Energy Watch Prediksikan Harga Pertamax Bisa Naik hingga Rp 13.000 per Liter

Senin, 21 Maret 2022 | 19:25 WIB
Energy Watch Prediksikan Harga Pertamax Bisa Naik hingga Rp 13.000 per Liter
Pengendara kendaraan bermotor mengisi BBM jenis pertamax atau RON di atas 91. [Dok Pertamina]

Suara.com - Direktur Energy Watch Mamit Setiawan menilai memang sudah saatnya harga BBM milik Pertamina yaitu Pertamax. Sebab, dia menyebut tingginya harga minyak dunia jadi alasan kuat harga BBM Pertamax Harus naik.

Apalagi, lanjut dia, Pertamax merupakan jenis BBM umum yang mana berdasarkan Kepmen ESDM Nomor 62 Tahun 2020 formula perhitungan harga ditentukan salah satunya harga minyak dunia.

"Saya kira dengan semakin tingginya harga minyak dunia maka sudah seharusnya Pertamax mengalami penyesuaian harga," ujarnya saat dihubungi, Senin (21/3/2022).

Di sisi lain, tutur Mamit, konsumsi BBM Pertamax secara nasional sudah cukup besar yaitu sebesar 14 persen.

"Jadi, akan sangat memberatkan bagi Pertamina jika tidak mengalami penyesuaian," ucap dia.

Namun demikian, Mamit memastikan, Pertamina akan memberikan harga yang sesuai kemampuan masyarakat dalam kenaikan harga BBM Pertamax. Selain itu, dia memastikan harga Pertamax bakal lebih murah dibanding harga BBM Ron 92 milik SPBU Swasta.

"Yang pasti lebih murah dibanding SPBU Swasta. Saya kira kenaikannya antara Rp 12.000 - Rp 13.000/Liter," kata dia.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) masih melakukan kajian atau review terkait dengan harga BBM non subsidi Pertamax. Hal ini, terkait dengan masih tingginya harga minyak dunia yang di atas USD 100 per barel.

Pjs Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengakui, memang harga jual Pertamax saat ini jauh dibandingkan harga keekonomian.

Baca Juga: Pertamina Kaji Kenaikan Harga BBM Jenis Pertamax

Untuk diketahui, saat ini Pertamina menjual BBM Pertamax sebesar Rp 9.000 per liter, sedangkan menurut Kementerian ESDM harga keekonomian BBM jenis Pertamax berkisar Rp 14.000 per liter.

"Dibandingkan dengan harga keekonomian memang ada gap besar. Kami masih mereview dan juga berkoordinasi dengan stakeholder," ujarnya saat dihubungi, Senin (21/3/2022).

Namun demikian, Irto tidak merinci lebih lanjut terkait dengan kapan hasil kajian tersebut selesai. Ia mengklaim saat ini masih dalam progres pembahasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI