Kasus Penolakan UAS Bisa Buat hubungan Indo-Singapura Merenggang? Begini Penjelasannya

M Nurhadi

Jum'at, 20 Mei 2022 | 11:11 WIB
Kasus Penolakan UAS Bisa Buat hubungan Indo-Singapura Merenggang? Begini Penjelasannya
Tangkapan layar UAS dideportasi Singapura. [Youtube/hai guys official]

Suara.com - Kabar Ustad Abdul Somad (UAS) yang ditolak memasuki negara Singapura menuai beragam komentar dari beberapa pakar, bahkan dikhawatirkan memancing dampak panjang. Lalu apakah kasus UAS bisa buat hubungan Indonesia-Singapura merenggang?

Belum ada kepastian mengenai dampak penolakan UAS terhadap keharmonisan dengan negara tetangga tetangga tersebut. Namun demikian, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menganalogikan bahwa hidup bertetangga bukan hanya antar rumah ke rumah, melainkan antar sesama negara. Sehingga harus ada etika, tata cara dan harus saling menghormati.

"Pokoknya begini, hidup bertetanggga itu tidak hanya dalam arti rumah ke rumah ya, antar sesama negara itu juga ada etika ada tata cara, saling menghormati," ujar Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Dengan demikian, Muhadjir mengingatkan dalam hidup bertetangga, untuk saling menjaga mulut, tangan agar dapat hidup berdampingan dengan nyaman.

"Karena itu kita sebaiknya ya sama dengan bertetangga lah, mulai dari menjaga lidah, menjaga mulut, menjaga tangan, sehingga kita bisa hidup enak, kita bisa bertamu ke tetangga juga enak tidak perlu diusir," tutur Muhadjir. "Sebaliknya juga begitu kita menerima tetangga datang, datang juga dengan enak," sambungnya. 

Kendati demikian, perlu diketahui bahwa Singapura merupakan negara yang menolak keras paham ekstrimis dari sebuah agama.

Pemerintah Singapura melalui Kementerian Dalam Negeri Singapura membenarkan bahwa pendakwah UAS dan enam anggota rombongannya ditolak masuk ke Singapura pada Senin (16/5/2022).

UAS ditolak memasuki Singapura karena dinilai menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama seperti Singapura. Sebagai contoh Somad pernah memberikan ceramah yang menyebutkan bahwa bom bunuh diri adalah sah dalam konteks konflik Israel-Palestina, dan dianggap sebagai operasi 'syahid'," tulis Kemendagri Singapura.

Selain itu, Pemerintah Singapura juga menganggap Abdul Somad pernah melontarkan pernyataan yang merendahkan agama lain. "Dia (UAS) juga membuat komentar yang merendahkan anggota komunitas agama lain, seperti Kristen, dengan menggambarkan salib Kristen sebagai tempat tinggal "jin (roh/setan) kafir”.Selain itu, Somad secara terbuka menyebut non-Muslim sebagai "kafir" (kafir)," kata Kemendagri Singapura.

baca juga

Sebelumnya, Abdul Somad bersama enam anggota rombongannya tiba di Terminal Tanah Merah Singapura dari Batam. Abdul Somad dan enam anggota rombongan mengikuti wawancara dan setelah itu ditolak untuk masuk ke Singapura.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungkit Prabowo dan Gatot Ditolak AS, Wamenag soal Kasus UAS: Tak Perlu Emosi, Apalagi Dikaitkan "Pesanan Jakarta"

Ungkit Prabowo dan Gatot Ditolak AS, Wamenag soal Kasus UAS: Tak Perlu Emosi, Apalagi Dikaitkan "Pesanan Jakarta"

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 10:45 WIB

Beredar Karikatur Seolah Sindir Singapura yang Tolak Masuk Abdul Somad, Netizen Sampai Bingung Maksudnya Apa

Beredar Karikatur Seolah Sindir Singapura yang Tolak Masuk Abdul Somad, Netizen Sampai Bingung Maksudnya Apa

Batam | Jum'at, 20 Mei 2022 | 10:13 WIB

Berada di Singapura, Abu Janda Minta Indonesia Tegas dalam Menindak Orang yang Terpapar Radikalisme

Berada di Singapura, Abu Janda Minta Indonesia Tegas dalam Menindak Orang yang Terpapar Radikalisme

Surakarta | Jum'at, 20 Mei 2022 | 09:49 WIB

Buntut Tolak Ustaz Abdul Somad, Massa Perisai Bakal Geruduk Kedubes Singapura Di Jakarta Jumat Siang Ini

Buntut Tolak Ustaz Abdul Somad, Massa Perisai Bakal Geruduk Kedubes Singapura Di Jakarta Jumat Siang Ini

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 09:10 WIB

UAS Ditolak Masuk, Akun Medsos PM sampai Presiden Singapura Dibanjiri Spam Warganet

UAS Ditolak Masuk, Akun Medsos PM sampai Presiden Singapura Dibanjiri Spam Warganet

News | Jum'at, 20 Mei 2022 | 08:22 WIB

Berita Batam Kemarin 19 Mei 2022: Situs Pemerintah Singapura Diserang Simpatisan UAS-Salmafina Ogah Pacaran Beda Agama

Berita Batam Kemarin 19 Mei 2022: Situs Pemerintah Singapura Diserang Simpatisan UAS-Salmafina Ogah Pacaran Beda Agama

Batam | Jum'at, 20 Mei 2022 | 06:00 WIB

Terkini

Kemenangan Harga Mati! Ini Kata-kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok

Kemenangan Harga Mati! Ini Kata-kata John Herdman Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 18:33 WIB

Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen, Said Abdullah Sebut PDIP Konsisten Sejak Awal

Dorong Parliamentary Threshold 6 Persen, Said Abdullah Sebut PDIP Konsisten Sejak Awal

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:29 WIB

Mengapa Reward Harian dalam Game Bisa Membuat Pemain Lebih Hemat?

Mengapa Reward Harian dalam Game Bisa Membuat Pemain Lebih Hemat?

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 18:29 WIB

Korupsi Pengadaan Lahan Rorotan, Yoory Pinontoan Cs Didakwa Rugikan Negara Rp80 Miliar

Korupsi Pengadaan Lahan Rorotan, Yoory Pinontoan Cs Didakwa Rugikan Negara Rp80 Miliar

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:26 WIB

Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah

Niti Rumat: Ketika Kurator Seni Rupa Tak Hanya Pameran, tapi Juga Merawat Sejarah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:25 WIB

Heran Eks Dirjen PHU Tak Akui BAP di Sidang Kasus Haji, Hakim: Mungkin Penyidiknya Halu

Heran Eks Dirjen PHU Tak Akui BAP di Sidang Kasus Haji, Hakim: Mungkin Penyidiknya Halu

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:22 WIB

Jokowi Jawab Gugatan Pendidikan Gibran di MK: Mengapa Singgung Paket C?

Jokowi Jawab Gugatan Pendidikan Gibran di MK: Mengapa Singgung Paket C?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 18:19 WIB

Cegah Spekulasi Liar, DPR Minta Imipas Buka-bukaan Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Cegah Spekulasi Liar, DPR Minta Imipas Buka-bukaan Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:18 WIB

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Bukan Buat Perang, Ini Alasan RI Butuh Kapal Induk

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 18:15 WIB

Kuliah Gratis di PTN Dinilai Bisa Bikin PTS Kolaps, Pemerintah Diminta Siap-siap

Kuliah Gratis di PTN Dinilai Bisa Bikin PTS Kolaps, Pemerintah Diminta Siap-siap

News | Kamis, 24 September 2026 | 18:14 WIB

×