Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Ferdinand Marcos: Mantan Diktator dan Koruptor Kelas Kakap Filipina, Kini Anaknya Hampir Jadi Presiden

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:20 WIB
Ferdinand Marcos: Mantan Diktator dan Koruptor Kelas Kakap Filipina, Kini Anaknya Hampir Jadi Presiden
Ferdinand Marcos

Suara.com - Rakyat Filipina pasti mengenal profil Ferdinand Marcos sang presiden diktator. Mantan koruptor kini anaknya hampir jadi presiden.

Sang Putra Ferdinand Marcos Jr. menyebutkan keterpilihan dirinya sebagai presiden dan akan menjadi suksesor sang ayah. Marcos Jr. Atau yang akrab disapa Bongbong ini menang telak dalam pemilu Senin, 9 Mei 2022 lalu. 

Keadaan ini berbalik dari pemilu sebelumnya pada 2016 mengingat Marcos Jr. kalah dalam pemilihan wakil presiden melawan Leni Robredo.

Enam tahun kemudian kampanyenya yang berjanji meningkatkan lapangan pekerjaan dan mengatasi kenaikan harga terbukti menarik simpati rakyat Filipina. 

Padahal sebelumnya, pada 1986 gerakan rakyat sipil berupaya keras menurunkan rezim Ferrdinand Marcos. Gerakan rakyat itu dilatarbelakangi tidak adanya lagi rasa percaya terhadap presiden. Terlebih setelah peristiwa penembakan Benigno Aquino Jr setelah kembali dari pengasingan di Amerika Serikat.

Gerakan penggulingan Ferdinand Marcos kemudian terjadi di bawah pimpinan Corazon Aquino, istri Benigno. Bertahun kemudian, klan ini berusaha mengembalikan kekayaan dan menguasai kembali kursi kepresidenan Filipina. 

Ferdinand Marcos merupakan presiden kesepuluh Filipina yang menjabat selama 21 tahun sejak 30 Desember 1965 sampai 25 Februari 1986. Kekuasaan Marcos mirip dengan rezim Soeharto di Indonesia. Sebelumnya Marcos terlibat dalam Perang Dunia II dan membantu Filipina melawan Jepang.

Setelah masa perang berakhir, Ferdinand Marcos bergabung dengan Partai Nacionalista, bersama dengan Fernando Lopez sebagai calon wakil presiden keduanya mengalahkan Diosdado Macapagal dalam pemilu 1965.

Saat terpilih pada masa jabatannya yang kedua pada 1972 Ferdinand Marcos mendirikan rezim otoriter yang memperbolehkannya berkuasa secara tetap. Aturan itu kemudian dihapus pada 1981. Namun, penghapusan rezim otoriter tak berarti banyak.

Marcos tetap dilantik dengan memanfaatkan hukum darurat militer demi menentang oposisi. Pelantikan ini diwarnai dengan banyak pelanggaran HAM, masalah kesehatan, dan korupsi di berbagai lini pemerintahan. Kepercayaan publik terhadap presiden mulai hilang di masa ini. 

Pemilu 1986 kembali memenangkan Marcos sebagai presiden. Gerakan masyarakat sipil yang mulai muncul menduga pemilu tersebut diwarnai banyak kecurangan hingga sebuah revolusi damai di bawah pimpinan Corazon Aquino berhasil menggulingkannya.

Marcos dan sang istri Imelda kemudian melarikan diri ke Hawaii dengan tuduhan penggelapan uang negara untuk kepentingan keluarga. Hari-hari terakhir hidup Marcos dihabiskan di Hawaii sebelum meninggal akibat komplikasi jantung, ginjal, dan paru-paru pada 1989.  

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Diminta Tak Paksakan Sekda Rangkap Jadi PJ Gubernur

Jokowi Diminta Tak Paksakan Sekda Rangkap Jadi PJ Gubernur

Sumut | Kamis, 19 Mei 2022 | 16:15 WIB

Menangis di Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Muddai Madang Ungkap Keluarga Stres hingga Bisnis Hancur

Menangis di Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Muddai Madang Ungkap Keluarga Stres hingga Bisnis Hancur

Sumsel | Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB

4 Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi ketika Berlibur ke Filipina!

4 Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi ketika Berlibur ke Filipina!

Your Say | Kamis, 19 Mei 2022 | 15:42 WIB

Budaya Antikorupsi Dimulai dari Guru, Ganjar Pranowo Singgung Soal Pungutan Liar di Lingkungan Pendidikan

Budaya Antikorupsi Dimulai dari Guru, Ganjar Pranowo Singgung Soal Pungutan Liar di Lingkungan Pendidikan

Jawa Tengah | Kamis, 19 Mei 2022 | 15:06 WIB

Firli Yakin Harun Masiku Tak Bisa Tidur Nyenyak, Eks Penyidik KPK: Buronan Santai Kok, Jangan Bayangkan Hidup Susah

Firli Yakin Harun Masiku Tak Bisa Tidur Nyenyak, Eks Penyidik KPK: Buronan Santai Kok, Jangan Bayangkan Hidup Susah

News | Kamis, 19 Mei 2022 | 15:12 WIB

Perjalanan Karir Lin Che Wei: Mulai dari Relawan Jokowi, Penghargaan AJI Hingga Skandal Lippo

Perjalanan Karir Lin Che Wei: Mulai dari Relawan Jokowi, Penghargaan AJI Hingga Skandal Lippo

Bisnis | Kamis, 19 Mei 2022 | 14:40 WIB

Terkini

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Laba dan Fundamental Tetap Kuat

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:22 WIB

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Siasat di Balik Dubai Baru di Bali, Surga Pajak Buat Para Orang Super Kaya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:21 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Tembus Rp75 Triliun, Ini Rincian Setoran Freeport ke Negara

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:01 WIB

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Danantara Disebut Jadi Mesin Baru Ekonomi Indonesia, Siap Akhiri Era Inefisiensi BUMN

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:35 WIB

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

IHSG Terpeleset Jatuh di Sesi I, 421 Saham Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Reli Lima Hari Beruntun, Saham BBRI Terus Menguat Tak Terbendung

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:42 WIB

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Hak Jawab Kemenperin untuk Berita tentang Komentar Menperin soal PHK di Industri Tekstil dan Plastik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:29 WIB

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

59 Persen Emiten Sudah Penuhi Aturan Free Float, PANI, BREN dan HMSP Belum

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:15 WIB

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB