Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Pulih Tapi Tidak Merata

Erick Tanjung, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 17 Februari 2022 | 16:54 WIB
Sri Mulyani: Ekonomi Global Mulai Pulih Tapi Tidak Merata
Menteri Keuangan Sri Mulyani [Suara.com/Muhammad Fadil]

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ekonomi global terus menunjukkan pemulihan. Namun, dalam proses pemulihan tersebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi lajunya.

“Ini termasuk harga pangan dan energi yang lebih tinggi, potensi kenaikan suku bunga, ancaman varian Covid-19 yang baru. Gangguan rantai pasokan, bencana alam akibat perubahan iklim, dan meningkatnya ketegangan geopolitik,” kata Sri saat membuka The First G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

Menkeu melanjutkan bahwa setelah mengalami kontraksi sebesar 3,3 persen pada tahun 2020, IMF memproyeksikan bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 5,9 persen pada tahun 2021. Meski kemudian terkoreksi menjadi 4,4 persen pada tahun 2022.

"Seperti yang kita semua saksikan, ekonomi global telah pulih tetapi yang pasti proses pemulihan ini tidak merata dan tidak mudah,” jelas dia.

Sri Mulyani menyebut, munculnya varian baru omicron juga berkontribusi pada meningkatnya ketidakpastian dalam ekonomi global. Selain itu perbedaan kapasitas untuk mengatasi pandemi Covid-19 termasuk realisasi vaksinasi di berbagai negara merupakan faktor utama yang menyebabkan pemulihan yang tidak merata.

“Faktor-faktor ini tentu saja akan membentuk lanskap ekonomi global ke depan,” tutur dia.

Penyelenggaraan Presidensi G20 pertama di Indonesia yang dilaksanakan di tengah kondisi pandemi saat ini penuh dengan tantangan.

Forum G20 menjadi komitmen Indonesia untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan negara-negara anggota G20 untuk menghadapi ketidakpastian global. Yakni dengan menindaklanjuti komitmen untuk mengatasi tantangan kesehatan global guna membantu negara mengelola dampak covid dan varian baru yang mungkin muncul serta mengelola dampak ekonomi dari pandemi serta meningkatkan akses vaksin yang adil.

“Ini juga untuk memperluas dan memperkuat proses pemulihan global dan untuk memastikan kita pulih bersama dan pulih lebih kuat,” pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Singgung Konflik Rusia-Ukraina, Jokowi: Semua Pihak Harus Hentikan Rivalitas dan Ketegangan

Singgung Konflik Rusia-Ukraina, Jokowi: Semua Pihak Harus Hentikan Rivalitas dan Ketegangan

News | Kamis, 17 Februari 2022 | 14:29 WIB

Lonjakan Inflasi Negara Maju Bikin Jokowi Ketar-ketir, Sri Mulyani: Harus Diwaspadai

Lonjakan Inflasi Negara Maju Bikin Jokowi Ketar-ketir, Sri Mulyani: Harus Diwaspadai

Bisnis | Rabu, 16 Februari 2022 | 21:44 WIB

Strategi Go Smaller, Go Shorter dan Go Faster Besutan BRI Dipuji Sri Mulyani

Strategi Go Smaller, Go Shorter dan Go Faster Besutan BRI Dipuji Sri Mulyani

Jogja | Rabu, 16 Februari 2022 | 19:40 WIB

Terkini

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×