Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Dythia Novianty | Rina Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
Ilustrasi nilai tukar rupiah. [Antara]
  • Rupiah kembali menguat di pembukaan Selasa (17/3/2026) menjadi Rp16.975 per dolar AS, menguat 0,13 persen.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh menurunnya harga minyak mentah dunia dan harapan pembukaan Selat Hormuz.
  • Pergerakan mata uang Asia bervariasi, Peso Filipina mencatat penguatan terbesar sementara Baht Thailand melemah terdalam.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai kembali bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, pada penutupan kemarin menunjukkan mata uang Garuda melemah dan mendekati Rp17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (17/3/2026) dibuka ke level Rp16.975 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,13 persen dibanding penutupan pada Senin (16/3/2026) yang berada di level Rp16.998 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.990 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan menurunnya harga minyak.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Selanjutnya, penguatan rupiah dikarenakan harapan pembukaan selat Hormuz. Sehingga, cadangan minyak akan terjaga.

"Di tengah harapan apabila selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati menyusul pernyataan Trump yang akan mengumumkan dalam waktu dekat, beberapa negara yang ikut mengamankan jalur itu. Range 16.900-17.050," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,37 persen.

Berikutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,36 persen dan yuan China yang terangkat 0,13 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang menguat 0,09 persen.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,37 persen.

Diikuti, yen Jepang yang terkoreksi 0,19 persen dan dolar Singapura tertekan 0,06. Lalu dolar Hongkong turun 0,01 persen. Kemudian won Korea Selatan terlihat melemah tipis 0,003 persen terhadap the greenback pada pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:07 WIB

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:40 WIB

Terkini

PGN Lepas Puluhan Armada Mudik Gratis BUMN 2026 di TMII

PGN Lepas Puluhan Armada Mudik Gratis BUMN 2026 di TMII

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:34 WIB

Industri Tembakau Alternatif Butuh Dukungan Regulasi Pemerintah

Industri Tembakau Alternatif Butuh Dukungan Regulasi Pemerintah

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:29 WIB

Belanja Ramadan Meningkat, Gadget hingga Furnitur Jadi Buruan

Belanja Ramadan Meningkat, Gadget hingga Furnitur Jadi Buruan

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:27 WIB

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Jelang Libur Lebaran, IHSG Dibuka Mulai Bangkit

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:14 WIB

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

BI Beberkan Kerugian jika Masyarakat Tukar Uang Lebaran Ditempat Tidak Resmi

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:41 WIB

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Tinjau PLTA Saguling, Wamen ESDM Jamin Stabilitas Pasokan Listrik Jawa-Bali

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 08:19 WIB

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

AS Selidiki Perdagangan RI Lewat Section 301, Pemerintah Ancang-ancang Siapkan Respons

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:48 WIB

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

IHSG Jeblok Jelang Lebaran, Purbaya Klaim Ekonomi RI Masih Bagus

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:45 WIB

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bank Indonesia Diramal Tahan Suku Bunga, Stabilitas Rupiah Jadi Pertimbangan Utama

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:31 WIB

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Purbaya Akui Prabowo Bolehkan Batas Defisit APBN Lebihi 3 Persen, Tapi Ada Syaratnya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 07:30 WIB