Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:13 WIB
Kritik Rencana URI, ADAKSI: Jangan Sampai 'Membajak' Dosen dan Sedot Dana Operasional PTN
Ilustrasi dosen [Tra Nguyen/Unsplash]
baca 10 detik
  • Anggun Gunawan mengingatkan pemerintah mewaspadai risiko anggaran dan perebutan dosen dalam rencana pembentukan URI.
  • Pemerintah pada Jumat 24 Juli 2026 diminta memastikan pendirian URI tidak mengurangi anggaran operasional PTN dan beasiswa yang ada.
  • ADAKSI menyatakan pembangunan sepuluh URI berpotensi menarik dosen berkualitas dari perguruan tinggi daerah dan memicu tumpang tindih kewenangan birokrasi.

Suara.com - Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek (ADAKSI) mengingatkan pemerintah agar mewaspadai berbagai risiko dalam rencana pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI).

Menurut organisasi tersebut, kehadiran URI jangan sampai justru mengurangi anggaran perguruan tinggi negeri (PTN) yang sudah ada hingga memicu perebutan dosen berkualitas.

Ketua Umum ADAKSI, Anggun Gunawan, mengatakan risiko terbesar yang perlu diantisipasi adalah bergesernya prioritas anggaran dari penguatan perguruan tinggi yang telah ada menuju pembangunan institusi baru.

"Banyak PTN masih mengeluhkan keterbatasan biaya operasional, fasilitas, laboratorium, penelitian, dan kesejahteraan dosen, pemerintah justru berencana mendirikan sepuluh URI yang tentu membutuhkan lahan, gedung, peralatan, sistem informasi, pegawai, dosen, serta biaya operasional jangka panjang," kata Anggun kepada Suara.com, Jumat (24/7/2026).

Ia mengingatkan, dalam rancangan anggaran 2026, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) sekitar Rp9,4 triliun harus menopang sekitar 201 PTN dan lembaga.

Karena itu, pemerintah diminta memastikan pembangunan URI tidak mengurangi anggaran BOPTN, riset, beasiswa, sarana prasarana PTN, remunerasi, tunjangan dosen, hingga pembinaan perguruan tinggi swasta.

Selain persoalan anggaran, ADAKSI juga menyoroti potensi perebutan dosen berkualitas apabila pemerintah membangun hingga 10 universitas baru.

Menurut Anggun, kebutuhan dosen dalam jumlah besar berpotensi menarik tenaga pengajar terbaik dari berbagai PTN apabila URI menawarkan fasilitas dan penghasilan yang lebih tinggi.

"Akibatnya, kampus-kampus di daerah dan PTN yang sedang berkembang dapat semakin kekurangan sumber daya manusia berkualitas," ujarnya.

baca juga
Posisi Wakil Menteri Pertahanan tetap dijabat Donny Ermawan, kendati Donny resmi dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Rabu kemarin. (Ist)
Posisi Wakil Menteri Pertahanan tetap dijabat Donny Ermawan, kendati Donny resmi dilantik sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Rabu kemarin. (Ist)

Karena itu, Anggun menegaskan kalau URI tidak seharusnya dibangun dengan cara "membajak" dosen dari kampus lain.

Menurutnya, pemerintah lebih tepat menerapkan model penugasan bersama, konsorsium, joint appointment, atau dosen tamu apabila membutuhkan keterlibatan akademisi terbaik.

Selain itu, peningkatan kesejahteraan, kata Anggun, juga harus dirasakan seluruh dosen ASN, bukan hanya dosen yang nantinya mengajar di institusi baru.

ADAKSI mengingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan apabila URI nantinya menaungi badan pengelola sekolah unggulan, badan pengelola perguruan tinggi, hingga Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Pemerintah diingatkan untuk menjelaskan secara terbuka mengenai mekanisme pihak yang berwenang menetapkan kurikulum, membuka program studi, merekrut dosen, mengeluarkan gelar akademik, menjamin mutu, melakukan akreditasi, dan mengawasi penggunaan anggaran.

"Tanpa pembagian kewenangan yang tegas, URI dapat menjadi lapisan birokrasi baru yang mahal dan justru menyulitkan koordinasi pendidikan nasional," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

URI Tak Bawahi Seluruh Kampus maupun Utak-atik Anggaran Kemendikti Saintek

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:52 WIB

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

Mengenal Universitas Republik Indonesia, Ambisi Pendidikan atau Beban Baru APBN?

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 08:20 WIB

Mensesneg Ungkap Rencana Pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia, Lahan Sedang Dicek

Mensesneg Ungkap Rencana Pembangunan 10 Universitas Republik Indonesia, Lahan Sedang Dicek

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12 WIB

DPR Ngaku Belum Pernah Dilibatkan Pemerintah Bahas Universitas Republik Indonesia

DPR Ngaku Belum Pernah Dilibatkan Pemerintah Bahas Universitas Republik Indonesia

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 14:42 WIB

Sibuk Membangun, Lupa Membenahi: Perlukah Universitas Republik Indonesia?

Sibuk Membangun, Lupa Membenahi: Perlukah Universitas Republik Indonesia?

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

×