Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Senin, 06 Juni 2022 | 11:40 WIB
Jangan Langsung Dibuang, Limbah Kertas Ternyata bisa Dimanfaatkan dan Jadi Peluang Usaha
Ilustrasi produk ramah lingkungan. (Dok: HSBC)

Suara.com - Saat ini, kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sudah semakin tinggi. Masyarakat kini mulai tergerak untuk menggunakan produk-produk ramah lingkungan, misalnya tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk berbelanja hingga memakai produk hasil dari daur ulang.

Di skala produksi, kesadaran untuk melindungi lingkungan juga sudah banyak dilakukan, salah satunya dengan memanfaatkan limbah kertas. Alih-alih langsung membuangnya, kertas bekas bisa dikumpulkan dan kembali dimanfaatkan, karena cara tersebut diyakini dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pemanfaatan limbah kertas bisa dilakukan lewat proses daur ulang, dimana Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pun memang sudah mendorong para pelaku usaha untuk melakukan upaya pemanfaatan limbah melalui penerapan 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.

Anjuran tersebut saat ini memang sudah banyak diterapkan oleh berbagai pelaku usaha, tidak hanya limbah kertas, ada juga yang memanfaatkan beragam limbah yang akhirnya bisa dimanfaatkan jadi lebih baik dan jadi peluang usaha seperti limbah air kelapa menjadi pupuk organik, limbah karung goni menjadi tas hingga pemanfaatan limbah kayu yang dibuat menjadi kerajinan.

Tidak hanya para pelaku usaha, masyarakat pada umumnya juga sudah mulai memanfaatkan limbah kertas untuk beberapa keperluan rumah tangga. banyak yang menggunakan limbah kertas digunakan untuk membersihkan kaca, sebagai alas lemari, bahan untuk mendekorasi rumah, membuat mainan hingga digunakan sebagai pelindung sayur dan buah agar selalu tetap segar.

Dukungan HSBC Indonesia bagi Pelaku Usaha Ekonomi Sirkular
Pemanfaatan limbah kertas tentu memerlukan komitmen berkelanjutan, salah satunya adalah yang dilakukan oleh PT Bank HSBC Indonesia. Sebagai langkah untuk mendukung pelaku usaha ekonomi sirkular sekaligus bentuk kepedulian terhadap lingkungan, HSBC Indonesia menghadirkan program pemberian pinjaman fasilitas ramah lingkungan dimana program tersebut sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen dari HSBC untuk mendukung masa depan yang berkelanjutan dengan memberikan bimbingan dan dukungan ahli.

Hal ini bertujuan untuk membantu bisnis dengan rencana pengembangan strategis, yang bermuara kepada emisi nol bersih.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Francois de Maricourt mengatakan, pihaknya mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang dinilainya akan berdampak signifikan untuk membantu negara mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan memitigasi dampak perubahan iklim.

Obligasi, pinjaman, dan sukuk ramah lingkungan yang berkelanjutan di Indonesia banyak didorong oleh sovereign dan mendapat dukungan pemerintah hingga saat ini.

“Kami mengharapkan lebih banyak perusahaan berpartisipasi, karena Indonesia berkomitmen dalam melakukan perbaikan terhadap lingkungan dan perusahaan. ECO dapat menjadi contoh,” ujarnya.

Seperti diketahui, PT Bank HSBC Indonesia (“HSBC Indonesia”) menjadi salah satu perusahaan yang sudah memulai untuk mendukung pemanfaatan limbah kertas dalam skala besar dan berkelanjutan.

Beberapa waktu lalu, HSBC Indonesia telah memberikan pinjaman ramah lingkungan sebesar Rp27 miliar kepada PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan dan produksi limbah kertas daur ulang menjadi berbagai grade kertas cokelat untuk digunakan kembali oleh industri konversi kertas.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan limbah menjadi lebih berguna adalah PT Eco Paper Indonesia (“ECO”), yang merupakan anak perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk. (ALDO) dimana mereka telah memproduksi kertas daur ulang menggunakan limbah kertas, termasuk yang dikumpulkan dari TPA atau jalanan oleh para pekerja TPA.

ECO sendiri mendapat fasilitas pinjaman ramah lingkungan dari HSBC Indonesia yang akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja ECO dan melipatgandakan kapasitas produksinya menjadi sekitar 22.500 ton kertas daur ulang per bulan.

Produktivitas yang meningkat ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para pekerja TPA sebagai salah satu pemasok kertas bekas. Kertas daur ulang yang diproduksi oleh ECO memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sirkular di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Sirkular, HSBC Salurkan Fasilitas Green Loan Rp27 Miliar ke ECO

Bisnis | Jum'at, 18 Maret 2022 | 12:36 WIB

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

HSBC Indonesia Jadi Wealth Manager Terbaik 4 Tahun Berturut-turut

Bisnis | Selasa, 16 November 2021 | 10:10 WIB

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Wealth Management Jadi Pendongkrak Kinerja Bank HSBC Indonesia

Bisnis | Senin, 15 November 2021 | 09:02 WIB

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

HSBC Hubungkan Investor Global melalui Forum Diskusi "In Conversation with Indonesia"

Bisnis | Senin, 01 November 2021 | 09:00 WIB

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

HSBC dan Tamasek Kerja Sama Bikin Platform Pembiayaan Utang Infrastruktur Asia Tenggara

Bisnis | Kamis, 30 September 2021 | 10:54 WIB

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

HSBC Indonesia Incar Nasabah Kaum Milenial Kaya

Bisnis | Rabu, 15 September 2021 | 10:07 WIB

Terkini

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

IHSG Terbang Tinggi 1,15% Hari Ini, 370 Saham Menghijau

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:49 WIB

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Wanti-wanti LPG Mau Digantikan CNG: Bahaya, Tekanannya 25 Kali Lipat!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Alasan Perang Iran Bikin Harga BBM Tetap Mahal Meski Pasokan Minyak Dunia Melimpah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:48 WIB

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

RUPST Bank Jago: Laba Tumbuh 115 Persen, Tetapkan Direksi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:18 WIB

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

BRI Life Catat Penurunan Klaim Rp1,17 Triliun di Kuartal I-2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 16:10 WIB