Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik

Rabu, 22 Juni 2022 | 15:34 WIB
Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik
Toyota C+Pod yang dipamerkan di GIIAS 2021. Simak logo Toyota berlatar biru yang menandakan mobil listrik atau produk elektrifikasi ramah lingkungan. Sebagai ilustrasi [Suara.com/CNR ukirsari].

Suara.com - Redwood Materials Incorporation menyatakan bahwa Toyota Motor Corporation Jepang bergabung dalam inisiatif daur ulang dan remanufaktur baterai Electric Vehicle (EV) yang komprehensif.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters pada Rabu (22/6/2022), Redwood Materials Incorporation adalah start-up asal Amerika Serikat dengan mitra perusahaan-perusahaan raksasa.

Antara lain carmaker Ford Motor Company, dan pembuat baterai EV Panasonic Holdings Corporation.

Lokasi baterai di mobil listrik Toyota bZ4X. Sebagai ilustrasi [Toyota Global].
Lokasi baterai di mobil listrik Toyota bZ4X. Sebagai ilustrasi [Toyota Global].

Bersama dua perusahaan tadi, Redwood Materials sedang membangun ekosistem baterai loop tertutup yang bertujuan memangkas biaya mobil listrik. Caranya dengan mengurangi ketergantungan pada bahan impor sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Perusahaan berusia lima tahun ini fokus pekerjaan awal di kawasan seluas 175 hektare di Nevada utara. Rencananya membangun kompleks lain di Amerika Serikat bagian tenggara.

Founder dan Chief Executive Officer (CEO) Redwood Materials Incorporation, JB Straubel adalah salah satu pendiri carmaker tenaga listrik Tesla Incorporation.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip Reuters, ia memaparkan tentang fasilitas baru Redwood Materials yang mampu memasok baterai senilai 1,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) kepada pabrik Toyota di North Carolina.

Serta pabrik baterai yang direncanakan Ford Motor Company dan SK On di Tennessee dan Kentucky. SK On adalah anak perusahaan dari SK Innovation Co Ltd Korea Selatan.

Redwood Materials meningkatkan produksi komponen anoda dan katoda menjadi 100 gigawatt-jam pada 2025, cukup untuk memasok baterai sejumlah 1 juta EV per tahun.

Lalu menjadi 500 GWh di 2030, cukup untuk memasok 5 juta EV per tahun atau lebih.

Baca Juga: Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob Bahas Penggunaan Mobil Listrik dalam Acara Skala Besar di Forum COP27

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI