Kembangkan 52 Ribu Hektare di 16 Daerah, Tahun Ini Pemerintah Jamin Ketersediaan Kedelai

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 25 Februari 2022 | 10:44 WIB
Kembangkan 52 Ribu Hektare di 16 Daerah, Tahun Ini Pemerintah Jamin Ketersediaan Kedelai
Ilustrasi tanaman kedelai. (Dok: Kementan)

Suara.com - Tahun ini, Kementerian Pertanian menjamin ketersediaan kedelai utamanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi rumah tangga melalui fasilitasi pengembangan 52 ribu hektare tanaman kedelai, yang tersebar di 16 daerah. Satu diantaranya adalah di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto, kedelai merupakan kearifan lokal, sehingga menjadikan Grobogan sebagai salah satu sentra kedelai nasional.

"Seleksi terus-menerus menghasilkan varietas Grobogan. Varietas ini bukan dari hasil pemuliaan, tapi dari seleksi pemurnian varietas. Ini berlangsung lama, sehingga menghasilkan varietas unggul nasional," kata Sunanto, saat ditemuai di kantornya, Jateng, Kamis (24/2/2022).

Kedelai adalah salah satu sumber pangan selain padi dan jagung yang digemari hampir semua lapisan usia. Komoditas pangan penghasil protein nabati ini setiap tahun kebutuhannya terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan bahan baku industri olahan seperti tahu, tempe, kecap, dan susu.

Menurut Sunanto, kedelai varietas Grobogan memiliki beberapa keunggulan, yaitu bukan termasuk kedelai GMO, non transgenik, dan potensi produksi tinggi, mencapai 3,2 ton per hektare. Bahkan menurut pengakuan Sunanto, di Grobogan pernah menghasilkan 3 ton kedelai per hektare.

"Keunggulan lainnya, kadar protein kedelai Grobogan tinggi, mencapai 43 persen. Selain itu, umur penanaman pendek, hanya 85 hari. Saat panen, daunnya sudah rontok, sehingga memudahkan pemanenan sehingga polong kering," ungkapnya.

Selama ini, sebagian besar hasil panen kedelai Grobogan digunakan sebagai benih dan sisanya diserap oleh DIY dan Jawa Barat (Sumedang), yang selama ini menggunakan kedelai Grobogan sebagai sumber olahan pangan.

Keuntungan menanam kedelai, menurut Sunanto, tidak lebih rendah dibandingkan menanam padi atau jagung. Hasil analisis usaha yang dilakukan Dinas Pertanian Grobogan menunjukkan bahwa jika dihitung harian, pendapatan petani kedelai adalah Rp152 ribu per hari, dengan input usaha tani per hektare hanya Rp5 juta. Sedangkan padi, per hari kurang lebih Rp143.500 dan jagung Rp127 ribu per hari, dengan input usaha tani masing-masing dirata-ratakan sebesar Rp15 juta per hektare.

"Jagung butuh 110 hari, kalau padi sekitar 115 hari dan kedelai hanya 85 hari. Kalau misalnya pendapatan dibagi waktu tanam, maka sebenarnya kedelai paling menguntungkan," imbuhnya.

baca juga

Namun Sunanto menegaskan, kunci agar petani kembali bergairah menanam kedelai dan mendapatkan keuntungan adalah adanya jaminan kepastian harga.

Di tempat terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Yuris Tiyanto menyampaikan, 16 daerah pengembangan kedelai meliputi Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Nusa Tenggara Timur, Riau, Jambi, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalsel, Sulteng, Sultera, dan Sulbar.

Pihaknya mengajak peran off taker sebagai avalis pembiayaan.

"Dengan menggandeng off taker, maka dimungkinkan untuk menjadi penjamin untuk pembiayaan KUR dan sekaligus pemasaran hasil petani kedelai," ungkapnya.

"Kami terus mendorong petani untuk kembali menanam kedelai di sentra produksi kedelai yang sudah ada. Kami berharap produktivitas bisa meningkat," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lewat Program Taxi Alsintan, Kini Petani Bisa Miliki Alat dan Mesin Pertaniannya Sendiri

Lewat Program Taxi Alsintan, Kini Petani Bisa Miliki Alat dan Mesin Pertaniannya Sendiri

Bisnis | Kamis, 24 Februari 2022 | 14:02 WIB

Mentan Ingin Para Petani Bisa Hasilkan Pupuk Organik secara Mandiri

Mentan Ingin Para Petani Bisa Hasilkan Pupuk Organik secara Mandiri

Bisnis | Rabu, 23 Februari 2022 | 12:38 WIB

Banyak Mengalami Tantangan, Kementan Terus Upayakan Kebutuhan Kedelai Nasional

Banyak Mengalami Tantangan, Kementan Terus Upayakan Kebutuhan Kedelai Nasional

Bisnis | Selasa, 22 Februari 2022 | 15:21 WIB

Pemerintah Siapkan 650 Ribu Lahan untuk Hasilkan Satu Ton Kedelai Pada 2022

Pemerintah Siapkan 650 Ribu Lahan untuk Hasilkan Satu Ton Kedelai Pada 2022

Bisnis | Selasa, 22 Februari 2022 | 10:53 WIB

Kedelai Lokal Lebih Unggul Dibanding Luar Negeri, Kenapa Indonesia Masih Impor?

Kedelai Lokal Lebih Unggul Dibanding Luar Negeri, Kenapa Indonesia Masih Impor?

Bisnis | Selasa, 22 Februari 2022 | 10:13 WIB

Kuota Pupuk Subsidi Terbatas, Pemprov Lampung Bantu Petani dengan Pupuk Non Subsidi

Kuota Pupuk Subsidi Terbatas, Pemprov Lampung Bantu Petani dengan Pupuk Non Subsidi

Bisnis | Senin, 21 Februari 2022 | 07:36 WIB

Terkini

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

Militer AS Tuding Garda Revolusi Iran Serang Kapal Supertanker dengan Rudal dan Drone

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:18 WIB

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Jelang Peluncuran Rabu, REDMI Note 17 Pro Max 5G Pamer Ketahanan Air hingga 72 Jam

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 09:15 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Gantikan Purbaya, Menkeu Baru Suahasil Jamin Kemenkeu Lebih Solid

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Main Mata di Pilkades, ASN Bekasi Kena Sanksi Ini

Bekaci | Selasa, 15 September 2026 | 09:13 WIB

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Gol Offside Haaland Disahkan Manchester United Dicurangi, Wasit VAR Dibebastugaskan

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:09 WIB

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

RWA dan Stablecoin Jadi Fokus, Bursa Kripto CFX Siapkan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:03 WIB

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Mobil Isuzu Elf Angkut 18 Wisatawan Terbakar di Bali

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Memahami Privilege Blindness di Tengah Krisis dan Berita Buruk

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:00 WIB

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Kedaulatan Data Jadi Kunci Ketahanan Bisnis UMKM di Era Gempuran AI

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:58 WIB

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Inovasi Aset Digital Berkembang, Bursa Kripto CFX Dorong Ekosistem Syariah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:56 WIB

×