Masyarakat Gampang Tergiur Investasi Bodong, OJK Ungkap Penyebabnya

Iwan Supriyatna

Sabtu, 14 Mei 2022 | 07:36 WIB
Masyarakat Gampang Tergiur Investasi Bodong, OJK Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi investasi bodong. [Shutterstock]

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap salah satu penyebab masyarakat mudah tergiur dengan penawaran investasi bodong karena hanya mengedepankan untung semata dan abai dengan risiko investasi.

"Saat ada penawaran investasi, masyarakat umumnya hanya melihat satu sisi saja yaitu seberapa besar keuntungan yang diperoleh dan jarang berpikir ada risiko di sana," kata Kepala OJK Sumbar Yusri ditulis Sabtu (14/5/2022).

Menurut dia karena masyarakat abai dengan risiko investasi tak jarang yang menjadi korban kalangan terpelajar bahkan juga ada pejabat.

"Masyarakat kurang hati-hati saat ada penawaran investasi, tidak mendalami apakah wajar atau tidak keuntungannya, statusnya legal atau tidak," katanya.

Akhirnya mereka hanya berhitung ketika investasi dengan tawaran keuntungan yang menggiurkan dalam sekian bulan modal akan balik.

"Belum lagi ada testimoni dari saudaranya yang sudah mendapatkan keuntungan yang besar, mereka tidak memikirkan lagi risikonya," ujar dia.

Oleh sebab itu selagi orang hanya berpikir untung dengan cepat namun mengabaikan risiko akan rawan terjerat investasi bodong.

Ia mengemukakan OJK terus melakukan edukasi bersama industri jasa keuangan agar masyarakat bijak dalam berinvestasi tidak hanya semata mengejar keuntungan namun juga mempertimbangkan risiko.

"Setiap investasi pasti ada risikonya," kata dia.

baca juga

OJK telah menyediakan infrastruktur investasi yang lebih aman dan ada pengawasan terhadap perusahaan investasi tersebut.

Edukasi yang masif perlu dilakukan dan kemudian jika ada penawaran investasi yang diragukan maka mari tanyakan kepada OJK atau Satgas Waspada Investasi di daerah.

"Sehingga OJK bisa lebih cepat berkoordinasi dan mengantisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban," katanya.

Pada posisi Maret 2022, SID didominasi oleh investor Reksa Dana yang mencapai 110.417 Investor dan investor saham sebanyak 54.313 investor.

Lalu investor Surat Berharga Negara (SBN) baru tercatat sebanyak 4.659 investor. Investor Efek Beragun Aset (EBA) baru sebanyak tiga investor.

Dari 54.313 investor saham 70,30 persen didominasi oleh usia di bawah 30 tahun. Jumlah SID Investor Saham tumbuh sebesar 66,38 persen dengan transaksi sebesar Rp1,81 triliun atau tumbuh sebesar 35,17 persen, katanya. (Antara).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Periksa 78 Saksi, Polisi Perpanjang Masa Penahanan Vanessa Khong 40 Hari

Periksa 78 Saksi, Polisi Perpanjang Masa Penahanan Vanessa Khong 40 Hari

Entertainment | Selasa, 10 Mei 2022 | 17:44 WIB

Sebelum Serang Rumah Pelaku, Korban Investasi Bodong di Batam Pernah Lapor Polisi tapi Ditolak

Sebelum Serang Rumah Pelaku, Korban Investasi Bodong di Batam Pernah Lapor Polisi tapi Ditolak

Batam | Sabtu, 07 Mei 2022 | 14:10 WIB

Kisah Wanita Korban Investasi Bodong di Batam, Sejak Gabung Tak Pernah Untung

Kisah Wanita Korban Investasi Bodong di Batam, Sejak Gabung Tak Pernah Untung

Batam | Sabtu, 07 Mei 2022 | 13:10 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×