Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Bantu Sri Lanka Hadapi Krisis Ekonomi dan Kesehatan, Dexa Group Donasikan Obat-obatan Kanker

Iwan Supriyatna

Jum'at, 29 April 2022 | 09:11 WIB
Bantu Sri Lanka Hadapi Krisis Ekonomi dan Kesehatan, Dexa Group Donasikan Obat-obatan Kanker
Dexa Group menyalurkan bantuan obat-obatan untuk Sri Lanka.

Suara.com - Krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka hingga menyebabkan kurangnya persediaan obat-obatan di negara tersebut, mendorong kepedulian perusahaan-perusahaan farmasi di Indonesia untuk mendonasikan obat-obatan dan alat kesehatan, termasuk Dexa Group.

Permintaan kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan tersebut, disampaikan otoritas World Health Organization kepada pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI dan Kementerian Kesehatan RI.

Penyerahan donasi secara simbolis dilakukan di Gudang Gapura Cargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Hadir dalam acara ini di antaranya Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia Yasoja Gunasekera, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kementerian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih, perwakilan Kementerian Luar Negeri RI, Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno, dan Corporate Affairs Director Dexa Group Krestijanto Pandji.

"Kondisi Sri Lanka saat ini mengalami kelangkaan produk kesehatan. Sri Lanka merupakan negara sahabat sekaligus mitra strategis. Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu,” kata Kunta Wibawa dalam keterangannya, Jumat (29/4/2022).

Sementara itu menurut Agusdini, donasi dari perusahaan farmasi Indonesia mendapat apresiasi dari WHO. Adapun donasi yang disalurkan dari perusahaan farmasi yakni obat-obatan kanker senilai Rp 13,5 miliar.

Sedangkan dari produsen alat kesehatan mendonasikan alat-alat kesehatan senilai Rp 9 miliar. Sehingga total donasi yang diberikan ke Sri Lanka mencapai Rp 22,5 miliar.

“Sri Lanka sedang mengalami krisis sehingga menyebabkan kelangkaan obat-obatan dan alat kesehatan, sehingga memerlukan bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Dengan semangat kemanusiaan dan solidaritas, Indonesia memberikan bantuan alat kesehatan dan obat-obatan,” ujar Agusdini.

Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia, Yasoja Gunasekera menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah mengirimkan bantuan. Menurut dia, bantuan obat-obatan dan alat kesehatan ini sangat membantu kondisi Sri Lanka. Pemerintah Sri Lanka juga akan menyalurkan bantuan ini kepada yang membutuhkan.

Dexa Group menjadi salah satu dari sembilan perusahaan farmasi Nasional yang berpartisipasi dalam donasi obat-obatan kanker ke Sri Lanka. Dua jenis obat-obatan onkologi yakni Calcium Folinate dan Paclitaxel 30 mg didonasikan sesuai instruksi yang disampaikan WHO melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan.

baca juga

“Partisipasi Dexa Group untuk negara Sri Lanka, sesuai core value kami Deal with Care dan wadah CSR perusahaan yakni Dharma Dexa, sebagai bentuk solidaritas, kepedulian, dan misi kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab bersama. Karenanya, sebagai perusahaan farmasi Nasional kami berpartisipasi mendonasikan dua jenis obat-obatan onkologi produksi PT Fonko International Pharmaceuticals,” ungkap Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno.

Sementara itu Corporate Affairs Director Dexa Group, Krestijanto Pandji menyampaikan bahwa Sri Lanka merupakan salah satu negara di kawasan Asia yang saat ini menjadi pasar tujuan ekspor Dexa Group.

“Sri Lanka adalah salah satu pasar tujuan ekspor produk Dexa Group lebih dari 20 tahun yang lalu. Sejumlah obat-obatan produk Dexa Group seperti Medixon (Steroid), Vometa FT, Remopain, dan Glumin XR diekspor ke negara tersebut dan digunakan oleh para dokter untuk diresepkan. Sebagai mitra, Dexa Group berkewajiban turut serta dalam solidaritas dalam misi kemanusiaan memenuhi kebutuhan obat-obatan yang saat ini langka karena krisis ekonomi di Sri Lanka,” jelas Krestijanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sri Lanka Bangkrut Dilanda Krisis Ekonomi, Indonesia Turun Tangan Kirim Bantuan

Sri Lanka Bangkrut Dilanda Krisis Ekonomi, Indonesia Turun Tangan Kirim Bantuan

News | Kamis, 28 April 2022 | 11:43 WIB

Daftar Obat-obatan yang Perlu Dibawa Saat Melakukan Perjalanan Mudik, Termasuk Parasetamol dan Hand Sanitizer

Daftar Obat-obatan yang Perlu Dibawa Saat Melakukan Perjalanan Mudik, Termasuk Parasetamol dan Hand Sanitizer

Health | Selasa, 26 April 2022 | 15:17 WIB

5 Tips Mengatasi Efek Samping sebab Obat-Obatan

5 Tips Mengatasi Efek Samping sebab Obat-Obatan

Your Say | Jum'at, 22 April 2022 | 21:20 WIB

Terkini

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Purbaya Sepakat Polisi Hukum Pelaku Impor Pakaian Bekas Ilegal Pakai UU Pengelolaan Sampah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:09 WIB

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Profil PT Prodia Diagnostic Line: Saham IPO, Benarkah Ada 'Peran' Prajogo Pangestu?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:59 WIB

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

IHSG Kembali Terperosok 1,29% di Sesi I, ANTM hingga INCO Jadi Pemberat

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:41 WIB

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Daftar Pemegang Saham RANS Entertainmen, Ini Gurita Bisnis yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:28 WIB

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Impor Bekas dari Bea Cukai, Nilainya Rp 53,9 M

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

DSI Diam-diam Bertemu ke Sekuritas, Ini Dampaknya ke Saham Komoditas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:27 WIB

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

RANS Entertaiment Mau IPO, Nama Kaesang Pangarep dan Kepala BP BUMN Jadi Pemegang Saham

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 11:39 WIB

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

IPO RANS, Perusahaan Akui Risiko Besar di Balik Ketergantungan pada Raffi Ahmad-Nagita Slavina

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:56 WIB

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Haris Rusly Moti: Ada Kaum Oligarki Serakahnomic di Balik Narasi 1998 Redux

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:55 WIB

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:38 WIB