facebook

Wapres Serahkan Santunan kepada 5 Ahli Waris Kecelakan Kerja di Kendari

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Wapres Serahkan Santunan kepada 5 Ahli Waris Kecelakan Kerja di Kendari
Wapres, Ma'ruf Amin memberikan santunan kepada 5 Ahli Waris Kecelakan Kerja di Kendari. (Dok: Kemnaker)

Bantuan yang diberikan berupa santunan meninggal dunia, biaya transportasi, pemakaman, dan beasiswa.

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyerahkan santunan kepada lima ahli waris pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja di kantor Loka Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (LRSPDSRW) “Meohai” Kementerian Sosial, kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis, (19/5/2022).

Kelima pekerja yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja tersebut yakni Erwin Kadir (PT ASDP Indonesia Ferry) menerima santuan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp357juta. Kedua anaknya menerima beasiswa hingga tingkat perguruan tinggi Ibra Renaldi (Rp69juta) dan Raysha Widy Zifayrah (Rp78juta).

Pekerja kedua, Lukman (PT Fajar Lestari) senilai Rp154juta. Ahli warisnya menerima beasiswa Muhammad Zulfikar menerima beasiswa sampai Perguruan Tinggi sebesar Rp82,5juta. Ketiga, Diki Zulkarnain (PT OSS) menerima santunan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp147,9juta.

Keempat, Pupu Bayu (PT. Pinus Merah Abadi) mendapt santunan meninggal dunia kecelakaan kerja sebesar Rp154,8juta. Kelima, Suhardin (PP Maju Jaya) menerima santunan meninggal dunia kecelakaan kerja Rp152juta.

Baca Juga: Kemnaker Kembangkan Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Melalui Transformasi BLK

Ma'ruf Amin menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa santunan meninggal dunia, biaya transportasi, pemakaman, dan beasiswa bagi dua orang anak.

Lebih lanjut dia menjelaskan, PP Nomor 82/2019 tentang Perubahan atas PP Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) merupakan upaya Pemerintah dalam memberikan perlindungan paripurna kepada pekerja/buruh yang mangalami kecelakaan kerja dengan meningkatkan manfaat dan tidak adanya kenaikan iuran.

Kenaikan manfaat tersebut berupa perawatan sesuai dengan medis, perawatan di rumah (Home Care) apabila pekerja tidak memungkinkan untuk dirawat di Rumah Sakit.

"Selain itu, santunan berupa penggantian upah selama pekerja tidak mampu bekerja (STMB), beasiswa pendidikan untuk dua orang anak dari tingkat pra sekolah (TK) hingga Perguruan Tinggi bagi pekerja yang mengalami cacat total tetap atau meninggal dunia akibat kecelakaan kerja," ujarnya.

Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, jumlah peserta program JKP hingga Mei 2022 sebanyak 197.741 tenaga kerja. Dari total tersebut telah mengajukan klaim manfaat
sebanyak sembilan orang berupa uang tunai.

Baca Juga: Menaker Minta Perusahaan Rekrut Kembali Pekerja yang Dirumahkan

"Delapan orang di antaranya telah mengikuti asesmen dan satu orang mengikuti konseling untuk percepatan mendapatkan pekerjaan, " katanya.

Komentar