Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa

Vania Rossa

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:07 WIB
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
Penyampaian Hasil Ijtima Ulama Indonesia saat Acara Peringatan Hari Lahir PKB ke-28 di Jakarta, Kamis, (23/7/2026). (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Sejumlah ulama menyampaikan tiga poin hasil Ijtima Ulama kepada Presiden Prabowo di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
  • Para ulama mendukung penguatan ekonomi, penerapan meritokrasi pemerintahan, serta komitmen perbaikan dan penataan organisasi Nahdlatul Ulama.
  • Ijtima Ulama menegaskan komitmen memberikan masukan konstruktif demi menjaga penyelenggaraan negara sesuai konstitusi dan keadilan.

Suara.com - Sejumlah ulama menyampaikan tiga poin hasil Ijtima Ulama Indonesia di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Poin-poin tersebut merupakan hasil pertemuan para ulama yang sebelumnya digelar di Hotel Fairmont, Jakarta, pada hari yang sama.

Pimpinan Pondok Pesantren Asy-Syifaa, KH Ahmad Muhyiddin Al-Manafi, mengatakan rekomendasi Ijtima Ulama dirumuskan setelah para ulama mencermati berbagai dinamika sosial nasional, perubahan tatanan dunia, serta arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Ahmad, rumusan tersebut juga berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), Pancasila, serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

"Berbagai poin ini dirumuskan berdasarkan kondisi bangsa saat ini serta arah pembangunan nasional yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah, Pancasila, dan UUD 1945," ujar Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut, Ijtima Ulama Indonesia menyampaikan tiga poin utama.

Pertama, para ulama menyatakan dukungan terhadap berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat kedaulatan bangsa, terutama melalui penguatan kemandirian ekonomi.

Kedua, Ijtima Ulama mendorong pemerintah untuk menerapkan tata kelola pemerintahan yang berbasis meritokrasi, dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai konstitusi.

Ketiga, para ulama menyampaikan komitmen untuk ikut memperbaiki dan menata Nahdlatul Ulama (NU) agar semakin solid serta mampu memberikan kemaslahatan bagi umat dan masyarakat luas.

baca juga

Selain tiga poin tersebut, Ahmad menegaskan Ijtima Ulama Indonesia akan terus menjalankan nilai amar ma'ruf nahi munkar dengan memberikan masukan dan kritik yang konstruktif terhadap jalannya pemerintahan.

"Karena itu, Ijtima Ulama akan terus menjalankan amanah amar ma'ruf nahi munkar, memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, serta memberikan dukungan, nasihat, dan koreksi yang konstruktif agar penyelenggaraan negara senantiasa berada dalam koridor konstitusi, keadilan, dan kemaslahatan," pungkasnya.

Melalui rekomendasi tersebut, Ijtima Ulama Indonesia menegaskan peran ulama tidak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan pembangunan nasional.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat

Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 23:04 WIB

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:56 WIB

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

Ijtima Ulama PKB Soroti Masa Depan PBNU, Minta Muktamar Jombang Bersih dari Praktik Transaksional

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 22:54 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×