Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Selasa, 17 Maret 2026 | 09:42 WIB
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.975
Ilustrasi nilai tukar rupiah. [Antara]
  • Rupiah kembali menguat di pembukaan Selasa (17/3/2026) menjadi Rp16.975 per dolar AS, menguat 0,13 persen.
  • Penguatan rupiah dipicu oleh menurunnya harga minyak mentah dunia dan harapan pembukaan Selat Hormuz.
  • Pergerakan mata uang Asia bervariasi, Peso Filipina mencatat penguatan terbesar sementara Baht Thailand melemah terdalam.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah mulai kembali bangkit pada pembukaan hari ini. Sebelumnya, pada penutupan kemarin menunjukkan mata uang Garuda melemah dan mendekati Rp17.000.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Selasa (17/3/2026) dibuka ke level Rp16.975 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun menguat 0,13 persen dibanding penutupan pada Senin (16/3/2026) yang berada di level Rp16.998 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.990 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah disebabkan menurunnya harga minyak.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh menurunnya harga minyak mentah dunia," katanya saat dihubungi Suara.com.

Selanjutnya, penguatan rupiah dikarenakan harapan pembukaan selat Hormuz. Sehingga, cadangan minyak akan terjaga.

"Di tengah harapan apabila selat Hormuz akan kembali bisa segera dilewati menyusul pernyataan Trump yang akan mengumumkan dalam waktu dekat, beberapa negara yang ikut mengamankan jalur itu. Range 16.900-17.050," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bervariasi. Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,37 persen.

Berikutnya ada dolar Taiwan yang terkerek 0,36 persen dan yuan China yang terangkat 0,13 persen. Disusul, ringgit Malaysia yang menguat 0,09 persen.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,37 persen.

Diikuti, yen Jepang yang terkoreksi 0,19 persen dan dolar Singapura tertekan 0,06. Lalu dolar Hongkong turun 0,01 persen. Kemudian won Korea Selatan terlihat melemah tipis 0,003 persen terhadap the greenback pada pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Nilai Tukar Rupiah Rp17.000 per Dolar, APBN Terancam Tertekan Harga Minyak

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 13:41 WIB

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Rupiah Sakit Parah Dibuka ke Level Rp17.017

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 09:30 WIB

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Rupiah Kian Tak Berdaya, Cadangan Devisa RI Kian Menyusut

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 16:07 WIB

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Cadangan Devisa Mengkerut untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:34 WIB

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Harga Dolar AS Dijual Rp17,000 di Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:37 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.920

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bank Mandiri Gelar Mandiri Jogja Marathon 2026 dan Program Mandiri Sahabat Desa di 28 Desa

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:06 WIB

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Revisi UU Hak Cipta Bikin Biaya Operasional Usaha Makin Mahal? Ini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 16:00 WIB

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

BSI Catat DPK Rp382 Triliun, Percepat Ekspansi Global Lewat Dubai dan Siapkan Cabang di Arab Saudi

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:59 WIB

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

BRI Perkuat Digitalisasi, BRILink Agen Berpeluang Dapat Emas Gratis

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:38 WIB

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Nasib Dana Investor DSI Terjawab, OJK dan LPSK Kawal Restitusi Ribuan Korban

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:25 WIB

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

IMF Peringatkan Risiko Ekonomi Negara Berkembang di Asia

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:56 WIB

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB