Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

5 Kekurangan Kendaraan Listrik, Harga Mahal Sampai Suku Cadang Langka

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 22 Juni 2022 | 18:01 WIB
5 Kekurangan Kendaraan Listrik, Harga Mahal Sampai Suku Cadang Langka
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).

Suara.com - Kendaraan listrik digadang-gadang menjadi alat transportasi masa depan yang ramah lingkungan. Namun, apakah kekurangan kendaraan listrik sama sekali tidak ada? Tentu saja para peneliti masih menemukan sejumlah kendala dalam mengembangkan mobil listrik

Young People's Trust for the Environment, sebuah organisasi nirlaba di Inggris yang berfokus pada isu-isu lingkungan sejak 1982 menjabarkan sejumlah kekurangan kendaraan listrik yang berpotensi menghambat perkembangannya di masa depan. 

1. Bahan Baku Baterai yang Langka

Baterai untuk mobil listrik memerlukan banyak kandungan lithium, sebuah logam paling ringan sebagai bahan bakunya.  Saat ini, Chili menjadi negara penghasil lithium terbesar dengan 8.800 ton per tahun. Pasokan lithium lain bisa didatangkan dari Argentina dan Cina. Sementara Bolivia memiliki cadangan terbesar yang diketahui di dunia. Baru-baru ini penelitian menyebutkan bahwa lumpur Lapindo di Indonesia juga mengandung lithium yang bisa digunakan untuk pembuatan baterai mobil listrik. 

2. Membuat Mobil Listrik Justru Menciptakan Lebih Banyak Emisi

Siapa yang menyangka bahwa misi menciptakan mobil listrik yang ramah lingkungan justru akan mendatangkan lebih banyak emisi. Pasalnya, komponen bahan baku pembuatan mobil listrik sebagian besar berasal dari bahan tambang, aktivitas yang selama ini dianggap paling merusak lingkungan.

Kemudian bahan baku harus dimurnikan sebelum dapat digunakan, yang sekali lagi mengeluarkan lebih banyak gas rumah kaca. Efek yang sama juga terjadi saat membuat mobil bensin atau diesel. Pembuatan satu unit mobil tersebut dapat melepaskan sekitar sepuluh ton CO2. 

3. Listrik Masih Diciptakan dari Energi Kotor 

Mobil listrik yang ramah lingkungan sebenarnya juga ditentukan dari bagaimana kendaraan ini memperoleh listrik sebagai bahan baku mobil. Sayangnya, banyak negara masih mengandalkan batu bara dan sumber energi kotor lain untuk pembangkit listrik mereka. Seperti diketahui, pembangkit listrik tenaga batu bara memancarkan 800-850 gram CO2 per kWh, sementara pembangkit listrik berbahan bakar gas yang lebih bersih memancarkan 350-400g CO2 per kWh.  Menggunakan energi terbarukan, seperti panel surya atau turbin angin, sekitar 36g CO2 dipancarkan per kWh, dengan mempertimbangkan emisi yang dihasilkan selama proses pembuatannya.  Jadi jika sebuah mobil diisi ulang menggunakan energi terbarukan, dampak negatifnya terhadap lingkungan jauh lebih rendah daripada jika diisi menggunakan listrik dari pembangkit listrik tenaga batu bara.  

4. Harga Mobil Listrik Lebih Mahal 

Harga beli mobil listrik memang cenderung lebih tinggi dibandingkan versi bensin atau diesel dari mobil yang sama. Namun, pengisian bahan bakar cenderung akan jauh lebih murah. Biaya perawatan mobil listrik juga cenderung lebih murah, karena hanya ada sedikit bagian yang bergerak dan tidak ada filter atau oli untuk diganti.  Bagian paling mahal dari mobil listrik hanyalah baterainya. 

5. Tidak Bisa Digunakan untuk Berkendara Jauh 

Saat ini mobil listrik hanya bisa berjalan rata-rata seratus mil atau 150 km untuk sekali pengisian daya. Ini berarti jika mobil listrik diproduksi massal, perlu juga dipertimbangkan jumlah stasiun pengisian daya yang lebih merata. Di samping itu, kecepatan mobil listrik masih di bawah mobil dengan bahan bakar bensin. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik

Toyota Gabung ke Redwood Materials untuk Proyek Remanufaktur Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 15:34 WIB

The Best 5 Oto: Citroen Luncurkan My Ami Buggy Limited Edition, Bugatti Veyron Milik Cristiano Ronaldo Tabrak Pembatas

The Best 5 Oto: Citroen Luncurkan My Ami Buggy Limited Edition, Bugatti Veyron Milik Cristiano Ronaldo Tabrak Pembatas

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 07:45 WIB

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob Bahas Penggunaan Mobil Listrik dalam Acara Skala Besar di Forum COP27

Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yakoob Bahas Penggunaan Mobil Listrik dalam Acara Skala Besar di Forum COP27

Otomotif | Rabu, 22 Juni 2022 | 06:26 WIB

Pabrik Baterai Motor dan Mobil Listrik Bakal Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar di Kendari

Pabrik Baterai Motor dan Mobil Listrik Bakal Menjadi Penyumbang Investasi Terbesar di Kendari

Otomotif | Selasa, 21 Juni 2022 | 15:40 WIB

Lakukan PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawan, Disebut Lakukan Pelanggaran Undang-undang

Lakukan PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawan, Disebut Lakukan Pelanggaran Undang-undang

Kalbar | Selasa, 21 Juni 2022 | 13:09 WIB

PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawannya

PHK Massal, Tesla Digugat Mantan Karyawannya

Lampung | Selasa, 21 Juni 2022 | 09:54 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB