facebook

Harga Minyak Dunia Diprediksi Bakal Tembus 100 Dolar AS per Barel

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Harga Minyak Dunia Diprediksi Bakal Tembus 100 Dolar AS per Barel
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Harga minyak turun pada perdagangan akhir pekan lalu karena tertekan kenaikan tak terduga persediaan minyak dan BBM di Amerika Serikat (AS).

Suara.com - Harga minyak turun pada perdagangan akhir pekan lalu karena tertekan kenaikan tak terduga persediaan minyak dan BBM di Amerika Serikat (AS). Tapi banyak prediksi yang menyebut harga minyak bisa tembus USD100 per Barel tahun ini.

Di sisi lain para investor melakukan aksi profit taking setelah patokan harga minyak menyentuh harga tertinggi 7 bulan terakhir.

Namun patokan minyak mentah menguat untuk minggu kelima berturut-turut, naik sekitar 2 persen pada minggu lalu. Harga naik lebih dari 10 persen sepanjang tahun ini di tengah kekhawatiran atas pengetatan pasokan.

Mengutip CNBC, Senin (24/1/2022) harga minyak brent berjangka turun 49 sen, atau 0,6 persen di harga USD87,89 per barel.

Baca Juga: Bukannya Murah, Malah Langka! Warga Sambas Harus Rela Berdesakan untuk Dapat Minyak Goreng Rp 14 Ribu per Liter

Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 41 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD85,14 per barel. Awal pekan lalu, baik Brent dan WTI naik ke level tertinggi sejak Oktober 2014.

"Kemunduran terbaru kemungkinan besar karena kombinasi dari aksi ambil untung sebelum akhir pekan dan tidak adanya katalis bullish baru," kata analis PVM Stephen Brennock.

EIA melaporkan kenaikan stok minyak di USA pertama sejak November dan persediaan bensin pada level tertinggi 11 bulan, berlawanan dengan ekspektasi industri.

"Trader tidak terkejut melihat reli harga minyak melambat," kata Edward Moya, analis senior di OANDA.

Moya bilang minyak mentah WTI turun setelah kenaikan mengejutkan dengan stok AS dan menyusul koreksi tajam di Wall Street yang mengirim aset berisiko jatuh bebas.

Baca Juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Murah di Cianjur Diserbu Emak-emak

"Harga minyak mentah mungkin tidak memiliki tiket ke arah harga USD100, tetapi fundamental sisi penawaran pasti mendukung yang bisa terjadi pada musim panas," kata Moya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar