Ini Penyebab Harga Minyak Dunia Anjlok 17 Persen Setelah Naik Gila-gilaan

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 10 Maret 2022 | 08:16 WIB
Ini Penyebab Harga Minyak Dunia Anjlok 17 Persen Setelah Naik Gila-gilaan
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak mentah dunia anjlok 17 persen pada perdagangan hari Rabu. Penurunan ini tercatat yang terbesar sejak awal pandemi hampir dua tahun lalu.

Anjloknya harga minyak ini disebabkan oleh Uni Emirat Arab yang mengatakan anggota OPEC akan mendukung peningkatan produksi ke pasar akibat pasokan yang berkurang imbas sanksi embargo yang diberikan AS dan Barat kepada Rusia.

Mengutip CNBC, Kamis (10/3/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional jatuh lebih dari 17 persen selama sesi tersebut, sebelum ditutup melorot USD16,84 atau 13,2 persen menjadi USD111,14 per barel, penurunan satu hari terburuk sejak 21 April 2020.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, merosot USD15,44, atau 12,5 persen menjadi USD108,70 per barel, hari terburuknya sejak November.

"Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi," kata Duta Besar Yousuf Al Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dicuit oleh Kedutaan Besar UEA di Washington.

"Itu bukan apa-apa. Mereka mungkin dapat membawa sekitar 800.000 barel ke pasar dengan sangat cepat, bahkan segera, membawa kita sepertujuh jalan dalam menggantikan pasokan Rusia," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho.

Kejatuhan harga juga diperburuk oleh trader yang menafsirkan komentar dari menteri Irak sebagai kesediaan negara itu untuk meningkatkan produksi jika diperlukan.

Namun, BUMN yang memasarkan minyak Irak, SOMO , kemudian mengklarifikasi bahwa pihaknya melihat kenaikan pasokan bulanan OPEC Plus sudah cukup untuk mengatasi kekurangan minyak.

OPEC Plus, yang mencakup Rusia, menargetkan peningkatan produksi 400.000 barel per hari setiap bulan, dan menolak permintaan dari Amerika Serikat serta negara-negara konsumen lainnya untuk memompa lebih banyak.

baca juga

Rusia adalah eksportir minyak mentah dan bahan bakar utama dunia, mengirimkan sekitar 7 juta barel per hari atau 7 persen pasokan global.

Harga minyak jatuh di awal sesi setelah Badan Energi Internasional mengatakan cadangan minyak dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mengkompensasi gangguan pasokan Rusia.

"Jika ada kebutuhan, jika pemerintah kita memutuskan demikian, kita dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai salah satu bagian dari tanggapan tersebut," kata Kepala IEA, Faith Birol.

Birol mengatakan keputusan IEA pekan lalu untuk melepaskan 60 juta barel minyak dari cadangan strategis adalah "tanggapan awal."

Pernyataan dia menggemakan ungkapan dari Penasihat Senior Departemen Luar Negeri AS, Amos Rothstein, pada konferensi industry, Selasa, yang juga menunjukkan pelepasan lebih banyak cadangan minyak akan terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wagub DKI: Warga Jakarta Tak Usah Khawatir, Distribusi Minyak Goreng Dipastikan 2 Kali Sepekan

Wagub DKI: Warga Jakarta Tak Usah Khawatir, Distribusi Minyak Goreng Dipastikan 2 Kali Sepekan

Jakarta | Kamis, 10 Maret 2022 | 08:05 WIB

KPPU Mendesak Pembelian Minyak Goreng Murah Bersyarat Dihentikan

KPPU Mendesak Pembelian Minyak Goreng Murah Bersyarat Dihentikan

Sumsel | Kamis, 10 Maret 2022 | 08:05 WIB

Pedagang Gorengan di Sumsel Terima Ribuan Liter Minyak Goreng

Pedagang Gorengan di Sumsel Terima Ribuan Liter Minyak Goreng

Sumsel | Kamis, 10 Maret 2022 | 06:10 WIB

Terkini

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

×