facebook

3 Tahun Indonesia Tak Impor Beras, Presden Jokowi: Produksi Petani Harus Ditingkatkan

M Nurhadi
3 Tahun Indonesia Tak Impor Beras, Presden Jokowi: Produksi Petani Harus Ditingkatkan
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (29/4/2022). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

"Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," kata Jokowi.

Suara.com - Presiden Joko Widodo menyebut, Indonesia tidak lagi impor beras usai sebelumnya mengimpor hingga 2 juta ton beras tiap tahun.

Capaian ini, ia minta tidak hanya dipertahankan tapi juga ditingkatkan dengan cara meningkatkan produksi dari petani dalam negeri guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Yang biasanya kita impor 1,5 juta sampai 2 juta ton per tahun, sudah 3 tahun ini kita tidak. Ini yang harus dipertahankan, syukur stoknya bisa kita perbesar. Artinya, produktivitas petani itu harus ditingkatkan," kata Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional V Projo, dipantau melalui YouTube Palti West, Minggu (22/5/2022).

Meski dengan kemajuan tersebut, Presiden mengakui Indonesia hingga kini masih melakukan impor beras, diantaranya Jepang, Korea hingga India.

Baca Juga: Meraba Kontestasi Pemilu 2024, Pengamat Politik Sebut Jokowi Punya Pengaruh Kuat Menangkan Capres

"Meskipun ada impor, kecil, tapi itu beras-beras khusus," lanjut Presiden Jokowi.

Harga beras dalam negeri, ujar Jokowi, saat ini juga berada di bawah rata-rata harga di sejumlah negara, yakni sekitar Rp 10.700 per kilogram.

Nilai ini tentu jauh lebih murah dibandingkan dengan Korea Selata, dimana tiap kilogram beras diharga Rp53.000, atau negara Asia Tenggara lainnya, yaitu Filipina yang memiliki harga beras Rp 18.000 per kilogram.

"Ini harus kita syukuri dan kita sudah 3 tahun ini tidak impor, yang namanya beras tidak impor sama sekali sudah tiga tahun," kata Jokowi.

Baca Juga: Dua Nama Ini Disebut-sebut Bakal Masuk Radar Jokowi untuk Suksesi di Pilpres 2024 Mendatang

Komentar