facebook

Kepemimpinan Jokowi Dalam Presidensi G20 Dinilai Bisa Memperkuat Persatuan Antar Bangsa

Iwan Supriyatna
Kepemimpinan Jokowi Dalam Presidensi G20 Dinilai Bisa Memperkuat Persatuan Antar Bangsa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pidato dalam KTT G20, Minggu (22/11/2020). [Foto: Biro Pers Setpres]

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Presidensi G20 dinilai mampu mempererat persatuan antar negara di dunia.

Suara.com - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Presidensi G20 dinilai mampu mempererat persatuan antar negara di dunia. Komunikasi politik yang terbangun apik menciptakan kedamaian dalam bernegara.

Mantan Hakim MK I Dewa Gede Palguna mengatakan karakteristik kepemimpinan Jokowi yang mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Menjadi satu corak yang kian menunjukkan jati diri Indonesia.

“Identitas yang boleh dibawa yang boleh dikatakan terepresentasikan juga di dalam Presidensi G20,” kata Dewa Gede di Bali setelah menjadi pemateri pada seminar Udayana dengan tema "Presidensi G20: Mengkaji Peran Politik Luar Negeri Indonesia di Era Pemerintahan Jokowi." ditulis Rabu (25/5/2022).

Menurut dia kepemimpinan Jokowi semakin membuktikan Indonesia memiliki peran besar dalam penentuan kebijakan pada pemerintahan dunia. Menjadi sebuah kepercayaan yang begitu membanggakan.

Baca Juga: Ada Menko Airlangga Tapi Malah Tunjuk Luhut, PKS Nilai Jokowi Frustasi Urus Minyak Goreng

Dampak positifnya, lanjut dia, akan dirasakan oleh seluruh negara peserta Presidensi G20. Meski Indonesia, lanjut dia, merupakan negara dengan jumlah umat muslim terbesar di dunia.

“Kita adalah negara muslim terbesar jadi artinya ketika ini berhasil diperankan dengan baik oleh Presiden Joko Widodo yang menikmati bukan Indonesia sendirian,” ucap Dewa Gede.

Tidak hanya itu, imbas kepemimpinan Jokowi dalam Presidensi G20 semakin menggambar kan sebuah persatuan yang solid. Khususnya sebagai negara yang menjadikan demokrasi sebagai bentuk kedaulatan.

“Tetapi orang kemudian menjadi percaya dan disaat yang sama kita adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Dengan keberhasilan ini tentunya akan bisa membuka mata barat yang selama ini memandang dua persoalan itu,” tutup I Dewa Gede.

Baca Juga: Kunker Ke Bali, Ini Agenda Kerja Presiden Jokowi Di Pulau Dewata: Salah Satunya Bertemu Wapres Zambia

Komentar