Untuk Mewujudkan Ekspor Beras di 2022, Kementan Siap Optimalisasi Alsintan dan Jaringan Irigasi

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Jum'at, 18 Februari 2022 | 21:20 WIB
Untuk Mewujudkan Ekspor Beras di 2022, Kementan Siap Optimalisasi Alsintan dan Jaringan Irigasi
Galakkan Budidaya Padi IP400, Kementan Optimalkan Alsintan dan Jaringan Irigasi. (Dok: Kementan)

Suara.com - Untuk meningkatkan produktivitas, produksi bahkan terwujudnya ekspor beras tahun 2022, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) telah mencanangkan program budidaya padi dengan indeks pertanaman (IP) 400 atau tanam dan panen empat kali setahun yang dikelola dalam klaster kawasan berbasis korporasi petani.

Hal tersebut terungkap dalam webinar Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Propaktani bertajuk Seri IP400 Kreatif dan Inovatif: Dukungan Sarana Prasarana Mendukung IP400 (Alsin, Perpompaan, Dll), Jumat (18/2/2022).

Selain penggunaan bibit unggul genjah, tanam culik dan lainnya, salah satu kunci penting keberhasilan program ini yakni optimalisasi penyediaan atau dukungan alat mesin pertanian (Alsintan) dan membentuk perairan yang baik. 

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ali Jamil mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan target produksi komoditas utama tahun 2022, dimana untuk padi sebesar 55,20 juta ton. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan usaha-usaha atau cara baru seperti gerakan budidaya padi IP400, salah satu kunci suksesnya adalah penyediaan alsintan yang dikelola secara korporasi oleh petani.

“Bapak boleh menjadi juragan Taxi Alsin, boleh silahkan, buat saja CV nya dan sebagainya. Sebab adanya Taxi Alsintan sangat membantu kebutuhan petani. Pemilihan jenis alsintan fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan petani di lokasi. Adanya Taxi Alsin pun sangat membantu untuk meningkatkan produksi IP400. IP400 harus sukses, kita support IP400,” ujar Ali dalam webinar tersebut.

Ali menambahkan kebijakan program strategis Direktorat Jenderal PSP selanjutnya untuk IP400 adalah perlindungan lahan pertanian dengan suplesi air irigasi melalui kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), pembangunan embung, parit, perpompaan dan perpipaan. Dan melalui Direktorat Pembiayaan Pertanian, berkomitmen untuk mendorong petani mendaftarkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan menggalakkan program fasilitasi KUR. 

"Setelah semuanya telah dilakukan maka bisa diberikan fasilitasi pupuk bersubsidi dan pengembangan alsintan pra-panen," ungkapnya.

Direktur Irigasi Pertanian, Rahmanto menjelaskan lahan persawahan di Indonesia terbagi menjadi dua yakni sawah teririgasi dan tadah hujan. Untuk sawah teririgasi perlu dicermati mengenai ketersediaan airnya sepanjang tahun, sehingga harus dilakukan dukungan kegiatan agar adanya IP400 tidak mengganggu golongan (daerah yang lain). 

"Untuk sawah tadah hujan, kita perlu membuat bendungan atau tanggul untuk menambah irigasi. Jadi prinsipnya saya sarankan untuk lokasi IP400 buatlah irigasi suplesi tentunya dengan melihat cadangan airnya banyak atau tidak,” tegasnya.

baca juga

Plh. Direktur PPHTP, Achmad Yusup menegaskan program IP400 dapat meningkatkan produksi padi lebih signifikan dengan melihat situasi sekarang yang tidak menentu. Terkait kebijakan pengembangan sarana pasca panen tahun 2022 sangat erat terkait dengan peningkatan kompetensi operator, penerapan good handling practices dan pengembangan bengkel alsintan. 

“Untuk mendukung kegiatan IP400 saya rasa alat mesin yang sudah beredar di lapangan atau di kelompok tani sejak tahun 2017-2021 sudah cukup banyak dan dapat mendukung IP400 tentunya. Provinsi-provinsi yang sudah mendapat dukungan sarana pascapanen untuk kegiatan IP400, dari 33 provinsi yang ada yaitu Banten, Jabar, Jatim, dan Sulsel merupakan provinsi yang paling banyak memiliki bantuan sarana pasca panen," imbuh Yusup.

Perwakilan Direktorat Alat dan Mesin Pertanian, Handi Arif menyebutkan teknologi alsintan memiliki kontribusi yang besar terhadap waktu kerja, biaya, provitas dan losses. Misalnya, alsintan pengolahan tanah dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja 97,4 % serta dapat menurunkan biaya kerja sejumlah 40% dan untuk alsintan penanaman dapat menghemat waktu kerja sebanyak 98% serta menurunkan biaya kerja sejumlah 20%. 

"Program Taxi Alsintan tahun 2022 ini dilaksanakan di 500 kabupaten/kota di sentra produksi dan pembiayaan pengembangannya menggunakan KUR," ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi meminta Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian untuk menyalurkan alsintan, sumur dangkal dan pompa guna meningkatkan produksi IP400. Hal tersebut dilakukan karena saat ini pertanian berbasis teknologi merupakan hal yang harus diterapkan demi menciptakan efisiensi, produktivitas, dan nilai tambah, serta guna mewujudkan arahan Mentan SYL terkait optimalisasi alsintan dalam upaya meningkatkan pembangunan pertanian Indonesia. 

"Dalam mewujudkan komitmen membangun ketahanan pangan nasional, khususnya mendukung upaya program IP400. Penggunaan combine harvester dan alsin lainnya, selain menghilangkan losses, juga dapat mempercepat petani dalam olah tanah dan tanam," ucap Suwandi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkait Perubahan Iklim yang Ancam Ketahanan Pangan, Gus Muhaimin Minta Kementan Waspada

Terkait Perubahan Iklim yang Ancam Ketahanan Pangan, Gus Muhaimin Minta Kementan Waspada

DPR | Kamis, 17 Februari 2022 | 17:59 WIB

Pertanian Dengan Padi Organik di Gorontalo

Pertanian Dengan Padi Organik di Gorontalo

Foto | Kamis, 17 Februari 2022 | 15:40 WIB

Ongkos Pertanian di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain, tapi Produktivitas Rendah

Ongkos Pertanian di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain, tapi Produktivitas Rendah

Sumsel | Kamis, 17 Februari 2022 | 15:26 WIB

Bendung Makawa Kabupaten Luwu Mulai Alirkan Air ke 803 Hektar Lahan Pertanian

Bendung Makawa Kabupaten Luwu Mulai Alirkan Air ke 803 Hektar Lahan Pertanian

Sulsel | Kamis, 17 Februari 2022 | 15:18 WIB

Karantina Pertanian Belawan Musnahkan Kacang dan Gandum dari Malaysia

Karantina Pertanian Belawan Musnahkan Kacang dan Gandum dari Malaysia

Sumut | Kamis, 17 Februari 2022 | 11:50 WIB

Kesejahteraan Petani Naik Signifikan, Suharso Manoarfa: Kita Harus Terus Tingkatkan

Kesejahteraan Petani Naik Signifikan, Suharso Manoarfa: Kita Harus Terus Tingkatkan

Bisnis | Kamis, 17 Februari 2022 | 10:18 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×