5 Kekurangan Kendaraan Listrik, Harga Mahal Sampai Suku Cadang Langka

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 Juni 2022 | 18:01 WIB
5 Kekurangan Kendaraan Listrik, Harga Mahal Sampai Suku Cadang Langka
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).

Suara.com - Kendaraan listrik digadang-gadang menjadi alat transportasi masa depan yang ramah lingkungan. Namun, apakah kekurangan kendaraan listrik sama sekali tidak ada? Tentu saja para peneliti masih menemukan sejumlah kendala dalam mengembangkan mobil listrik

Young People's Trust for the Environment, sebuah organisasi nirlaba di Inggris yang berfokus pada isu-isu lingkungan sejak 1982 menjabarkan sejumlah kekurangan kendaraan listrik yang berpotensi menghambat perkembangannya di masa depan. 

1. Bahan Baku Baterai yang Langka

Baterai untuk mobil listrik memerlukan banyak kandungan lithium, sebuah logam paling ringan sebagai bahan bakunya.  Saat ini, Chili menjadi negara penghasil lithium terbesar dengan 8.800 ton per tahun. Pasokan lithium lain bisa didatangkan dari Argentina dan Cina. Sementara Bolivia memiliki cadangan terbesar yang diketahui di dunia. Baru-baru ini penelitian menyebutkan bahwa lumpur Lapindo di Indonesia juga mengandung lithium yang bisa digunakan untuk pembuatan baterai mobil listrik. 

2. Membuat Mobil Listrik Justru Menciptakan Lebih Banyak Emisi

Siapa yang menyangka bahwa misi menciptakan mobil listrik yang ramah lingkungan justru akan mendatangkan lebih banyak emisi. Pasalnya, komponen bahan baku pembuatan mobil listrik sebagian besar berasal dari bahan tambang, aktivitas yang selama ini dianggap paling merusak lingkungan.

Kemudian bahan baku harus dimurnikan sebelum dapat digunakan, yang sekali lagi mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca. Efek yang sama juga terjadi saat membuat mobil bensin atau diesel. Pembuatan satu unit mobil tersebut dapat melepaskan sekitar sepuluh ton CO2. 

3. Listrik Masih Diciptakan dari Energi Kotor 

Mobil listrik yang ramah lingkungan sebenarnya juga ditentukan dari bagaimana kendaraan ini memperoleh listrik sebagai bahan baku mobil. Sayangnya, banyak negara masih mengandalkan batu bara dan sumber energi kotor lain untuk pembangkit listrik mereka. Seperti diketahui, pembangkit listrik tenaga batu bara memancarkan 800-850 gram CO2 per kWh, sementara pembangkit listrik berbahan bakar gas yang lebih bersih memancarkan 350-400g CO2 per kWh.  Menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya atau turbin angin, sekitar 36g CO2 dipancarkan per kWh, dengan mempertimbangkan emisi yang dihasilkan selama proses pembuatannya.  Jadi jika sebuah mobil diisi ulang menggunakan energi terbarukan, dampak negatifnya terhadap lingkungan jauh lebih rendah daripada jika diisi menggunakan listrik dari pembangkit listrik tenaga batu bara.  

4. Harga Mobil Listrik Lebih Mahal 

Harga beli mobil listrik memang cenderung lebih tinggi dibandingkan versi bensin atau diesel dari mobil yang sama. Namun, pengisian bahan bakar cenderung akan jauh lebih murah. Biaya perawatan mobil listrik juga cenderung lebih murah, karena hanya ada sedikit bagian yang bergerak dan tidak ada filter atau oli untuk diganti.  Bagian paling mahal dari mobil listrik hanyalah baterainya. 

5. Tidak Bisa Digunakan untuk Berkendara Jauh 

Saat ini mobil listrik hanya bisa berjalan rata-rata seratus mil atau 150 km untuk sekali pengisian daya. Ini berarti jika mobil listrik diproduksi massal, perlu juga dipertimbangkan jumlah stasiun pengisian daya yang lebih merata. Di samping itu, kecepatan mobil listrik masih di bawah mobil dengan bahan bakar bensin. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik

Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 15:34 WIB

The Best 5 Oto: Citroen Luncurkan My Ami Buggy Limited Edition, Bugatti Veyron Milik Cristiano Ronaldo Tabrak Pembatas

The Best 5 Oto: Citroen Luncurkan My Ami Buggy Limited Edition, Bugatti Veyron Milik Cristiano Ronaldo Tabrak Pembatas

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 07:45 WIB

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob Bahas Penggunaan Mobil Listrik dalam Acara Skala Besar di Forum COP27

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob Bahas Penggunaan Mobil Listrik dalam Acara Skala Besar di Forum COP27

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 06:26 WIB

Pabrik Baterai Motor dan Mobil Listrik Bakal Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar di Kendari

Pabrik Baterai Motor dan Mobil Listrik Bakal Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar di Kendari

Otomotif | Selasa, 21 Juni 2022 | 15:40 WIB

Lakukan PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawan, Disebut Lakukan Pelanggaran Undang-undang

Lakukan PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawan, Disebut Lakukan Pelanggaran Undang-undang

Kalbar | Selasa, 21 Juni 2022 | 13:09 WIB

PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawannya

PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawannya

Lampung | Selasa, 21 Juni 2022 | 09:54 WIB

Terkini

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:19 WIB

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 19:08 WIB

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 18:11 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:41 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:31 WIB

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:16 WIB

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:00 WIB

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:48 WIB

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Kendaraan Arus Balik Mulai Ramai, Rest Area di Tol Semarang Terapkan Pola Buka-Tutup

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 16:47 WIB