facebook

Harga Kedelai Impor Naik Dua Kali Lipat, Ukuran Tempe Semakin Kecil

M Nurhadi
Harga Kedelai Impor Naik Dua Kali Lipat, Ukuran Tempe Semakin Kecil
Ilustrasi. [Suara.com/Alfian Winanto]

Sebagian besar perajin tempe di daerah itu menyiasati dengan mengurangi ukuran dan ketebalan tempe tanpa menaikan harga jual di pasaran.

Suara.com - Pengusaha tempe di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengeluhkan harga kedelai impor yang naik dua kali lipat, atau saat ini di kisaran Rp13.000 per kilogram.

"Tentu sangat memberatkan kami sebagai produsen karena kedelai impor merupakan bahan baku utama untuk membuat tempe dengan kualitas baik," kata Hamdani, salah seorang pengusaha tempe di Baturaja.

Ia mengatakan, sudah sejak tahn lalu kenaikan harga kedelai membebani pengusaha tempe dan pihaknya sendiri terpaksa mensiasatinya agar tidak merugi.

Alasannya, kata dia, dengan kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini menaikan harga tempe di pasaran dikhawatirkan akan semakin menurunkan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Polda Lampung Turun Tangan Selidiki Pembunuhan Pengusaha asal Rajabasa

Oleh sebab itu sebagian besar perajin tempe di daerah itu menyiasati dengan mengurangi ukuran dan ketebalan tempe tanpa menaikan harga jual di pasaran yaitu masih di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per batang.

Hamdani berharap pemerintah segera mencarikan solusi guna menurunkan harga kedelai impor sehingga omzet penjualan kembali normal.

"Sekarang ini daya beli masyarakat merosot tajam. Sebelumnya saya bisa menjual tempe sebanyak 350 kilogram per hari. Sekarang paling laku 75 Kg," ungkapnya.

Komentar