Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Glasstec 2022 Antisipasi Tren Industri Dunia dengan Teknologi Terbarukan

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2022 | 08:09 WIB
Glasstec 2022 Antisipasi Tren Industri Dunia dengan Teknologi Terbarukan
Glasstec2022.

Suara.com - Pameran terbesar industri kaca dunia Glasstec akan kembali digelar setelah vakum selama 4 tahun akibat pandemi Covid-19. Pameran diselenggarakan di Düsseldorf, Jerman dari tanggal 20 hingga 23 September 2022.

Glasstec menghadirkan rangkaian pameran dengan berbagai topik yang berkaitan dengan produksi kaca/teknologi manufaktur, pemrosesan kaca dan finishingnya untuk berbagai produk kaca serta aplikasi.

Messe Düsseldorf Jerman selaku penyelenggara pameran mengajak para pelaku industri kaca Indonesia, memanfaatkan momentum glasstec untuk menguasai teknologi terkini di bidang kaca.

Selama vakum, Messe Düsseldorf menggali berbagai topik penting bagi pengembangan industri kaca di masa depan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan.

Riset yang melibatkan para ahli industri kaca dari seluruh tataran rantai nilai telah mengidentifikasi lima tren global yakni:

  • Iklim (pengurangan emisi dan energi terbarukan)
  • Urbanisasi (arsitektur yang tahan dengan kondisi masa depan yang didominasi kaca)
  • Nilai (rantai nilai berkelanjutan)
  • Sumberdaya (penggunaan sumberdaya yang efisien dan berkelanjutan)
  • Kesejahteraan (meningkatnya kualitas hidup dengan penggunaan kaca).

“Kelima megatrend itu akan menjadi fokus pameran Glasstec. Artinya kita akan memberikan industri kaca spektrum solusi dan informasi masa depan yang inovatif dan unik serta peluang untuk memperluas jaringan mereka di dunia global kaca,” ungkap Birgit Horn, Project Director dari glasstec, Messe Düsseldorf dalam keterangannya ditulis Rabu (1/6/2022).

Pandemi tidak menurunkan antusiasme industri dunia untuk mengikuti pameran ini terlihat dari banyaknya perusahaan dan pelaku industri yang telah mendaftar sebegai peserta pameran.

“Ini merupakan sinyal positif yang ditunjukkan oleh industri kaca, mengingat acara terakhir merupakan acara paling berhasil yang kami selenggarakan di Düsseldorf,” tambah Birgit Horn.

Dengan semboyan ‘Let’s Go Live’, glasstec akan menunjukkan inovasi bagaimana arah penggunaan kaca di masa depan secara live. Glasstec berupaya mempertemukan teori dan praktik dalam berbagai konferensi yang menghadirkan pakar-pakar dunia dengan tema-tema menarik.

Salah satu tema yang menarik adalah teknologi power-to-x (P2X), teknologi produksi bahan bakar sintetik dan produk kimia komoditas dengan memanfaatkan energi terbarukan. Teknologi ramah lingkungan ini membawa manfaat energi terbarukan lebih jauh, tak hanya sebagai sumber listrik, tapi juga ke dalam proses industri bahan bakar dan kimia.

“Di Indonesia pengembangan energi terbarukan masih berfokus pada dekarbonisasi industri kelistrikan. Padahal, melalui teknologi P2X, energi terbarukan dapat dimanfaatkan untuk memecahkan persoalan sektor industri bahan bakar dan produk kimia, salah satu penyumbang emisi karbon terbesar. Kami harap Indonesia dapat memanfaatkan dengan baik pameran glasstec ini,” ujar Birgit Horn.

P2X adalah teknologi produksi bahan bakar sintetik dan produk kimia komoditas dengan memanfaatkan energi terbarukan. Komponen utama dari P2X adalah proses elektrolisis: proses konversi suatu bahan baku menjadi produk hijau menggunakan listrik dari energi terbarukan.

Produksi hidrogen melalui elektrolisis air merupakan salah satu proses inti dalam teknologi P2X. Sebab, hidrogen dapat dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan. Melalui P2X, ‘hidrogen hijau’ juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan hidrogen yang sebagian besarnya (sekitar 96%) bersumber dari bahan bakar fosil. Dampaknya, P2X dapat meredam emisi dari produksi ‘hidrogen hitam’ sebesar 830 juta ton karbon dioksida per tahun.

Banyak negara terutama negara maju telah bergerak untuk menjadikan P2X tidak lagi teori tapi tahap produksi untuk diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari. Hal ini tentunya menimbulkan tantangan praktis yang baru yang akan dijawab dalam pameran glasstec.

“Indonesia dapat belajar dari penggunaan teknologi P2X untuk menghasilkan hidrogen hijau yang telah diterapkan di Jerman dan Jepang,” tutup Birgit Horn.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa Biologi UI Ciptakan Energi Terbarukan dari Sampah Organik Selada Air, Menghasilkan Gas Metana

Mahasiswa Biologi UI Ciptakan Energi Terbarukan dari Sampah Organik Selada Air, Menghasilkan Gas Metana

News | Selasa, 31 Mei 2022 | 10:26 WIB

Startup Energi Terbarukan Siap Unjuk Gigi di [RE]Spark Renewable Energy Festival 2022

Startup Energi Terbarukan Siap Unjuk Gigi di [RE]Spark Renewable Energy Festival 2022

Tekno | Kamis, 26 Mei 2022 | 23:27 WIB

Menko Airlangga: RI Bakal Realisasikan 23 Persen Penggunaan Energi Terbarukan di 2025

Menko Airlangga: RI Bakal Realisasikan 23 Persen Penggunaan Energi Terbarukan di 2025

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2022 | 10:22 WIB

Terkini

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:33 WIB

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB