Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.595.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.015

Emiten Tambang Emas Archi Indonesia Raup Pendapat Rp1,16 Trilun di Kuartal I 2022

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Kamis, 02 Juni 2022 | 22:12 WIB
Emiten Tambang Emas Archi Indonesia Raup Pendapat Rp1,16 Trilun di Kuartal I 2022
Aktivitas salah satu pertambangan PT Archi Indonesia Tbk. [archiindonesia.com/]

Suara.com - Emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat pendapatan pada kuartal I tahun 2022 sebesar USD80,1 juta atau setara Rp1,16 triliun (kurs Rp14.526). Raihan itu naik 37% dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2021 sebesar USD58,5 juta.

Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra mengatakan, kenaikan pendapatan itu disumbang dari volume penjualan emas yang lebih tinggi dari 30,7 kilo ons menjadi 42,2 kilo ons dan rata-rata harga jual emas yang lebih tinggi.

"Dengan capaian itu, perseroan juga meraih laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) lebih tinggi 10% menjadi USD29,1 juta dan laba tahun berjalan juga lebih tinggi 13% menjadi USD9,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dalam laporan keuangan perseroan pada Kamis (2/6/2022).

Menurut Rudy, peningkatan profitabilitas terutamanya disebabkan oleh lebih tingginya pendapatan dan rendahnya biaya pertambangan.

Dia menyebut, pada tahun ini perseroan juga fokus membuka kembali pit Araren yang terkena dampak bencana alam (terjadi di awal tahun). Hasil tiga bulan perseroan umumnya lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Produksi emas meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sedangkan untuk penjualan emas meningkat 37% yang juga sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan," ungkap dia.

Dari sisi utang bersih, Rudy juga mencatat adanya pengurangan dari USD296,9 juta per 31 Desember 2021 menjadi sebesar USD285,9 juta per 31 Maret 2022.

Sementara, Arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar USD36,4 juta pada periode tersebut, terutamanya terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD81,1 juta, sebagian diimbangi dari pembayaran kepada kontraktor dan pemasok sebesar USD26,2 juta.

Jumlah belanja modal selama periode tersebut mencapai USD 14,1 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar USD36,3 juta, hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk menunda beberapa proyek pengembangan ke tahun berikutnya, dan fokus pada remediasi pit yang terkena dampak bencana alam pada awal tahun 2022. 

"Kami saat ini sedang mengkaji peluang pengembangan tambang bawah tanah yang saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Kami percaya bahwa penambangan bawah tanah dapat meningkatkan produksi emas dan meningkatkan margin profitabilitas karena kadar emas yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Naik Rp 5.000, Simak Harga Emas Antam Hari Ini

Naik Rp 5.000, Simak Harga Emas Antam Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 08:42 WIB

Archi dan Ormat Akan Jalankan Program Pengeboran Eksplorasi Proyek Geothermal di Sulut

Archi dan Ormat Akan Jalankan Program Pengeboran Eksplorasi Proyek Geothermal di Sulut

Bisnis | Senin, 27 September 2021 | 16:06 WIB

Pemprov Sulut Terima Bantuan Mobil Lab PCR dari Archi Indonesia

Pemprov Sulut Terima Bantuan Mobil Lab PCR dari Archi Indonesia

Sulsel | Jum'at, 31 Juli 2020 | 17:05 WIB

Terkini

Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya

Purbaya Bantah Isu Banyak Perusahaan Bangkrut Gegara Ekonomi Lesu, Ini Buktinya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:17 WIB

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Cegah Kebocoran Cukai, Purbaya Siapkan Mesin Canggih Pendeteksi Produksi Rokok

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:52 WIB

Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?

Stok Minyak Dunia Menipis, OPEC+ Mau Tambah Produksi: Harga Siap Melonjak?

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:24 WIB

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

BTN Sukses Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Transformasi Loan Factory Perkuat Kualitas Kredit Baru

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:18 WIB

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Berawal dari Keterbatasan, Kini Omzet UMKM Ini Meroket Berlipat

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:13 WIB

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Transaksi Syariah Bank Mega Syariah Melonjak 89 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:00 WIB

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 20,5 Persen di 2026

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:42 WIB

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Purbaya Bingung Ekonomi RI Dibilang Masuk Masa Resesi

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:24 WIB

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

8 Pinjol Masuk Pengawasan Khusus, Izin Usaha Terancam Dicabut

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:16 WIB

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Analis: Isu Pergantian Gubernur BI Picu Kekhawatiran Investor Global, Risikonya Besar

Bisnis | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:17 WIB