Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Senin, 06 Juni 2022 | 11:40 WIB
Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha
Ilustrasi produk ramah lingkungan. (Dok: HSBC)

Suara.com - Saat ini, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah semakin tinggi. Masyarakat kini mulai tergerak untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan, misalnya tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk berbelanja hingga memakai produk hasil dari daur ulang.

Di skala produksi, kesadaran untuk melindungi lingkungan juga sudah banyak dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kertas. Alih-alih langsung membuangnya, kertas bekas bisa dikumpulkan dan kembali dimanfaatkan, karena cara tersebut diyakini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemanfaatan limbah kertas bisa dilakukan lewat proses daur ulang, dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun memang sudah mendorong para pelaku usaha untuk melakukan upaya pemanfaatan limbah melalui penerapan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Anjuran tersebut saat ini memang sudah banyak diterapkan oleh berbagai pelaku usaha, tidak hanya limbah kertas, ada juga yang memanfaatkan beragam limbah yang akhirnya bisa dimanfaatkan jadi lebih baik dan jadi peluang usaha seperti limbah air kelapa menjadi pupuk organik, limbah karung goni menjadi tas hingga pemanfaatan limbah kayu yang dibuat menjadi kerajinan.

Tidak hanya para pelaku usaha, masyarakat pada umumnya juga sudah mulai memanfaatkan limbah kertas untuk beberapa keperluan rumah tangga. banyak yang menggunakan limbah kertas digunakan untuk membersihkan kaca, sebagai alas lemari, bahan untuk mendekorasi rumah, membuat mainan hingga digunakan sebagai pelindung sayur dan buah agar selalu tetap segar.

Dukungan HSBC Indonesia bagi Pelaku Usaha Ekonomi Sirkular
Pemanfaatan limbah kertas tentu memerlukan komitmen berkelanjutan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh PT Bank HSBC Indonesia. Sebagai langkah untuk mendukung pelaku usaha ekonomi sirkular sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan, HSBC Indonesia menghadirkan program pemberian pinjaman fasilitas ramah lingkungan dimana program tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen dari HSBC untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan dengan memberikan bimbingan dan dukungan ahli.

Hal ini bertujuan untuk membantu bisnis dengan rencana pengembangan strategis, yang bermuara kepada emisi nol bersih.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Francois de Maricourt mengatakan, pihaknya mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dinilainya akan berdampak signifikan untuk membantu negara mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan memitigasi dampak perubahan iklim.

Obligasi, pinjaman, dan sukuk ramah lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia banyak didorong oleh sovereign dan mendapat dukungan pemerintah hingga saat ini.

baca juga

“Kami mengharapkan lebih banyak perusahaan berpartisipasi, karena Indonesia berkomitmen dalam melakukan perbaikan terhadap lingkungan dan perusahaan. ECO dapat menjadi contoh,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Bank HSBC Indonesia (“HSBC Indonesia”) menjadi salah satu perusahaan yang sudah memulai untuk mendukung pemanfaatan limbah kertas dalam skala besar dan berkelanjutan.

Beberapa waktu lalu, HSBC Indonesia telah memberikan pinjaman ramah lingkungan sebesar Rp27 miliar kepada PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan dan produksi limbah kertas daur ulang menjadi berbagai grade kertas cokelat untuk digunakan kembali oleh industri konversi kertas.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan limbah menjadi lebih berguna adalah PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), yang merupakan anak perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) dimana mereka telah memproduksi kertas daur ulang menggunakan limbah kertas, termasuk yang dikumpulkan dari TPA atau jalanan oleh para pekerja TPA.

ECO sendiri mendapat fasilitas pinjaman ramah lingkungan dari HSBC Indonesia yang akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja ECO dan melipatgandakan kapasitas produksinya menjadi sekitar 22.500 ton kertas daur ulang per bulan.

Produktivitas yang meningkat ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pekerja TPA sebagai salah satu pemasok kertas bekas. Kertas daur ulang yang diproduksi oleh ECO memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular di Indonesia.

ECO berhasil memperoleh sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) 1 dan Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) 2 dari PT SGS Indonesia (“SGS”), dan fasilitas pembiayaan dari HSBC Indonesia dikategorikan sebagai green loan.

Mereka juga melakukan strategi pengembangan bisnis untuk memasuki pasar kantong kertas dan kotak kertas ke sektor FMCG, makanan dan minuman (F&B) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan komitmen tetap pada konsep ramah lingkungan memanfaatkan bahan mentah yang ramah lingkungan, pengolahan dan energi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai HSBC Indonesia bisa klik di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Bisnis | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:36 WIB

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Selasa, 16 November 2021 | 10:10 WIB

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Bisnis | Senin, 15 November 2021 | 09:02 WIB

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 09:00 WIB

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 10:54 WIB

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB