Literasi dan Inklusi Perlu Ditingkatkan untuk Mendorong Pertumbuhan Industri Asuransi dan Dana Pensiun

Iwan Supriyatna

Rabu, 01 Juni 2022 | 11:14 WIB
Literasi dan Inklusi Perlu Ditingkatkan untuk Mendorong Pertumbuhan Industri Asuransi dan Dana Pensiun
IFG International Conference 2022.

Suara.com - Pertumbuhan industri asuransi di Tanah Air pasca pandemi Covid-19 cukup menunjukkan hasil yang positif. Hingga Maret 2022, aset total industri keuangan nonperbankan tersebut mencapai Rp 1.637 triliun atau tumbuh 12,9 % dari tahun sebelumnya.

Sejalan dengan industri asuransi, dana pensiun juga menunjukkan progres yang positif. Yakni, memiliki total aset bersih senilai Rp 329 triliun atau tumbuh 6% dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Destry Damayanti, Senior Deputy Governor of Bank Indonesia, dalam pidato sambutannya di acara IFG International Conference 2022.

Menurutnya, Indonesia masih memerlukan pasar keuangan yang kuat agar menjadi negara maju. Pasar keuangan yang kuat akan mampu menjaga stabilitas rupiah, sehingga berdampak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sejauh ini, penetrasi asuransi terbilang meningkat, yakni mulai dari 1,9% pada tahun 2019 menjadi 3,2% pada 2022. Sedangkan penetrasi dana pensiunan cukup stabil yaitu sebanyak 6% dan diproyeksi akan naik seiring perkembangan teknologi digital melalui program insurtech.

"Indonesia memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan menjadi negara maju. Upaya yang harus dilakukan misalnya lewat percepatan pasar finansial yang efisien dan inklusif," kata Destry.

Sumarjono, Advisor Departemen Pengawasan Khusus Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, upaya memperkuat industri asuransi dan dana pensiun merupakan tanggung jawab bersama.

Indonesia dan negara G20 berkomitmen dalam menciptakan sistem keuangan yang kuat, industri yang bisa mendukung upaya-upaya dunia dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim, serta usaha-usaha meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Perkembangan teknologi digital juga membawa risiko, misalnya faktor keamanan yang memang menjadi isu penting saat bertransaksi. Bahkan, ke depan akan ada tren bahwa semua transaksi akan beralih secara digital, sehingga seluruh masyarakat memerlukan literasi yang memadai.

baca juga

"Isu literasi keuangan ini masih menjadi tantangan bagi kita semua. Berdasarkan survey per tiga tahun yang dilakukan OJK, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia pada tahun 2019 mencapai 38,01% atau naik dari tahun 2016 sebelumnya sebesar 29,7%," kata Sumarjono.

Dalam sesi pertama konferensi, Adam Nettheim, CSC's Executive Manager, Customer Operations Commonwealth Supperannuation Corporation Australia mengatakan, beberapa hal yang perlu dilakukan agar industri asuransi dan dana pensiun terus tumbuh antara lain, dukungan pemerintah berupa kewajiban iuran wajib dana pensiun semisal 3% dari gaji untuk para pekerja, menjaga keberlangsungan kompetisi antara para pengelola dana, serta kemudahan masyarakat untuk merasakan manfaat investasi dana.

"Kami terus berupaya membangun pengetahuan mengenai dana pensiun, karena warga misalnya usia 25 tahun sulit akan mengerti tentang dana pensiun," ujar dia.

Lau Chin Cing, Director of Financial Development and Innovation Central Bank Malaysia mengatakan, pemerintah dan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pasar keuangan di Negeri Jiran.

Salah satu terobosan yang sedang dilakukan baru-baru ini yaitu memperkenalkan cetak biru (blueprint) sektor keuangan dengan jangka lima tahun. Kebijakan Bank Sentral Malaysia tidak lagi menerapkan blueprint dengan jangka waktu 10 tahun lantaran menghindari banyaknya spekulasi mengingat risiko perubahan-perubahan di pasar global dan domestik.

Menurut dia, pihaknya berharap dengan blueprint anyar ini akan dapat menjaring lebih banyak mitra baik dari pemerintah maupun swasta. Adapun beberapa kebijakannya antara lain, meluncurkan program mikro asuransi umum semisal risiko cyber, lebih fokus bidang digitalisasi sebagai upaya untuk menyambut perantara digital seiring perkembangan industri asuransi pascapandemi Covid-19, serta memberikan lebih banyak akses untuk para peserta pemegang asuransi digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IFG Ungkap Dua Kunci untuk Tingkatkan Penetrasi Asuransi

IFG Ungkap Dua Kunci untuk Tingkatkan Penetrasi Asuransi

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2022 | 16:32 WIB

BI: Industri Asuransi dan Dana Pensiun Jadi Kunci Penting Pasar Keuangan Indonesia

BI: Industri Asuransi dan Dana Pensiun Jadi Kunci Penting Pasar Keuangan Indonesia

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2022 | 13:48 WIB

Peluang Industri Asuransi dan Dana Pensiun di Indonesia Masih Terbuka Lebar

Peluang Industri Asuransi dan Dana Pensiun di Indonesia Masih Terbuka Lebar

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2022 | 08:46 WIB

Terkini

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Thriller hingga Romcom, 5 Rekomendasi Drama yang Dibintangi Kim Young Kwang

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Bawa Pesan dari Mandalika, 5 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Ngamuk' di Sepang

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Kendal Tornado FC Jamu Persebaya di Stadion Sriwedari Tanpa Penonton Umum

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:37 WIB

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Pemerintah Rela Tak Pungut Pajak Rp632 Triliun pada 2027, Siapa yang Diuntungkan?

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:35 WIB

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

Bachtiar Nasir Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, Soroti Keberpihakan ke Israel

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Malaikat Maut Juga Bisa Galau? Sisi Lain Kematian di Novel Setelah Melompat Aku Ingin Hidup

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

Pakar UMY Ingatkan Jokowi Bawa Ijazah Asli di Sidang Roy Suryo: Jangan Fotokopi

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:27 WIB

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

6 Arti Punggung Merinding Tiba-tiba Siang Hari Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:25 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

×