Pengusaha Bus Buka Suara: Kenaikan Harga Tiket Bukan Cari Untung, Tapi Tutup Biaya Operasional

Agung Sandy Lesmana, Achmad Fauzi

Rabu, 27 April 2022 | 18:38 WIB
Pengusaha Bus Buka Suara: Kenaikan Harga Tiket Bukan Cari Untung, Tapi Tutup Biaya Operasional
Ilustrasi deretan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) berjejer di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (27/4/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengusaha bus yang tergabung dari Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi) buka suara terkait dengan kenaikan harga tiket bus untuk mudik. Menurut Ipomi ada alasan dibalik kenaikan harga tiket bus untuk mudik.

Ketua Umum Ipomi, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, alasan pertama kenaikan harga tiket bus ini untuk menutup biaya operasional yang besar saat mudik.

Ia menjelaskan, pada momen mudik bus akan berangkat penuh dari kota-kota besar seperti Jakarta, namun saat berangkat balik kondisi bus dalam keadaan kosong.

Sani sapaan akrabnya membantah, kenaikan harga tiket bukan semata-mata untuk meraih keuntungan, tetapi hanya untuk menutup biaya operasional.

"Jadi kenaikan tarif bukan menambah margin, tapi menutup operasional, karena bus kami dari Jakarta isi, dari sana kosong, untuk menutupi cost itu kami melakukan penyesuaian," ujarnya saat dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Menurut Sani, kenaikan tarif itu lebih diutamakan pada bus-bus non-ekonomi atau kelas VIP di mana harga tiket kelas tersebut dilepas oleh pasar. Sehingga, mekanisme penetapan harga tiket diatur oleh perusahaan otobus.

"Sedangkan, kelas ekonomi diatur pemerintah, namun per 2015 ekonomi itu diatur standarnya dinaikkan harus AC, kalau ekonomi konfigurasi bangku 2-3. Sementara pelayanan ekonomi masyarakat sudah meninggalkan, lebih ke non ekonomi," ucap dia.

Sani menambahkan, kenaikan harga tiket bus juga disesuaikan dengan jarak tempuh, misalnya untuk rute panjang seperti Sumatera dan Jawa Timur naik hingga 30 persen.

Sementara, untuk rute menengah seperti ke Jawa Barat dan Jawa Tengah kenaikannya bisa mencapai 100%.

baca juga

"Jadi kaya Jawa Tengah itu Rp230 - Rp250 ribu, Jawa Timur kisaran Rp350 - Rp400 ribu, ini pun yang kenaikan tinggi dilakukan rute Jawa Tengah bisa mencapai 100 persen," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keluh Kenaikan Harga Tiket Bus di Terminal Kampung Rambutan, Pemudik: Naiknya Rp 200 Ribu

Keluh Kenaikan Harga Tiket Bus di Terminal Kampung Rambutan, Pemudik: Naiknya Rp 200 Ribu

Jakarta | Selasa, 26 April 2022 | 18:00 WIB

Penumpang Keberatan Harga Tiket Bus AKAP di Kampung Rambutan Naik Lebih dari 100 Persen

Penumpang Keberatan Harga Tiket Bus AKAP di Kampung Rambutan Naik Lebih dari 100 Persen

Bekaci | Selasa, 26 April 2022 | 16:44 WIB

Jangan Takut Kehabisan Tiket, Kemenhub Siapkan Kereta Tambahan untuk Pemudik

Jangan Takut Kehabisan Tiket, Kemenhub Siapkan Kereta Tambahan untuk Pemudik

Bisnis | Senin, 25 April 2022 | 19:58 WIB

Tiket Mudik Gratis Ludes, Pemprov DKI Lakukan Verifikasi untuk Cari Sisa Kuota

Tiket Mudik Gratis Ludes, Pemprov DKI Lakukan Verifikasi untuk Cari Sisa Kuota

News | Jum'at, 22 April 2022 | 17:45 WIB

Terkini

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Defisit APBN Rp319 Triliun, Ekonomi RI Aman atau Tidak?

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Hati-Hati, Kemasan Sangat Mirip! Ini Panduan BPOM Bedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu

Hati-Hati, Kemasan Sangat Mirip! Ini Panduan BPOM Bedakan Vitamin Anak Asli dan Palsu

Health | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Viral Video Mahasiswa Disembur Api di Asrama, Telkom University Turun Tangan

Viral Video Mahasiswa Disembur Api di Asrama, Telkom University Turun Tangan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Hendrix and Rocket: Being Brave, Rasa Takut Mengajarkan Arti Keberanian

Hendrix and Rocket: Being Brave, Rasa Takut Mengajarkan Arti Keberanian

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah

Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:55 WIB

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

Sekolah Rakyat Tak Boleh Jadi Tempat Terjadinya Tiga Dosa Besar Pendidikan

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:45 WIB

11 Ekor Pari Mobula Satwa Dilindungi Mati Terpotong di Bali

11 Ekor Pari Mobula Satwa Dilindungi Mati Terpotong di Bali

Bali | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:33 WIB

He's Just Not That Into You: Kisah Cinta yang Mengajarkan Arti Kepastian

He's Just Not That Into You: Kisah Cinta yang Mengajarkan Arti Kepastian

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Terkena Skandal, Prudential Life Insurance Dilarang Jualan Asuransi

Terkena Skandal, Prudential Life Insurance Dilarang Jualan Asuransi

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:24 WIB

Bedak Two Way Cake Adalah Apa? Kenali Fungsi, Kelebihan, dan Perbedaannya

Bedak Two Way Cake Adalah Apa? Kenali Fungsi, Kelebihan, dan Perbedaannya

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 11:18 WIB

×