Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.770.000
IHSG 7.623,586
LQ45 759,945
Srikehati 349,574
JII 532,247
USD/IDR 17.136

IKN Nusantara Bakal Bawa Indonesia Jadi Negara ke-5 dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 11 Maret 2022 | 10:40 WIB
IKN Nusantara Bakal Bawa Indonesia Jadi Negara ke-5 dengan Kekuatan Ekonomi Terbesar
Ilustrasi desain kantor istana kepresidenan yang akan dibangun di IKN Kaltim. [Istimewa]

Suara.com - Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi ke-5 terbesar dunia pada 2045. Tapi itu berdasarkan trend pertumbuhan pra-pandemi. Kini, Indonesia harus punya terobosan dan kreatifitas luar biasa untuk bisa melompat dari posisi ke-16 saat ini. Pembangunan IKN Nusantara salah satunya.

Disrupsi pandemi tak ayal telah mengaburkan prediksi Indonesia sebagai emerging power yang akan naik ke papan atas kekuatan ekonomi dunia satu-dua dekade mendatang. Sejumlah parameter berubah. Dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi dari minimal 5 persen menjadi 2,07 persen pada 2020 dan 3,69 persen pada 2021.

Indonesia membutuhkan terobosan besar dan kreatifitas untuk bisa tetap mewujudkan cita-cita besar itu. Demikian menurut Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan. Menjadi kekuatan ekonomi ke-5 terbesar dunia, lanjut Budi Gunawan, merupakan target di Visi Indonesia 2045 yang dicanangkan Presiden Jokowi, 2019 lalu.

Pada usianya ke-100 tahun tersebut, Indonesia akan berada di papan atas ekonomi dunia bersama China, AS, India, dan Jepang. Saat itu, pendapatan per kapita Indonesia setidaknya USD 29.300, naik 7 kali dari saat ini US$4.349,5. Terobosan itu, antara lain, pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

“Dengan segera membangun IKN Nusantara, jalan Indonesia untuk kembali dan melampaui level pertumbuhan sebelum pandemi terbuka. Indonesia akan lebih cepat memiliki model ekonomi berbasis digital sebagai pendorong pertumbuhan. Juga mengadopsi arah ekonomi berkelanjutan, bersahabat dengan alam, dan lebih merata secara geografis. Struktur ekonomi Indonesia saat ini secara spasial didominasi Pulau Jawa (57,89 persen), padahal potensi wilayah lain sangat besar,” papar Budi Gunawan di Jakarta, Jumat (11/3/2022).

Inilah antara lain latar belakang keputusan Presiden Jokowi memulai pembangunan IKN Nusantara tahun ini juga. Untuk menciptakan momentum akselerasi pembangunan nasional yang lebih cepat dan berkesinambungan demi Visi Indonesia 2045. Tanpa keberanian membuat terobosan besar ini, prediksi cerah yang telah disepakati berbagai lembaga ekonomi dan moneter dunia seperti IMF, World Economic Forum, World Bank, Asian Development Bank, serta PricewaterhouseCoopers dan McKinsey, hanya akan berlalu tanpa kepastian.

“Desain IKN Nusantara disesuaikan sebagai kawasan pertumbuhan baru dengan semua kriteria perekonomian masa depan: smart, green, dan sustainable. Kawasan ini akan menjadi tempat para talenta terbaik kita mengeksplore kemampuan mereka menciptakan inovasi baru dalam industri kreatif, light manufacture, dan green economy, yang terbukti telah menjadi motor pertumbuhan ekonomi hari ini,” kata Budi Gunawan.

Harapan kemajuan yang dibawa IKN Nusantara ditangkap baik masyarakat Kalimantan Timur. Ketua Persekutuan Adat Dayak Balikpapan, Lampang Bilung, menyatakan, pembangunan IKN Nusantara akan meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat sebagai konsekuensi investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

"Pembangunan IKN di wilayah ini juga akan mendorong percepatan pengembangan SDM lokal, karena kami yakin tidak akan ditinggalkan. Kami didorong untuk ikut maju mengikuti kemajuan IKN Nusantara," ujarnya.

Hal serupa dikemukakan Ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Indonesia) Kutai Kartanegara Andika Abbas. Rencana pembangunan IKN Nusantara telah membangkitkan semangat generasi muda Kaltim untuk bersiap dan berbenah diri.

"Kini program-program di HMI kami arahkan untuk pembenahan dan pembinaan kualitas SDM. Kita harus siap ambil bagian. Dan bicara mengenai smart city, masyarakat lokal tentu harus memenuhi kualifikasi tertentu," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tidak Singkron, HET Minyak Goreng Dianggap Rugikan Pedagang Pasar Tradisional

Tidak Singkron, HET Minyak Goreng Dianggap Rugikan Pedagang Pasar Tradisional

News | Jum'at, 11 Maret 2022 | 10:03 WIB

Terkesan pada Pertemuan Pertama, Ini yang Membuat Jokowi Menunjuk Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN

Terkesan pada Pertemuan Pertama, Ini yang Membuat Jokowi Menunjuk Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala Otorita IKN

Lampung | Jum'at, 11 Maret 2022 | 09:26 WIB

3 Fokus Awal Indico, Anak Perusahaan Telkomsel di Sektor Digital

3 Fokus Awal Indico, Anak Perusahaan Telkomsel di Sektor Digital

Tekno | Jum'at, 11 Maret 2022 | 07:59 WIB

Terkini

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.134 per Dolar AS, Simak Prediksi Pergerakannya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:51 WIB

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Harga Emas Antam Longsor Lagi Jadi Rp 2.888.000/Gram, Cek Daftarnya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

IHSG Lompat Tinggi Lagi ke Level 7.663 di Kamis Pagi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:17 WIB

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Emiten Bandel Tak Mau Buyback saat Delisting, Ini Kata BEI

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:15 WIB

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Gandeng TikTok, Kemnaker Siapkan Talenta Digital untuk Perluas Kesempatan Kerja

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Kemnaker Dorong Dunia Usaha dan Industri Buka Peluang Kerja Bagi Lansia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:48 WIB

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Belanja Lebaran 2026 Cetak Rekor, Kelas Menengah dan Gen Z Jadi Penggerak Ekonomi Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:45 WIB

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:18 WIB

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB