Shanghai Lockdown Lagi, Harga Minyak Dunia Bergerak Melemah

Jum'at, 10 Juni 2022 | 07:25 WIB
Shanghai Lockdown Lagi, Harga Minyak Dunia Bergerak Melemah
Perkembangan harga minyak dunia. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Kamis, setelah kota Shanghai kembali memberlakukan tindakan lockdown atau penguncian Covid-19.

Mengutip CNBC, Jumat (10/6/2022) minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Agustus, patokan internasional, ditutup turun 51 sen atau 0,4 persen menjadi USD123,07 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman Juli, kehilangan 60 sen, atau 0,5 persen menjadi USD121,51 per barel.

Harga minyak reli selama dua bulan terakhir, dipimpin kenaikan harga produk olahan karena pasokan penyulingan yang ketat dan permintaan yang melonjak.

Di seluruh dunia, penyulingan menutup fasilitasnya, dan kapasitas juga mengetat karena berkurangnya aktivitas di Rusia, eksportir minyak mentah dan bahan bakar terbesar di dunia, setelah invasinya ke Ukraina.

Puncak permintaan bensin musim panas di Amerika Serikat terus mendorong harga minyak mentah. Amerika dan banyak negara lain terlibat dalam serangkaian pelepasan cadangan strategis, tetapi efeknya masih terbatas dengan produksi minyak mentah global yang meningkat sangat lambat.

"Saya pikir harga energi yang lebih tinggi ada di sini untuk 2022 kecuali kita melihat beberapa terobosan yang memungkinkan sejumlah besar minyak mentah kembali ke pasar," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Stok bensin AS secara tak terduga turun pekan lalu, menurut data pemerintah, Rabu, menunjukkan ketahanan permintaan bahan bakar selama periode puncak musim mengemudi meski harga BBM sangat tinggi.

Permintaan empat minggu AS sekitar 9 juta barel per hari, hanya 1 persen di bawah level 2021.

Baca Juga: DPR Acungi Jempol Pertamina Bisa Survive Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

"Meski harga lebih tinggi, kami belum melihat penurunan permintaan yang cukup besar," kata Thomas Saal, Vice President StoneX Financial.

Pabrik penyulingan tidak mampu memenuhi permintaan. Amerika Serikat berada pada kapasitas pemrosesan yang hampir mencapai puncaknya sementara China membuat penyulingan terhenti karena pembatasan terkait Covid.

Ekspor China sepanjang Mei melonjak 16,9 persen dari tahun sebelumnya karena pelonggaran pembatasan Covid memungkinkan beberapa pabrik untuk memulai aktivitas kembali, pertumbuhan tercepat sejak Januari tahun ini dan lebih dari dua kali lipat ekspektasi analis.

Itu bisa menunjukkan lebih banyak kapasitas penyulingan pada akhirnya akan aktif kembali, tetapi sejumlah kawasan metropolitan utama China masih menerapkan pembatasan perjalanan terkait Covid, mengurangi permintaan.

Beberapa bagian Shanghai mulai memberlakukan pembatasan penguncian yang baru, Kamis, dengan penduduk distrik Minhang diperintahkan tinggal di rumah selama dua hari untuk mengendalikan risiko penularan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI