Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha

Fabiola Febrinastri, Iman Firmansyah

Senin, 06 Juni 2022 | 11:40 WIB
Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha
Ilustrasi produk ramah lingkungan. (Dok: HSBC)

Suara.com - Saat ini, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah semakin tinggi. Masyarakat kini mulai tergerak untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan, misalnya tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk berbelanja hingga memakai produk hasil dari daur ulang.

Di skala produksi, kesadaran untuk melindungi lingkungan juga sudah banyak dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kertas. Alih-alih langsung membuangnya, kertas bekas bisa dikumpulkan dan kembali dimanfaatkan, karena cara tersebut diyakini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemanfaatan limbah kertas bisa dilakukan lewat proses daur ulang, dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun memang sudah mendorong para pelaku usaha untuk melakukan upaya pemanfaatan limbah melalui penerapan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Anjuran tersebut saat ini memang sudah banyak diterapkan oleh berbagai pelaku usaha, tidak hanya limbah kertas, ada juga yang memanfaatkan beragam limbah yang akhirnya bisa dimanfaatkan jadi lebih baik dan jadi peluang usaha seperti limbah air kelapa menjadi pupuk organik, limbah karung goni menjadi tas hingga pemanfaatan limbah kayu yang dibuat menjadi kerajinan.

Tidak hanya para pelaku usaha, masyarakat pada umumnya juga sudah mulai memanfaatkan limbah kertas untuk beberapa keperluan rumah tangga. banyak yang menggunakan limbah kertas digunakan untuk membersihkan kaca, sebagai alas lemari, bahan untuk mendekorasi rumah, membuat mainan hingga digunakan sebagai pelindung sayur dan buah agar selalu tetap segar.

Dukungan HSBC Indonesia bagi Pelaku Usaha Ekonomi Sirkular
Pemanfaatan limbah kertas tentu memerlukan komitmen berkelanjutan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh PT Bank HSBC Indonesia. Sebagai langkah untuk mendukung pelaku usaha ekonomi sirkular sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan, HSBC Indonesia menghadirkan program pemberian pinjaman fasilitas ramah lingkungan dimana program tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen dari HSBC untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan dengan memberikan bimbingan dan dukungan ahli.

Hal ini bertujuan untuk membantu bisnis dengan rencana pengembangan strategis, yang bermuara kepada emisi nol bersih.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Francois de Maricourt mengatakan, pihaknya mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dinilainya akan berdampak signifikan untuk membantu negara mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan memitigasi dampak perubahan iklim.

Obligasi, pinjaman, dan sukuk ramah lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia banyak didorong oleh sovereign dan mendapat dukungan pemerintah hingga saat ini.

baca juga

“Kami mengharapkan lebih banyak perusahaan berpartisipasi, karena Indonesia berkomitmen dalam melakukan perbaikan terhadap lingkungan dan perusahaan. ECO dapat menjadi contoh,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Bank HSBC Indonesia (“HSBC Indonesia”) menjadi salah satu perusahaan yang sudah memulai untuk mendukung pemanfaatan limbah kertas dalam skala besar dan berkelanjutan.

Beberapa waktu lalu, HSBC Indonesia telah memberikan pinjaman ramah lingkungan sebesar Rp27 miliar kepada PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan dan produksi limbah kertas daur ulang menjadi berbagai grade kertas cokelat untuk digunakan kembali oleh industri konversi kertas.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan limbah menjadi lebih berguna adalah PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), yang merupakan anak perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) dimana mereka telah memproduksi kertas daur ulang menggunakan limbah kertas, termasuk yang dikumpulkan dari TPA atau jalanan oleh para pekerja TPA.

ECO sendiri mendapat fasilitas pinjaman ramah lingkungan dari HSBC Indonesia yang akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja ECO dan melipatgandakan kapasitas produksinya menjadi sekitar 22.500 ton kertas daur ulang per bulan.

Produktivitas yang meningkat ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pekerja TPA sebagai salah satu pemasok kertas bekas. Kertas daur ulang yang diproduksi oleh ECO memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular di Indonesia.

ECO berhasil memperoleh sertifikat Forest Stewardship Council (FSC) 1 dan Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) 2 dari PT SGS Indonesia (“SGS”), dan fasilitas pembiayaan dari HSBC Indonesia dikategorikan sebagai green loan.

Mereka juga melakukan strategi pengembangan bisnis untuk memasuki pasar kantong kertas dan kotak kertas ke sektor FMCG, makanan dan minuman (F&B) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dengan komitmen tetap pada konsep ramah lingkungan memanfaatkan bahan mentah yang ramah lingkungan, pengolahan dan energi.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai HSBC Indonesia bisa klik di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Bisnis | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:36 WIB

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Selasa, 16 November 2021 | 10:10 WIB

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Bisnis | Senin, 15 November 2021 | 09:02 WIB

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 09:00 WIB

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 10:54 WIB

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×