Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 20 Februari 2026 | 09:29 WIB
Diteken Prabowo - Trump, 1.819 Produk Indonesia Dapat Tarif Nol Persen ke AS
Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Ambassador Jamieson Greer dari USTR. [Kemenko Perekonomian]
baca 10 detik
  • Perjanjian Dagang Resiprokal (ART) antara Indonesia dan AS membuka akses pasar bagi 1.819 produk Indonesia dengan tarif nol persen.
  • Fasilitas bebas tarif mencakup produk unggulan seperti minyak sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik dan pesawat terbang.
  • Kesepakatan ini juga mencakup komitmen Indonesia memberikan tarif nol untuk produk AS, seperti gandum dan kedelai.

Suara.com - Perjanjian Dagang Resiprokal alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat membuka akses pasar bagi ribuan produk Indonesia.

Pemerintah menyebut sebanyak 1.819 pos tarif produk ekspor Indonesia akan mendapat tarif nol persen di pasar Amerika Serikat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan fasilitas tarif tersebut mencakup produk pertanian hingga industri manufaktur. Ia menyebut kebijakan ini menjadi salah satu hasil utama dari kesepakatan dagang kedua negara.

“Dalam ART ini ada 1.819 pos tarif produk Indonesia, baik itu pertanian maupun industri, yang tarifnya nol persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers virtual, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, daftar produk yang mendapatkan fasilitas bebas tarif mencakup komoditas unggulan ekspor Indonesia serta produk industri bernilai tambah.

“Antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, sampai komponen pesawat terbang,” ujarnya.

 Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]

Ia menjelaskan kebijakan tersebut merupakan hasil proses negosiasi panjang antara pemerintah Indonesia dan otoritas perdagangan Amerika Serikat. Pemerintah, kata dia, telah mengirim sejumlah dokumen usulan sejak 2025 sebelum kesepakatan dicapai.

“Indonesia telah mengirimkan beberapa surat dan proposal sejak April tahun lalu, dan sebagian besar usulan Indonesia dipenuhi oleh Amerika Serikat,” ucapnya.

Selain pembukaan tarif untuk produk Indonesia, perjanjian tersebut juga mengatur akses perdagangan dua arah. Indonesia akan memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah komoditas Amerika Serikat yang selama ini menjadi bahan baku industri domestik.

baca juga

“Indonesia juga komitmen memberikan fasilitas untuk produk Amerika dengan tarif nol, utamanya untuk produk pertanian seperti wheat dan soybean yang memang kita impor,” kata Airlangga.

Ia menambahkan kebijakan tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok antara kedua negara serta menjaga stabilitas harga bahan baku di dalam negeri.

Dalam perjanjian ini, kedua negara juga sepakat membentuk mekanisme konsultasi perdagangan melalui forum bersama untuk mengantisipasi lonjakan impor maupun ekspor yang dinilai tidak wajar.

“Dengan adanya Council of Trade and Investment, seluruh persoalan perdagangan dan investasi akan dibahas lebih dulu di forum tersebut sebelum masuk ke mekanisme lain,” ujarnya.

Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat akan mulai berlaku setelah proses hukum di kedua negara diselesaikan sesuai mekanisme masing-masing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini

Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 07:17 WIB

Bidik Investasi Global, Prabowo Sodorkan 18 Proyek Hilirisasi Strategis Ke Investor AS

Bidik Investasi Global, Prabowo Sodorkan 18 Proyek Hilirisasi Strategis Ke Investor AS

Video | Jum'at, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun

Perusahaan Indonesia dan AS Teken 11 Kesepakatan Bisnis Senilai Rp648 Triliun

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:45 WIB

Prabowo Tiba di AS, Bakal Rapat Perdana Board of Peace dan Bertemu Donald Trump

Prabowo Tiba di AS, Bakal Rapat Perdana Board of Peace dan Bertemu Donald Trump

Video | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:01 WIB

Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen

Deal Dagang Prabowo-Trump: Produk AS Bebas Bea Masuk, Barang RI Kena Tarif 19 Persen

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 15:24 WIB

10 Fakta Kesepakatan Prabowo dan Trump: Barang AS Bebas Masuk Indonesia, Tarif 0 Persen!

10 Fakta Kesepakatan Prabowo dan Trump: Barang AS Bebas Masuk Indonesia, Tarif 0 Persen!

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 11:33 WIB

Terkini

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Ekonom Beri Peringatan Soal Kebijakan B50: Lihat Peluang yang Dikorbankan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Ditantang Putusan MK, Bakom Ungkap Alasan 30 Wamen Tetap Jabat Komisaris BUMN

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:07 WIB

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

IHSG Berpeluang Sentuh 6.000 Pekan Depan, AVIA hingga JPFA Bisa Jadi Pilihan

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56 WIB

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

BEI Usul Ubah Batas Auto Rejection Saham, Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:46 WIB

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Harga Minyak Dunia Bakal Turun Besar-besaran, 'Tandanya' Sudah Muncul

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41 WIB

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:00 WIB

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 14:57 WIB

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 13:43 WIB

×