Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Biaya Operasi Militer Rusia di Ukraina Diperkirakan Capai Rp288 Triliun per Hari

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 09 Maret 2022 | 07:44 WIB
Biaya Operasi Militer Rusia di Ukraina Diperkirakan Capai Rp288 Triliun per Hari
Foto ini menunjukkan sebuah kendaraan pengangkut personel lapis baja Rusia (APC) terbakar di samping tubuh tentara tak dikenal selama pertempuran dengan angkatan bersenjata Ukraina di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

Suara.com - Rusia belum menyatakan mundur untuk menjalankan operasi militer mereka terhadap Ukraina. Padahal biaya yang dibutuhkan Rusia untuk operasi militer ini cukup besar.

Mengutip laporan lembaga riset Centre for Economic Recovery dan Civitta serta EasyBusiness, pemeritnah Rusia diperkirakan menghabiskan 20 miliar dolar AS atau setara Rp 288 triliun tiap hari dalam operasi militer ini.

Tidak hanya itu, lembaga itu juga memperkirakan, jika ada alat tempur Rusia yang hancur maka biaya yang dibutuhkan bisa lebih besar.

Sementara itu, untuk nilai kerugian dari korban jiwa, lembaga itu memetakannya dengan membuat proyeksi hilangnya PDB dari korban ini.

"Skala mobilisasi, termasuk logistik, personel, amunisi, bahan bakar, peluncuran roket, dan sebagainya akan menghabiskan lebih banyak uang setiap hari. Akibatnya, menurut para peneliti, biaya perang harian untuk Rusia kemungkinan akan melebihi US$ 20 miliar seiring dengan skala invasi," tulis laporan terkait dikutip Consultancy.eu dikutip Rabu (9/3/2022).

Dalam data yang dibagikan, kurang dari satu minggu, militer Rusia kehilangan 29 jet tempur, 29 helikopter, dan 75 unit senjata artileri.

Selain itu, lembaga yang sama juga mengklaim, Rusia kehilangan 191 tank dan 816 mobil armor lapis baja dan 518 tentara tewas dalam operasi militer tersebut.

"Kerugian langsung dari perang saja, termasuk peralatan militer yang dilikuidasi dan korban di antara personel dalam 5 hari pertama, telah merugikan Rusia sekitar US$ 7 miliar. Dari jumlah ini, hilangnya nyawa manusia saja diperkirakan menyumbang US$ 2,7 miliar dalam PDB yang hilang selama beberapa tahun mendatang," sebut data tersebut.

Data yang juga menyebutkan mengenai kerugian Rusia lainnya pasca sanksi yang dijatuhkan beberapa negara hingga diprediksi memicu inflasi yang cukup tajam.

"Perusahaan Rusia dengan cepat kehilangan kapitalisasi pasar, dan dengan pembatasan baru pada perdagangan obligasi pemerintah dan pembekuan aset bank sentral, menjadi sangat sulit bagi otoritas Rusia untuk menjaga stabilitas makro dan membayarkan utang negara," demikian sebut data tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Best 5 Oto: Britishvolt Dukung Mobil Listrik Aston Martin, Ekspor Toyota Veloz Lewat Pelabuhan Patimban

The Best 5 Oto: Britishvolt Dukung Mobil Listrik Aston Martin, Ekspor Toyota Veloz Lewat Pelabuhan Patimban

Otomotif | Rabu, 09 Maret 2022 | 07:28 WIB

Coca-Cola dan Starbucks di Rusia Berhenti Beroperasi

Coca-Cola dan Starbucks di Rusia Berhenti Beroperasi

Bisnis | Rabu, 09 Maret 2022 | 05:42 WIB

WHO Ungkap Serangan Terhadap Rumah Sakit di Ukraina Semakin Gencar Dilakukan

WHO Ungkap Serangan Terhadap Rumah Sakit di Ukraina Semakin Gencar Dilakukan

Surakarta | Rabu, 09 Maret 2022 | 07:30 WIB

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal 9 Warga Binjai di Ukraina: Itu Tanggung Jawab Pemerintah Pusat

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi soal 9 Warga Binjai di Ukraina: Itu Tanggung Jawab Pemerintah Pusat

Sumut | Rabu, 09 Maret 2022 | 07:35 WIB

Arab Saudi Hapus Aturan Karantina dan PCR, Kemenag Akan Konsultasi DPR Kaji Ulang Biaya Haji 2022

Arab Saudi Hapus Aturan Karantina dan PCR, Kemenag Akan Konsultasi DPR Kaji Ulang Biaya Haji 2022

News | Selasa, 08 Maret 2022 | 23:20 WIB

Ukraina Sapu Medali Paralimpiade Dalam Suasana Khawatir Akibat Invasi

Ukraina Sapu Medali Paralimpiade Dalam Suasana Khawatir Akibat Invasi

Jogja | Selasa, 08 Maret 2022 | 22:00 WIB

Terkini

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Industri Asuransi Jiwa Syariah Tumbuh Double Digit, Prudential Syariah Kempit Pangsa Pasar 22 Persen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:29 WIB

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Maupun Aturan Pajak Baru Sebelum Ekonomi Membaik

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Purbaya Bikin Aturan Baru soal Anggaran OJK, Klaim Tetap Independen

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:58 WIB

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Minyak Brent Terbang USD119 Per Barel, Harga BBM RI Naik Malam Ini?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:44 WIB

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

BRI Pertahankan Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat13,7% Jadi Rp15,5 triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 14:14 WIB

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

IHSG Merana, BBCA Masih Dominasi Transaksi

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:55 WIB

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Perusahan Tambang Asal Australia Nunggak Hak Karyawan RI Rp 600 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:38 WIB

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Emiten TOBA Catatkan Pendapatan Naik 20,6% di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:28 WIB

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Operasional Kereta Api Jarak Jauh Mulai Normal, Tapi Masih Terlambat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 13:23 WIB

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

IHSG Terkapar ke Level 6.900 di Sesi I, 648 Saham Kebakaran

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 12:45 WIB