- Ketum PKB Cak Imin mengapresiasi perubahan anggaran Prabowo dalam Harlah PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
- Pemerintah menargetkan pembangunan lima ribu jembatan di pelosok untuk mengatasi masalah infrastruktur terpencil tahun ini.
- PKB berkomitmen mengawal kebijakan anggaran pro-rakyat guna mempercepat pencapaian kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin memberikan apresiasi tinggi terhadap perubahan arah kebijakan anggaran negara di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikannya dalam pidato politik pada perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.
Cak Imin menyoroti transformasi politik anggaran yang kini dinilai lebih berpihak pada kebutuhan mendasar rakyat di akar rumput.
Ia mengungkapkan bahwa salah satu hasil nyata dari perubahan arah APBN tersebut adalah pembangunan infrastruktur skala kecil yang selama ini terabaikan.
"Bapak Presiden bahkan telah merubah arah baru anggaran APBN kita. Politik anggaran dirubah. Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang paling konkret: banyak jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri tetapi tidak pernah tersentuh oleh anggaran kita," ujar Cak Imin.
Cak Imin menambahkan, pada tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan ribuan infrastruktur penghubung di wilayah-wilayah terpencil.
"Dalam tahun ini insyaallah 5.000 jembatan yang akan dibangun untuk memberi jalan keluar bagi masalah yang paling konkret di depan mata kita. Itu contoh politik anggaran yang benar-benar bisa langsung dinikmati," tegasnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menegaskan komitmen PKB untuk terus mengawal kebijakan anggaran yang pro-rakyat.
Ia menyatakan bahwa PKB siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan kesejahteraan sampai ke tangan masyarakat dalam waktu singkat.
"Bapak Presiden, PKB siap menjadi bagian utama untuk terwujudnya politik anggaran yang benar-benar bisa dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia," katanya.
Ia juga memberikan catatan penting mengenai arah ekonomi nasional. Cak Imin mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak sekadar terpaku pada mekanisme pasar, melainkan fokus pada tujuan utama bernegara, yakni kemakmuran rakyat.
"Kami mengajak seluruh kekuatan untuk tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya adalah segera menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya," pungkasnya.
Catatan redaksi (di luar koreksi typo): Dalam narasi sebaiknya disebutkan "Presiden Prabowo Subianto" alih-alih hanya "Presiden" pada paragraf pertama agar lebih jelas. Sementara itu, di dalam kutipan terdapat bentuk "merubah" dan "dirubah" yang secara baku seharusnya "mengubah" dan "diubah", tetapi karena merupakan kutipan langsung, sebaiknya tidak diubah.