stok pangan yang dimiliki ID Food hingga pekan kedua Januari, di antaranya gula sebesar 19.794 ton, beras 925 ton, benih padi 4.159 ton.

Suara.com - Holding BUMN Pangan (ID Food) ikut dalam upaya menstabilkan harga minyak goreng. Saat ini, ID Food tengah melobi Perkebunan Nusantara III agar sebagian produksi minyak gorengnya bisa dipasarkan oleh ID Food.

"Khusus minyak goreng, kami sedang berkoordinasi dengan PTPN III agar seperempat produksi mereka disalurkan melalui ID Food," ujar Direktur Utama ID Food Arief Prasetyo Adi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Senin (17/1/2022).

Menurut Arief, saat ini ID Food juga telah memiliki produk minyak goreng sendiri dengan nama Rania yang mana akan dikembangkan dan dipasarkan ke ritel baik di pasar ataupun supermarket

"Semoga ke depan kita bisa berkolaborasi dengan koperasi dan pondok pesantren," kata dia.

Baca Juga: Ubah Holding BUMN Jadi ID Food, Erick Thohir Ingin Benahi Rantai Pasok

Arief memaparkan saat ini stok pangan yang dimiliki ID Food hingga pekan kedua Januari, di antaranya gula sebesar 19.794 ton, beras 925 ton, benih padi 4.159 ton.

Kemudian, stok benih jagung sebesar 56 ton, daging sapi atau kerban sebanyak 2.014 ton, daging ayam 28 ton, ikan 432 ton, garam 203.515 ton, dan minyak goreng 1.106 kiloliter

"Stok kita memang langsung distribusi ke masyarakat dan kita menunggu untuk penyediaan stok lima bulan ke depan," imbuh Arief.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku tengah mempersiapkan segala hal untuk menjalankan kebijakan penyaluran minyak goreng dengan kemasan sederhana sebanyak 1,2 miliar liter seharga Rp14.000 per liter ke masyarakat.

Rencananya pada pekan ini, Mendag mulai menyalurkan minyak goreng ini ke masyarakat. Nantinya, Mendag menyalurkan minyak goreng tersebut ke produsen BUMN dan swasta yang kemudian disalurkan ke Masyarakat.

Baca Juga: Pemerintah Resmi Luncurkan Holding BUMN Pangan ID FOOD, PT RNI Jadi Induk Usaha

"Jadi karena ini jumlahnya masif, kita mesti accountable. Kita masih coba agar tengah minggu ini bisa jalan untuk mulai besok supaya juga accountable," ujar Mendag saat menghadiri peresmian Holding Pangan di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (12/1/2022).

Mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat bakal memantau setiap proses, mulai dari pengemasan hingga penyaluran ke masyarakat. Hal ini agar minyak goreng tersebut tidak kembali diekspor.

"Kita nggak mau kan tiba-tiba kemasan sederhananya, dipotong, dikumpulin, kemudian untuk diekspor lagi. Kita mau ini untuk rakyat Indonesia," kata Lutfi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar