Emiten Tambang Emas Archi Indonesia Raup Pendapat Rp1,16 Trilun di Kuartal I 2022

Kamis, 02 Juni 2022 | 22:12 WIB
Emiten Tambang Emas Archi Indonesia Raup Pendapat Rp1,16 Trilun di Kuartal I 2022
Aktivitas salah satu pertambangan PT Archi Indonesia Tbk. [archiindonesia.com/]

Suara.com - Emiten tambang emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat pendapatan pada kuartal I tahun 2022 sebesar USD80,1 juta atau setara Rp1,16 triliun (kurs Rp14.526). Raihan itu naik 37% dari pendapatan pada periode yang sama tahun 2021 sebesar USD58,5 juta.

Direktur Utama PT Archi Indonesia Tbk, Rudy Suhendra mengatakan, kenaikan pendapatan itu disumbang dari volume penjualan emas yang lebih tinggi dari 30,7 kilo ons menjadi 42,2 kilo ons dan rata-rata harga jual emas yang lebih tinggi.

"Dengan capaian itu, perseroan juga meraih laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) lebih tinggi 10% menjadi USD29,1 juta dan laba tahun berjalan juga lebih tinggi 13% menjadi USD9,5 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ujarnya seperti dikutip dalam laporan keuangan perseroan pada Kamis (2/6/2022).

Menurut Rudy, peningkatan profitabilitas terutamanya disebabkan oleh lebih tingginya pendapatan dan rendahnya biaya pertambangan.

Dia menyebut, pada tahun ini perseroan juga fokus membuka kembali pit Araren yang terkena dampak bencana alam (terjadi di awal tahun). Hasil tiga bulan perseroan umumnya lebih baik dari periode yang sama tahun sebelumnya. 

"Produksi emas meningkat 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sedangkan untuk penjualan emas meningkat 37% yang juga sejalan dengan peningkatan pendapatan Perseroan," ungkap dia.

Dari sisi utang bersih, Rudy juga mencatat adanya pengurangan dari USD296,9 juta per 31 Desember 2021 menjadi sebesar USD285,9 juta per 31 Maret 2022.

Sementara, Arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar USD36,4 juta pada periode tersebut, terutamanya terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar USD81,1 juta, sebagian diimbangi dari pembayaran kepada kontraktor dan pemasok sebesar USD26,2 juta.

Jumlah belanja modal selama periode tersebut mencapai USD 14,1 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar USD36,3 juta, hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk menunda beberapa proyek pengembangan ke tahun berikutnya, dan fokus pada remediasi pit yang terkena dampak bencana alam pada awal tahun 2022. 

Baca Juga: Naik Rp 5.000, Simak Harga Emas Antam Hari Ini

"Kami saat ini sedang mengkaji peluang pengembangan tambang bawah tanah yang saat ini sedang dalam tahap studi kelayakan. Kami percaya bahwa penambangan bawah tanah dapat meningkatkan produksi emas dan meningkatkan margin profitabilitas karena kadar emas yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI