Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Data Ketenagakerjaan AS Naik, Harga Emas Langsung Keok

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 04 April 2022 | 08:39 WIB
Data Ketenagakerjaan AS Naik, Harga Emas Langsung Keok
Ilustrasi emas.

Suara.com - Harga emas dunia turun pada perdagangan akhir pekan lalu sekaligus menorehkan pelemahan secara mingguan.

Tekanan harga pada emas terjadi setelah kuatnya data lapangan pekerjaan di Amerika Serikat (AS) pada periode Maret dan mendorong kenaikan USD serta memperkuat spekulasi the Fed akan secara agresif menaikkan suku bunga.

Mengutip CNBC, Senin (4/4/2022) harga emas di pasar spot turun turun 0,7 persen menjadi USD1.922,90 per ons. Emas berjangka AS turun 1,4 persen ke harga USD1.927,2 per ons.

Sedangkan harga emas batangan membukukan penurunan harga secara mingguan 1,4 persen di akhir pekan ini.

Data pekerjaan AS menunjukkan tingkat pengangguran turun ke level terendah baru dalam dua tahun terakhir di level 3,6 persen dan upah kembali meningkat, memposisikan The Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan Mei.

Data tersebut mendorong kenaikan benchmark imbal hasil US Treasury AS 10-tahun dan dolar, membuat emas kurang menarik bagi pembeli luar negeri.

"Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga mendorong harga emas lebih rendah," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Dia menambahkan kondisi itu akan diterjemahkan ke dalam biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Namun, kebijakan (The Fed) masih panjang untuk menjadi netral dan emas akan terus cukup kuat." Katanya.

Sementara itu, negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina akan dilanjutkan meskipun Ukraina bersiap untuk serangan lebih lanjut.

"Sementara krisis geopolitik tidak berlangsung selamanya, kami memperkirakan dampak sekunder dari krisis Rusia-Ukraina untuk memberikan dukungan yang kuat untuk harga emas tahun ini," kata ANZ dalam sebuah catatan.

Harga logam berharga lainnya, Platinum turun 0,5 persen menjadi USD991,2 per ons. Sementara paladium naik 0,5 persen menjadi USD2.267,50. Di tempat lain, perak turun 1,5 persen menjadi USD24,75 per ounce. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buktikan Miliki Suara Emas, Renjun NCT Rilis Cover Lagu Milik Lee Sun Hee

Buktikan Miliki Suara Emas, Renjun NCT Rilis Cover Lagu Milik Lee Sun Hee

Your Say | Minggu, 03 April 2022 | 13:27 WIB

Wanita di Aceh Ditangkap Gegara Curi Emas Pengantin Baru

Wanita di Aceh Ditangkap Gegara Curi Emas Pengantin Baru

Sumut | Jum'at, 01 April 2022 | 17:02 WIB

Jelang Ramadhan, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp 989.000/Gram

Jelang Ramadhan, Harga Emas Antam Naik Lagi Jadi Rp 989.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 01 April 2022 | 09:52 WIB

Terkini

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:18 WIB

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Profil Blueray Cargo: Perusahaan Spesialis Impor yang Seret Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:04 WIB

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

PT Krakatau Osaka Steel Tutup dan PHK Ratusan Buruh, Kemenperin Prihatin

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:02 WIB

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Penuhi Free Float, Prajogo Pangestu Lego Saham CUAN Sebesar Rp 467 M

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:59 WIB

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Prioritaskan Transparansi, BRI Dukung Proses Hukum Kasus KoinWorks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:47 WIB

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Rupiah Menguat ke Rp 17.333/US$, Harapan Damai di Timur Tengah Jadi Tenaga

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:42 WIB