NATO Prediksi Perang Ukraina Berlangsung Lama, Harga Mi Instan Terancam Makin Mahal

M Nurhadi

Senin, 20 Juni 2022 | 12:07 WIB
NATO Prediksi Perang Ukraina Berlangsung Lama, Harga Mi Instan Terancam Makin Mahal
Warga membawa bendera putih saat menyeberangi perbatasan Bucha dan Irpin di sebelah jasad yang terbaring di jalan, saat invasi Rusia, di Irpin, Ukraina, Jumat (11/3/2022) [ANTARA]

Suara.com - Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau aliansi NATO memprediksi perang yang terjadi di Ukraina bisa berlangsung hingga bertahun-tahun. 

Alasannya, tidak lepas dari tuduhan NATO yang menyebut Rusia terus meningkatkan serangannya ke bekas wilayah Uni Soviet itu usai Uni Eropa terus menarik Ukraina untuk bergabung NATO.

Hal serupa juga disampaikan Sekretaris umum NATO, Jean Stoltenberg yang menjanjikan Ukraina untuk bisa segera bergabung dengan NATO dan siap membantu pasokan senjata modern agar mampu melawan Rusia.

"Kita harus bersiap menghadapi kenyataan bahwa perang bisa memakan waktu bertahun-tahun. Kita tidak boleh menyerah dalam mendukung Ukraina. Bahkan jika biayanya tinggi, tidak hanya untuk dukungan militer, juga karena kenaikan harga energi dan pangan," ujar Jean dikutip dari Reuters.

PM Inggris, Boris Johnson dalam salah satu wawancara bersama Sunday Times London menuturkan pentingnya mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan jika perang terjadi dalam waktu yang lama.

Ia juga menyarankan Ukraina untuk mendapatkan pasokan senjata, peralatan, amunisi, dan pelatihan untuk militer mereka.

Prediksi ini turut dikomentari oleh Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Shtupun yang mengatakan, saat ini tentara Rusia sudah aktif menyerang Kharkiv, Severodonetsk dan Sloviansk. 

Dampak Perang Ukraina untuk Indonesia 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menjelaskan, perang panjang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina akan membuat harga pangan hingga energi di Indonesia naik.

baca juga

Hal ini disebabkan pasokan perdagangan Indonesia dengan Rusia dan Ukraina yang terhambat. Ukraina adalah pemasok gandum terbesar bagi Indonesia. Sementara Indonesia adalah negara tujuan ekspor gandum terbesar kedua di dunia setelah Mesir.

Merujuk pada Data Badan Pusat Statistik (BPS), Ukraina memasok 2,96 juta ton gandum atau setara 27% dari total 10,29 juta ton yang diimpor Indonesia pada tahun 2020.

Bhima dalam wawancaranya dengan BBC Indonesia --Jaringan Suara.com, mengatakan, harga gandum dan turunannya akan naik jika perang terus berlangsung dan mungkin terus terjadi meski Indonesia mendapatkan pasokan dari alternatif lain.

Gandum adalah bahan baku dari produk pangan seperti mi instan dan terigu, sedangkan Indonesia adalah negara dengan konsumsi mi instan terbesar kedua dunia.

"Tapi mi instan kan banyak dikonsumsi juga oleh masyarakat kelas menangah bawah, sehingga kenaikan harga 1.000 rupiah saja akan terasa," ujar dia.

Saat konflik Rusia dan Ukraina terjadi pada Februari lalu, harga gandum global naik sebesar 5,35% menjadi US$9,84 atau sekitar Rp141.373 per gantang. Kenaikan itu jadi yang tertinggi sejak 2008.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Tambah Ekspor Minyak Mentah Murah dari Rusia, Kalahkan Pasokan Arab Saudi

China Tambah Ekspor Minyak Mentah Murah dari Rusia, Kalahkan Pasokan Arab Saudi

Bisnis | Senin, 20 Juni 2022 | 11:26 WIB

Google Nyatakan Bangkrut di Rusia, Tidak Bisa Membayar Karyawan

Google Nyatakan Bangkrut di Rusia, Tidak Bisa Membayar Karyawan

Tekno | Senin, 20 Juni 2022 | 10:23 WIB

Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berlangsung Lama Hingga Bertahun-tahun

Perang Rusia-Ukraina Diprediksi Berlangsung Lama Hingga Bertahun-tahun

News | Senin, 20 Juni 2022 | 05:58 WIB

NATO Prediksi Perang Ukraina-Rusia Bakal Terjadi Bertahun-tahun

NATO Prediksi Perang Ukraina-Rusia Bakal Terjadi Bertahun-tahun

Jogja | Minggu, 19 Juni 2022 | 23:50 WIB

Perang di Ukraina Bisa Berjilid-jilid Lebih Lama, NATO Siap Menyokong Senjata Meski Biayanya Mahal

Perang di Ukraina Bisa Berjilid-jilid Lebih Lama, NATO Siap Menyokong Senjata Meski Biayanya Mahal

Malang | Minggu, 19 Juni 2022 | 19:42 WIB

Vladimir Putin: AS dan Eropa Penyebab Inflasi dan Kerusakan Ekonomi Global

Vladimir Putin: AS dan Eropa Penyebab Inflasi dan Kerusakan Ekonomi Global

Bisnis | Minggu, 19 Juni 2022 | 17:10 WIB

Terkini

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

×