Emak-emak Beli Cabai Rp5 Ribu Cuma Dapat 8 Biji, Publik Malah Bingung

M Nurhadi

Selasa, 28 Juni 2022 | 10:19 WIB
Emak-emak Beli Cabai Rp5 Ribu Cuma Dapat 8 Biji, Publik Malah Bingung
Viral Ibu-ibu protes beli cabai Rp 5 Ribu cuma dapat 8 biji (twitter).

Suara.com - Harga cabai yang mulai “pedas” viral di media sosial. Di Twitter, harga cabai yang naik terus menjadi sambatan para netizen. Mereka mempertanyakan penyebab harga cabai naik tajam. Pengguna Twitter @TutiPufi mengeluhkan hanya memperoleh sedikit cabai dengan uang Rp5.000. Dia menulis “Beli cabe rawit, Rp 5.000 diwarung tetangga. Dapetnya segini. Yg bilang Indonesia baik-baik aja adalah orang sinting.” Dalam postingan itu, @TutiPufi menyertakan gambar delapan biji cabai rawit merah. 

Saat ini di Jakarta harga cabai mencapai Rp120.000 per kg. Di daerah-daerah lain seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah harga cabai menyentuh Rp100.000. Sebelum menyentuh harga tersebut, harga cabai naik signifikan sejak awal tahun mulai dari Rp40.000 per kg hingga menjadi Rp85.000 per kg. 

Pertanyaan mengenai harga cabai naik terus ini sempat dijawab oleh Muhammad Lutfi pada tiga pekan lalu. Saat itu Lutfi masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan sebelum digantikan oleh Zulkifli Hasan.

Di gedung DPR dia berujar bahwa panen cabai sedang terganggu sehingga harganya menjadi mahal. Gangguan panen ini disebabkan oleh lahan yang basah. 

Permasalahan lahan ini membuat petani mengalami gangguan panen sehingga pasokan cabai kepada pedagang berkurang. Pedagang kemudian juga mengurangi pembelian pada pengepul karena daya beli masyarakat terhadap cabai berkurang. 

Tak sampai di situ, lahan basah juga membuat kemungkinan tanaman terserang hama dan penyakit semakin besar. Kondisi ini memaksa para petani menambah biaya produksi untuk membeli pupuk dan obat hama sehingga terhindar dari gagal panen. 

Namun demikian, tidak sedikit warganet yang turut mengkritik unggahan viral tersebut. Pasalnya, salah seorang warganet mengaku mendapatkan cabai cukup banyak saat ia beli di pasar.

"Beli di pasar, jangan di toko atau warung," tulis netizen terkait.

Ekonom Centre of Reform on Economic (Core) Indonesia, Yusuf Rendi Manilet, menyebutkan kelangkaan pasokan cabai terjadi akibat curah hujan yang tinggi.

baca juga

Ditambah lagi, masalah distribusi dan sentra produksi cabai yang terjadi di sejumlah titik juga turut mempengaruhi harga cabai. Kenaikan ini juga memperlihatkan adalanya missing link dari data pangan yang dimiliki oleh pemerintah dengan ketersediaan pangan strategis.

"Seharusnya momentum meningkatnya harga cabai dan beberapa pangan strategis perlu mendorong pemerintah untuk melakukan konsolidasi terkait ketersediaan data pangan yang dimiliki oleh pemerintah," ujar Yusuf. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Warga Ogah Angkat Jemuran Tetangga yang Diguyur Hujan, Sikap Orangnya Bikin Warganet Terbelah

Heboh Warga Ogah Angkat Jemuran Tetangga yang Diguyur Hujan, Sikap Orangnya Bikin Warganet Terbelah

Surakarta | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:11 WIB

Menghibur Pelanggan, Pelayan Resto Ini Malah Ngelawak di Depan Customer

Menghibur Pelanggan, Pelayan Resto Ini Malah Ngelawak di Depan Customer

Jogja | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:11 WIB

Salat Subuh di Masjid Ini, Jemaah Bernama Muhammad dan Maryam Bakal Dapat Hadiah

Salat Subuh di Masjid Ini, Jemaah Bernama Muhammad dan Maryam Bakal Dapat Hadiah

Sumut | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:10 WIB

Viral, Ibu Ini Keluhkan Beli Cabai Rp 5 Ribu Cuma Dapat 8 Biji: yang Bilang Indonesia Baik-Baik Aja Adalah Orang Sinting

Viral, Ibu Ini Keluhkan Beli Cabai Rp 5 Ribu Cuma Dapat 8 Biji: yang Bilang Indonesia Baik-Baik Aja Adalah Orang Sinting

Kalbar | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:07 WIB

Kembali ke Korea Setelah Lama Beraktivitas di China, Nama Ten WayV Viral

Kembali ke Korea Setelah Lama Beraktivitas di China, Nama Ten WayV Viral

Your Say | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:02 WIB

Viral Penumpang Protes Gara-gara MRT Kelewat Berisik dan Ramai, Justru Jadi Perdebatan Warganet

Viral Penumpang Protes Gara-gara MRT Kelewat Berisik dan Ramai, Justru Jadi Perdebatan Warganet

News | Selasa, 28 Juni 2022 | 10:17 WIB

Terkini

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Menyesap Dieng Dari Hulu ke Hilir: Jejak GI Tourism yang Dirintis DJKI

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 08:00 WIB

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

BSI Dorong Produk Halal Lokal Naik Kelas hingga Pasar Global lewat International Expo 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:58 WIB

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Tak Terima Hasil Sabung Ayam, Pria di Mesuji Tembak Lawan dari Jarak 2 Meter

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 07:53 WIB

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Di Balik Kemewahan AI Indonesia: Ada Bumi yang Kian Gerah

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 07:50 WIB

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

Sri Lanka Jadi Calon Markas Baru Sindikat Penipuan Siber Internasional di Asia Pasifik

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:45 WIB

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Masa Kerja Tak Berlaku Lagi, TPP ASN Kota Malang Kini Murni Berdasarkan Kinerja

Malang | Kamis, 24 September 2026 | 07:44 WIB

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Kementan Stop Impor, Kini Harga Singkong Mulai Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 07:42 WIB

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

Nempel Jalur KRL, 1.377 Hunian Subsidi Disiapkan bagi MBR di Kawasan Perkotaan

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:41 WIB

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

Setapol Ungkap Kondisi Tahanan Demo 27 Agustus: Ada yang Patah Jari hingga Luka Kepala

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:36 WIB

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

Eropa Diminta Lindungi Mahkamah Pidana Internasional dari Amerika Serikat

News | Kamis, 24 September 2026 | 07:32 WIB

×