Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 03 Juni 2022 | 08:15 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis, setelah persediaan minyak mentah Amerika menyusut lebih dari ekspektasi.

Harga juga didukung paket sanksi keenam Uni Eropa terhadap Rusia, yang akan mencakup larangan segera atas kontrak asuransi yang baru bagi kapal yang membawa minyak Rusia dan penghentian kontrak yang ada selama enam bulan.

Mengutip CNBC, Jumat (3/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melesat USD1,32, atau 1,1 persen menjadi USD117,61 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD1,61, atau 1,4 persen menjadi USD116,87 per barel.

Stok minyak mentah dan bahan bakar AS turun pekan lalu, karena permintaan terus melampaui pasokan, dengan persediaan minyak mentah komersial melorot bahkan ketika lebih banyak cadangan strategis memasuki pasar, data pemerintah menunjukkan.

Stok minyak mentah Amerika menyusut 5,1 juta barel, dibandingkan ekspektasi.

Harga minyak tergelincir di awal sesi Kamis, setelah Arab Saudi dan negara-negara OPEC Plus lainnya sepakat untuk meningkatkan produksi minyak guna mengimbangi penurunan output Rusia, untuk meredakan lonjakan harga minyak dan inflasi serta memuluskan jalan bagi kunjungan Presiden AS Joe Biden ke Riyadh.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC Plus, setuju untuk menaikkan produksi sekitar 650.000 barel per hari dalam dua bulan ke depan, dari 432.000 barel per hari saat ini.

"Kendati OPEC Plus setuju untuk meningkatkan kuota produksi mereka sedikit lebih banyak dari ekspektasi pasar, pada kenyataannya sangat sedikit untuk menambah pasokan tambahan karena OPEC Plus sudah gagal memenuhi kuota yang ada lebih dari 2 juta barel per hari," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Minyak sebagian besar bergerak lebih tinggi selama beberapa pekan karena ekspor Rusia terhambat sanksi AS dan Uni Eropa terhadap Moskow atas invasi 24 Februari ke Ukraina.

Pasar juga melihat dukungan dari kebangkitan China secara bertahap dari penguncian Covid-19 yang sangat ketat.

Produksi Rusia merosot sekitar 1 juta barel per hari menyusul sanksi tersebut.

Sumber OPEC PLus yang mengetahui posisi Rusia mengatakan Moskow menyetujui produsen lain meningkatkan produksi untuk mengkompensasi output yang lebih rendah tetapi tidak harus menutupi semua kekurangan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uni Eropa Resmi Larang Ekspor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Uni Eropa Resmi Larang Ekspor Minyak Rusia, Harga Minyak Dunia Langsung Naik

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 07:15 WIB

Harga Minyak Dunia Melesat Tinggi, Tembus 121 Dolar AS/Barel

Harga Minyak Dunia Melesat Tinggi, Tembus 121 Dolar AS/Barel

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2022 | 08:04 WIB

Imbas Perang Ukraina dengan Rusia Harga Minyak Dunia Jadi Melambung, Akankah Subisidi BBM Dicabut Pemerintah?

Imbas Perang Ukraina dengan Rusia Harga Minyak Dunia Jadi Melambung, Akankah Subisidi BBM Dicabut Pemerintah?

Jawa Tengah | Senin, 30 Mei 2022 | 11:40 WIB

Terkini

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Menko Zulhas: HET Minyakita Naik!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:50 WIB

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Hitung-hitungan Harga Wajar Pertamax, Benarkah Bisa Tembus Rp17.000 per Liter?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:46 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:28 WIB

Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu

Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:11 WIB

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bos SIG: Industri Bahan Bangunan RI Sangat Besar, Baru 11% yang Tergarap!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 15:04 WIB

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Pelindo Group Buka Jalan UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:57 WIB

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Pelindo Ikut dalam Pembangunan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:51 WIB

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

BEI Bakal Depak Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi dari Indeks Kunci di Bursa

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:46 WIB

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Perkuat Ketahanan Ekonomi Keluarga, Pertamina Sebar 118 Ribu Paket Sembako

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Ngaku Tak Tahu soal PPN Jalan Tol, Purbaya: Tiba-tiba Ada Banyak Isu Pajak

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 14:10 WIB