Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Minyak Dunia Melesat Gara-gara Kebijakan OPEC

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 07:18 WIB
Harga Minyak Dunia Melesat Gara-gara Kebijakan OPEC
OPEC.

Suara.com - Harga minyak dunia naik lebih tinggi pada perdagangan akhir pekan lalu. Kenaikan harga ditopang oleh ekspektasi bahwa keputusan OPEC untuk meningkatkan target produksi sedikit lebih dari yang direncanakan tidak akan banyak mempengaruhi pasokan global yang ketat.

Mengutip CNBC, Senin (6/6/2022) harga minyak mentah Brent naik USD1,80 atau 1,5 persen menjadi USD119,41 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik USD1,80 atau 1,5 persen menjadi USD118,67.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC +, pada hari Kamis sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 648.000 barel per hari (bph) per bulan pada bulan Juli dan Agustus. Pada kesempatan sebelumnya OPEC + sepakat menggenjot kenaikan produksi sebanyak 432.000 barel per hari.

Minyak mentah AS menuju kenaikan mingguan keenam karena ketatnya pasokan AS, yang telah mendorong pembicaraan tentang pembatasan ekspor bahan bakar atau pajak rejeki nomplok (windfall profit) pada produsen minyak dan gas.

"Keputusan OPEC + kemarin dan percepatan yang sedang berlangsung dalam rilis SPR (cadangan strategis) menjaga ketersediaan minyak mentah pada tingkat yang cukup terutama disertai permintaan dari penyulingan yang turun drastis dari beberapa tahun lalu," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Kenaikan produksi bisa di bawah jumlah yang dijanjikan karena OPEC + membagi kenaikan di seluruh anggotanya dan masih termasuk Rusia, yang produksinya turun.

Produksi minyak Rusia jatuh karena sanksi telah mendorong beberapa negara untuk menghindari pembelian minyaknya sejak invasi ke Ukraina.

"OPEC + kemungkinan masih akan memasok minyak jauh lebih sedikit ke pasar daripada yang disepakati dan dengan demikian tidak memberikan bantuan yang diharapkan," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Persediaan tetap ketat. Pada hari Kamis, laporan persediaan mingguan AS menunjukkan stok minyak mentah turun lebih dari yang diperkirakan sebanyak 5,1 juta barel. Persediaan bensin juga turun.

Permintaan juga meningkat. Pusat keuangan China Shanghai dan ibu kota, Beijing, telah melonggarkan pembatasan Covid-19 dan pemerintah China telah berjanji untuk merangsang ekonomi.

Minyak menahan kenaikan setelah data AS menunjukkan pekerjaan meningkat lebih dari yang diharapkan pada Mei, tanda-tanda pasar tenaga kerja yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS

Harga Minyak Dunia Naik Seiring Menyusutnya Persediaan Minyak Mentah AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juni 2022 | 08:15 WIB

Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi

Arab Saudi dan OPEC+ Setuju Tambah Produksi Minyak Demi Tekan Harga dan Inflasi

Bisnis | Jum'at, 03 Juni 2022 | 07:51 WIB

Harga Minyak Perdagangan Asia Merosot, OPEC+ Belum Beri Keputusan Terkait Rusia

Harga Minyak Perdagangan Asia Merosot, OPEC+ Belum Beri Keputusan Terkait Rusia

Bisnis | Kamis, 02 Juni 2022 | 08:42 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB