Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Konsep BIGS untuk Menjawab Paradoks Penerbangan Nasional

Iwan Supriyatna | Suara.com

Kamis, 03 Februari 2022 | 05:54 WIB
Konsep BIGS untuk Menjawab Paradoks Penerbangan Nasional
Sidang terbuka program Doktoral Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Bisnis dengan promovendus Agoes Soebagio.

Suara.com - Universitas Trisakti, Jakarta pada Rabu, 2 Februari 2022 kembali melakukan sidang terbuka program Doktoral Ilmu Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Bisnis dengan promovendus Agoes Soebagio dan dilaksanakan secara daring (online) dengan media zoom. Agoes Soebagio dinyatakan lulus sebagai Doktor dengan predikat cumlaude dan merupakan doktor ke 560 dari FEB Universitas Trisakti.

Sebagai promotor promovendus adalah Prof H Muhammad Zilal Hamzah, Ph.D dan Co-promotor Dr. Eleonora Sofilda, M. Si.

Sedangkan tim penguji terdiri dari Dr. Yolanda Masnita Siagian, MM., CIRR sebagai ketua dan anggota terdiri dari Prof. Dr. Bambang Soedaryono, Ak, MBA; Prof. Sri Susilowati, Ph.D; Dr. Cris Kuntadi, SE., MM,. CA., CPA., QIA., Ak; Prof. Dr. Ir, Dwisuryo Indroyono Soesilo, Msc; dan Prof. Dr. Nur Azura Sanusi sebagai external examiner dari Universiti Malaysia Terengganu.

Agoes Soebagio yang juga merupakan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VI Padang melakukan penelitian disertasi dengan judul: “Kebijakan Bisnis Maskapai Penerbangan Berjadwal Nasional: Menjaga Keseimbangan Aspek Keselamatan Dan Komersial Penerbangan.”

"Kesimpulan dari penelitian disertasi tersebut di antaranya adalah bahwa penerbangan nasional memerlukan kebijakan bisnis yang bersifat dinamis dan dapat direlaksasi dengan situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat, seperti misalnya saat terjadi pandemi Covid-19 seperti saat ini," kata Agoes dalam keterangannya ditulis Kamis (3/2/2022).

Beberapa kebijakan yang dapat direlaksasi misalnya kebijakan tarif yang dikaitkan dengan penyederhanaan jenis layanan maskapai dari tiga layanan yaitu full service, medium dan no frill menjadi hanya dua yaitu full service dan no frill. Medium service dapat dilayani oleh full service yg menurunkan layanan atau no frill yang menambah layanan. Dengan kebijakan tersebut,  dapat dihindari terjadinya perang tarif (predatory pricing).

Selain itu juga diperlukan kebijakan untuk mengetahui tingkat kesehatan finansial maskapai penerbangan dengan indikator-indikator yang dibuat oleh regulator sehingga dapat dilakukan deteksi dini untuk menyehatkan finansial maskapai penerbangan tersebut dan memberikan layanan yang lebih baik pada masyarakat.

Di sisi lain, persepsi keselamatan penerbangan dari penumpang pesawat Indonesia masih rendah. Penumpang menganggap bahwa keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab maskapai dan pemerintah sehingga merasa tidak perlu mengetahui keselamatan penerbangan lebih jauh. Penumpang masih menjadikan harga tiket sebagai faktor penentu dalam memilih maskapai dibanding faktor keselamatan dan layanan.

Untuk itu diperlukan komunikasi publik yang intensif, fokus dan kolaboratif antara regulator dan operator agar implementasi kebijakan publik bisnis penerbangan dapat terealisasi dengan baik dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Dan juga agar masyarakat semakin menyadari pentingnya keselamatan dan layanan dari maskapai penerbangan.

Hasil penelitian tersebut didapat Agoes setelah melakukan penelitian dengan metode kuantitatif dan kualitatif dengan tiga perspektif yaitu perspektif konsumen, perspektif operator dan perspektif regulator selama kurang lebih 4 bulan yaitu April – Juli 2021. Narasumber penelitian adalah 619 penumpang pesawat udara dari 5 maskapai yaitu Garuda, Lion Air, Batik Air, Citilink, Sriwijaya dan Indonesia Air Asia di 5 bandara  yaitu Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Sultan Hasanuddin, Bandara Kualanamu dan Bandara Internasional Minangkabau.

Selain itu Agoes juga melakukan wawancara mendalam dengan regulator yaitu Direktorat Jenderal Perhubungan Udara; operator yang terdiri dari maskapai, MRO, bandara; asosiasi penerbangan seperti INACA dan IATA; serta stakeholder lain dan para ahli penerbangan nasional.

Dari hasil wawancara dapat disimpulkan terdapat 5 faktor utama yang menjadi faktor penentu untuk keberlanjutan pada industri penerbangan, yaitu:  pertama  faktor dukungan kebijakan dari regulator; kedua faktor peranan stakeholder; ketiga perlunya regulasi mengenai tarif; keempat perlunya pengawasan finansial dan menyadari aspek keuangan menjadi penentu terhadap keberlanjutan industri penerbangan; dan kelima menghindari perang tarif (bisa menimbulkan predatory pricing).

Menurut Agoes, selama kurun waktu tahun 2015-2019, terjadi paradoks dalam penerbangan nasional. Paradoks tersebut adalah meningkatnya keselamatan penerbangan maskapai penerbangan dengan ditandai meningkatknya hasil audit USOAP dari ICAO pada tahun 2017 di mana hasilnya mencapai 80,34 %, melebihi rata-rata internasional yaitu 60%. Juga kembali dinaikkannya kategori keselamatan Indonesia oleh otoritas penerbangan AS dari kategori 2 menjadi kategori 1 di tahun 2016, dan dihentikannya larangan terbang maskapai Indonesia oleh Uni Eropa tahun 2018.

Di sisi lain bisnis maskapai pada periode tersebut justru merugi yang dapat dilihat dari laporan keuangan Garuda Indonesia dan Indonesia AirAsia, pernyataan terbuka Sriwijaya Air terkait hutang yang besar pada beberapa pihak, serta kebijakan mayoritas maskapai menaikkan harga tiket pada tahun 2019  untuk memperbaiki cash flow maskapai.

“Padahal seharusnya antara keselamatan dan bisnis harus seimbang. Bahkan agar maskapai dapat hidup berkelanjutan, pendapatan  dari bisnis penerbangan harus lebih besar sehingga dapat menutupi biaya yang dikeluarkan maskapai untuk menjamin keselamatan penerbangan,” ujar Agoes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tjok Bagus Pemayun Sebut Pemerintah Bakal Longgarkan Sejumlah Aturan PPLN Masuk Bali

Tjok Bagus Pemayun Sebut Pemerintah Bakal Longgarkan Sejumlah Aturan PPLN Masuk Bali

Bali | Rabu, 02 Februari 2022 | 20:15 WIB

APPMB Bali Tanggapi Rencana Pembukaan Penerbangan Internasional : Semoga Tidak PHP Lagi

APPMB Bali Tanggapi Rencana Pembukaan Penerbangan Internasional : Semoga Tidak PHP Lagi

Bali | Rabu, 02 Februari 2022 | 19:45 WIB

3 Maskapai Penerbangan Internasional Akan Mendarat di Bali, Pertama dari Jepang

3 Maskapai Penerbangan Internasional Akan Mendarat di Bali, Pertama dari Jepang

Bali | Rabu, 02 Februari 2022 | 17:30 WIB

Terkini

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:47 WIB

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB